Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Nopember 2019 22:24
Telah Melamar di 5 Parpol, Pasangan "BERSERI" Unjuk Keseriusan di Pilkada Meranti 2020

Senin, 11 Nopember 2019 21:25
Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis

Senin, 11 Nopember 2019 20:17
Pendaftaran CPNS Kuansing Dimulai 14 Nopember 2019

Senin, 11 Nopember 2019 19:56
Andalkan Gamma Knife, UKM Specialist Centre Jaring Warga Riau

Senin, 11 Nopember 2019 18:02
Sertijab 6 Pejabat Eselon II Sertijab, Sekda Rohul Pesankan Tingkatkan Kinerja

Senin, 11 Nopember 2019 16:42
Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Pahlawan

Senin, 11 Nopember 2019 16:09
Bawaslu Buka Perekrutan Panwascam Pilkada Bengkalis 2020

Senin, 11 Nopember 2019 16:01
Bupati Sampaikan Estimasi RAPBD Kuansing 2020 Rp 1,2 Triliun

Senin, 11 Nopember 2019 15:55
Adi Sukemi Pulangkan Formulir Pendaftaran di Partai Demokrat

Senin, 11 Nopember 2019 15:45
Mendaftar ke Demokrat Rohul,
Arfizal Anwar Ingin Jadi Juru Kunci dan Bisa Berlayar Bersama Demokrat di Pilkada 2020


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Agustus 2019 10:26
Praktisi Hukum Kiritisi Proyek Gedung Perpustakaan Kuansing

Pembangunan Gedung Perpustaka Kuansing dikritisi praktisi hukum. Dianggap memboroskan anggaran yang mestinya digunakan sejahterakan rakyat.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Praktisi hukum Kuansing Zubirman, SH menilai pembangunan Gedung Pustaka Daerah Kuansing belum urgen. Terlebih menghabiskan miliaran rupiah.

"Kita menilai ada beberapa kejanggalan yang kita cium dalam pembangunan Gedung tersebut. Terkesan dipaksakan," ujar Zubirman Selasa (13/8/2019) di Telukkuantan kepada riauterkini.com.

Dikatakan Zubirman, pembangunan Gedung ini terkesan seperti pesanan, karena masih banyak Gedung milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk penempatan pustaka. Namun, tetap juga ingin membangun Gedung baru, menurutnya termasuk janggal.

"Gedung lama masih ada, seperti Pustaka lama sebaiknya di renovasi dan lengkapi dengan fasilitas memadai tentu tidak akan mengeluarkan biaya banyak. Sementara Pembangunan Gedung baru nilainya mencapai miliaran rupiah, kan cukup mubazir. Ada apa dibalik semua itu," kata Zubirman.

Tidak hanya itu, dalam pemenangan tender proyek ini kata Zubirman juga terkesan seperti pesanan, karena apa, karena pelaksana proyek ini di tahun 2018 perna mengerjakan bangunan SDN 018 Koto Taluk, dalam perjalanannya diduga perna mengalami gagal beton meskipun diperbaiki ulang.

"Seharusnya perusahaan ini menjadi catatan bagi pemerintah. Tapi sebaliknya malahan mereka kembali memenangkan proyek dengan perusahaan yang sama, tentu ini menimbulkan kecurigaan," ungkap Zubirman.


Lebih lanjut Zubirman mengatakan, berdasarkan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi di ubah dengan UU No 21 tahun 2000 ada beberapa jenis tindak pidana korupsi.

"Antaranya menerima hadiah/ gratifikasi. Perbuatan curang dan suap menyuap. Jika proyek tersebut terindikasi seperti yang disebutkan UU ini, tentu memenuhi unsur korupsi dan penegak hukum wajib menindak lanjutinya," jelas Zubirman.

Terkait pemenangan tender proyek ini, Kabag Pembangunan Kuansing Andre Yama, selaku penangggungjawab ULP sebelumnya memastikan tidak ada permainan dalam pemenangan proyek ini.

Karena menurutnya, evaluasi berdasarkan dokumen penawaran yang disampaikan rekanan sehingga perusahaan yang memenuhi syarat lah yang ditetapkan sebagai pemenang.

Sementara pelaksana proyek Jondri Sahwana, dikonfirmasi Senin (12/8/2019) kemarin via WhatsApp terkait perusahaan yang sama memenangkan Pustaka dan SDN 018 Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah, hingga kini belum memberikan jawaban. * (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis
- Polres dan BC Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pengedar 10 Kg Sabu-sabu
- Jajaran Polres Pelalawan Berhasil Tangkap Pelaku Ranmor
- Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Pelecehan Seksual
- Diduga Alami Pecah Pembuluh Darah, Buruh di Rohil Ditemukan Tewas
- Dituding Gelapkan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Disidang
- Utang Material Rp2,874 M, JPU Kejari Bengkalis Akan Dalami Tersangka Baru
- Bullying di Sekolah, Siswa SMP di Pekanbaru Alami Patah Hidung Dikeroyok Temannya
- Selama Operasi Zebra Muara Takus 2019‎, Polisi Rohul Tilang 1.664 Pengendara
- Tak Bayar Material Rp2,874 M, Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Dipenjarakan
- ‎Dua Bulan Jabatan Kapolres Rohul, 40 Tersangka Narkoba dari 30 Kasus Berhasil Ditangkap
- Polsek Rupat Dipraperadilankan,
Tim Advokasi Polres : Penangkapan Tersangka Pengedar Sabu Sudah Penuhi SOP

- PN Pasirpangaraian Eksekusi Sebidang Tanah di Rantau Kasai Tanpa Perlawanan
- Diduga Dipicu Konslet, Dua Petak Rumah Semi Permanen di Duri Terbakar
- Operasi Zebra Muara Takus 2019 , Polres Kuansing Tilang 563 Pengendara
- Kantor DPC Partai Hanura Inhu Terbakar
- Diduga Langgar HAM, Polsek Rupat, Bengkalis Digugat Tersangka Kasus Narkoba
- Ini Alasan Bupati Rohul Membawa Senjata ke Bonai Darussalam
- Viral Bupati Rohul Bawa Senjata di Pinggang Saat Kunjungan ke Kecamatan Bonai Darussalam
- Diduga Sakit, Mayat Pria Ditemukan Dibangunan Eks Hotel Sultan Ameh Duri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com