Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 15 Juli 2020 16:42
HUT Adhyaksa ke 60 dan HUT IAD XX 2020, Kajari Pelalawan Taja Baksos

Rabu, 15 Juli 2020 16:36
Sidang Perdana Karhutla PT Adei, Jaksa Bacakan Dakwaan

Rabu, 15 Juli 2020 15:33
64 Kepala SMPN Mundur, Dewan Minta Lapor Jika Mereka Ditekan

Rabu, 15 Juli 2020 15:27
Bertepuk Sebelah Tangan Dengan PKS,
Demokrat Bengkalis Tidak Akan Tinggal Diam


Rabu, 15 Juli 2020 15:08
Nilai Investasi Terbesar di Riau Terbanyak di Dumai

Rabu, 15 Juli 2020 14:48
Pelantikan Eselon III dan IV Pemprov Riau Tunggu Pengesahan Enam UPT Baru

Rabu, 15 Juli 2020 14:02
PT Sari Lembah Subur Gelar Apel Siaga Antisipasi Karhutla

Rabu, 15 Juli 2020 13:41
Bupati Copot Hardiansyah, Tunjuk MD Rizal Plt Kadis PUPR Pelalawan.

Rabu, 15 Juli 2020 13:16
Kejari Bengkalis Salurkan Bantuan Pangan dan Gelar Sunatan Massal

Rabu, 15 Juli 2020 12:58
Permintaan Bawaslu Soal Data Pemilih A.K.W.K Ditokak KPU


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 19 Juli 2019 08:06
Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa

Dua pegawai Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti ditahan jaksa. Disangka korupsi dana restribusi.

Riauterkini-SELATPANJANG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti menahan SF dan GT, dua Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Meranti. Penahan dilakukan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi retribusi kempang dan kapal barang.

Kasi Intel Kejari Meranti Zia Ul Fattah Idris kepadaáwartawan melalui sambungan telephon, Kamis (18/7/19) malam membanrkan langkah penyidik tersebut. Keduanya diduga melakukan tindak korupsi dana restribusi selama 3 tahun. Dari 2012 sampai 2015 lalu.

Dijelaskan Zia, keduaátersangka melakukan pungutan restribusi lewat karcis atau pas naik ke kempang, namun hasil kutipan tersebut tidak seluruhnya distorkan untuk kas daerah. Untuk memuluskan aksinya, keduanya diduga mencetak karcis atau tiket sendiri alias membuat karcis palsu.

"Seharusnyaásesuai aturan berlaku, karcis atau pas harus dikeluarkan oleh DPPKAD Kabupaten Kepulauan Meranti. Kedua oknum DLLAJ itu mencetak sendiri dan menjual kepada penumpang," ungkap Zia.

Pehananan terhadap dua tersangka dilakukan penyidik untuk mempercepat proses penyelidikan. Tidak tertutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

"Sejauh ini kedua tersangka masih terbuka kepada penyidik dan mengakui perbuatannya, mudah-mudahan dalam waktu secepatnya kasus ini akan segara terungkap lagi," demikian penjelasan Zia.***(rud)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Perdana Karhutla PT Adei, Jaksa Bacakan Dakwaan
- "Jajan" PSK Pakai Uang Palsu, Pria di Pekanbaru Ini Dikerangkeng
- Seorang Istri di Pelalawan, Pergoki Suami Gauli Putri Kandungnya
- Jadi Kurir Sabu, Dua Warga Sumut Diamankan Polres Pelalawan
- Terpeleset Saat Bermain di Turap Sungai Kuantan, Siswa SMP di Teluk Kuantan Hilang
- Polres Siak Sita Ratusan Tual Kayu Diduga Hasil Tindak Pidana Ilegal Logging
- Diupah Rp90 Juta, Polres Bengkalis Ringkus Tiga Kurir Sabu 14,58 Kg
- Polres Bengkalis Ringkus Kurir Sabu di Pangkalan Jambi
- Penipu Modus BIN Gadungan Ditangkap Polda Riau
- Polresta Pekanbaru Ringkus Duet Pengedar Narkoba Bersenjata Api
- Dipastikan Bukan Penderita Corona, Mayat Pria Tergeletak di Tepi Jalan di Pelalawan
- Hindari Tabrakan, Sebuah Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Parit
- Polda Riau Sita 15,8 Kilogram Sabu di Pelabuhan Roro Dumai
- Jadi Saksi, Ketua DPRD Riau Diingatkan Hakim Ancaman Pidana Keterangan Palsu
- Sidang Perdana Kebakaran Lahan PT Adei di PN Pelalawan Ditunda
- Korban Luka-luka, Jambret Diringkus Polres Bengkalis
- Tragis! Seorang Ibu Muda di Pelalawan Tewas Bakar Diri
- Tiga Pejabat Sekwan Rohil Terjerat Korupsi Dana Publikasi Media Diadili
- Dipindah KPK ke Pekanbaru, Bupati Bengkalis Nonaktif Tiba dengan Tangan Diborgol
- Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com