Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 21:23
Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan

Rabu, 3 Juni 2020 17:52
Kekhwatiran Ledakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Tidak Terjadi

Rabu, 3 Juni 2020 16:58
Kabur, Dua Napi Lapas Bengkalis Kembali Berhasil Diringkus

Rabu, 3 Juni 2020 16:23
Mei, Riau Inflasi 0,54 Persen

Rabu, 3 Juni 2020 16:14
Batal ke Tanah Suci, 150 CJH Pelalawan Memahami Keputusan Pemerintah

Rabu, 3 Juni 2020 15:59
Ibu Pencuri 3 Tandan Sawit di PTPN V Sei Rokan Dijatuhi Hukuman Percobaan

Rabu, 3 Juni 2020 15:12
Terapkan New Normal, Rupbasan Bengkalis Mengikuti Sosialisasi Vicon

Rabu, 3 Juni 2020 12:44
Lagi, Bandar Narkoba Dibekuk Tim Opsnal Polres Pelalawan

Rabu, 3 Juni 2020 11:49
Persiapan PPDB, Guru Sudah Diperbolehkan Masuk Sekolah

Rabu, 3 Juni 2020 10:33
Persiapan New Normal Forkopimda Kuansing Bahas 12 BidangĀ 


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Juli 2019 19:45
Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD

Polresta Pekanbaru telah periksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru Anton Marciyanto. Pemeriksaan ini terkait dugaan perkara suap yang dilakukan anggota DPRD Riau berinisial NJ.

Riauterkini - PEKANBARU - Anton Marciyanto selaku Ketua KPU Pekanbaru diperiksa Polresta Pekanbaru terkait adanya dugaan kasus suap yang menyeret nama anggota DPRD Riau,NJ kepada oknum Ketua KPPS di Pekanbaru. Ia diperiksa seputaran tugas dan fungsi Ketua KPU termasuk perekrutan KPPS selama tiga jam.

Dijelaskan Anton Marciyanto, Ia dimintai keterangan soalan tupoksi KPU Pekanbaru sampai dengan Kelompok Penyelenggara Pungutan Suara (KPPS). "Kita dimintai keterangan soal tupoksi KPU Kota Pekanbaru sampai dengan KPPS serta proses rekrutmen lembaga adhock itu," Terangnya.

Dalam perkara ini, menurutnya KPU Pekanbaru akan membantu mempwrcepat penyelesaian perkara dengan memberikan keterangan yang memang dibutuhkan. "Kita akan berikan keterangan dan semua kita serahkan kepada pihak kepolisian," paparnya.

Untuk diketahui sebelumnya KPU Pekanbaru juga telah memberikan sanksi kepada Ketua KPPS yang berinisial Is yang dinyatakan melanggar kode etik beberapa waktu lalu. Namun ternyata sanksi yang diberikan secara tertulis saat aksi Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu itu adalah sanksi akibat memilih anggota KPPS di daerahnya tanpa koordinasi terlebih dahulu. Bukan terkait gratifikasi itu.

"Kalau masalah gratifikasi itu bukan ranah kami karena KPU tidak bisa melakukan proses penyidikan maupun penyelidikan. Kecuali sudah ada putusan dari pihak kepolisian atau Gakkumdu," Jelasnya.

Anton mengatakan, untuk proses hukum terutama soal dugaan suap sudah tepat dilaporkan kepada pihak kepolisian, selanjutnya KPU hanya menindaklanjuti saja hasil putusan.

Sementara, pemeriksaan terhadap Ketua KPU ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam. "Iya betul, diperiksa kemarin siang. Kita mintai keterangan saja," ujarnya.

Sementara, sebelumnya Awal juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna mengetahui SK milik Is. "Saat ini kita tengah berkoordinasi dengan KPU untuk mengetahui SK miliknya Is dan meningkatkan ke tahap penyidikan," tambahnya lagi.

Lanjutnya, SK tersebut merupakan dokumen penting agar petugas dapat meningkatkan ke tahap penyidikan. Sementara, dalam kasus ini baik penerima maupun pemberi dapat dijerat dengan pidana korupsi. "Ini kan menggunakan Undang-undang pidana korupsi, gratifikasi. Baik pemberi dan penerima merupakan tersangka pidana. Dan itu prosesnya harus gelar di Polda Riau," katanya.

Hingga saat ini jelas Awal, pihaknya telah memeriksa empat saksi dalam perkara ini. Namun, dua saksi lainnya hingga kini belum pernah datang memenuhi panggilan pemeriksaan. Mereka adalah orang yang diduga memberikan uang suap tersebut

"Tidak hadir, tidak masalah. Tidak menjadi hambatan dalam penyelidikan. Nanti bisa kita panggil paksa kalau sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan," terangnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kabur, Dua Napi Lapas Bengkalis Kembali Berhasil Diringkus
- Ibu Pencuri 3 Tandan Sawit di PTPN V Sei Rokan Dijatuhi Hukuman Percobaan
- Lagi, Bandar Narkoba Dibekuk Tim Opsnal Polres Pelalawan
- Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat
- Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis
- Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil
- Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa
- Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul
- Demi Berjudi, Dua Petani di Bengkalis Diduga Nekat Maling Motor
- Dua Unit Rumah di Pinggir, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Pencuri Honda Vario di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul di Kepenuhan Hulu
- Pelaku Curas di Rambah Hilir Ditangkap Polisi Rohul di Padang Lawas
- Terkena Peluru Nyasar, Seorang Warga Rohil Tewas
- Melawan Usai Mencuri Puluhan Kursi Gereja, Pria di Pekanbaru Ini Ditembak Polisi
- Digunjingi di Medsos Terpergok Mesum di Hotel, Seorang Petinggi Indah Kiat Ngaku Hanya Antar Makanan
- Kasus Bongku, Ketua PN Bengkalis Meminta Seluruh Pihak Hormati Putusan Hakim
- Aksi Saat PSBB, Empat Warga Bengkalis Dihukum Denda Rp500 Ribu
- Gelapkan Pajak, Wakil Kuasa Direktur CV ABM Divonis 1,5 Tahun Penjara
- Gelar Aksi Saat PSBB, Empat Warga Bengkalis Terancam Empat Bulan Penjara
- Polres Rohil Bekuk komplotan Curas dan Sindikat Narkoba


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com