Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 Nopember 2019 16:25
Wajib Hadiri Pelantikan Sekda, Telegram Gubri Untuk Kepala Daerah Cuma Gertak Sambal

Jum’at, 22 Nopember 2019 16:18
Diterima 83 Formasi, Sudah 1.360 Pelamar Mendaftar Seleksi CPNS Bengkalis

Jum’at, 22 Nopember 2019 15:15
Dilantik Gubri Jadi Sekdaprov, Yan Prana Resmi Sempat Keliru Ucapkan Sumpah

Jum’at, 22 Nopember 2019 14:11
Tiga Kabupaten Kota di Riau Terima Penghargaan Swasti Saba KKS 2019

Jum’at, 22 Nopember 2019 13:00
EMP Bentu Suplai Gas untuk Program Jargas di Kota Dumai

Jum’at, 22 Nopember 2019 12:57
Kantor Pajak Laksanakan Kegiatan "Pajak Bertutur" di Telukkuantan

Jum’at, 22 Nopember 2019 12:14
Gubri Buka Amplop Bersegel, Sah, Yan Prana Jaya Sekdaprov Riau

Jum’at, 22 Nopember 2019 11:33
Gladi Resik Dijadwalkan Sebelum Pelantikan Sekdaprov Riau

Jum’at, 22 Nopember 2019 09:51
Pelantikan Sekdaprov Misterius, Ucapan Papan Bunga Wagubri Tanpa Nama Pejabat Dilantik

Kamis, 21 Nopember 2019 23:27
Polisi Tetapkan Seorang Lurah di Pelalawan Tersangka Pungli

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Agustus 2019 10:26
Praktisi Hukum Kiritisi Proyek Gedung Perpustakaan Kuansing

Pembangunan Gedung Perpustaka Kuansing dikritisi praktisi hukum. Dianggap memboroskan anggaran yang mestinya digunakan sejahterakan rakyat.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Praktisi hukum Kuansing Zubirman, SH menilai pembangunan Gedung Pustaka Daerah Kuansing belum urgen. Terlebih menghabiskan miliaran rupiah.

"Kita menilai ada beberapa kejanggalan yang kita cium dalam pembangunan Gedung tersebut. Terkesan dipaksakan," ujar Zubirman Selasa (13/8/2019) di Telukkuantan kepada riauterkini.com.

Dikatakan Zubirman, pembangunan Gedung ini terkesan seperti pesanan, karena masih banyak Gedung milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk penempatan pustaka. Namun, tetap juga ingin membangun Gedung baru, menurutnya termasuk janggal.

"Gedung lama masih ada, seperti Pustaka lama sebaiknya di renovasi dan lengkapi dengan fasilitas memadai tentu tidak akan mengeluarkan biaya banyak. Sementara Pembangunan Gedung baru nilainya mencapai miliaran rupiah, kan cukup mubazir. Ada apa dibalik semua itu," kata Zubirman.

Tidak hanya itu, dalam pemenangan tender proyek ini kata Zubirman juga terkesan seperti pesanan, karena apa, karena pelaksana proyek ini di tahun 2018 perna mengerjakan bangunan SDN 018 Koto Taluk, dalam perjalanannya diduga perna mengalami gagal beton meskipun diperbaiki ulang.

"Seharusnya perusahaan ini menjadi catatan bagi pemerintah. Tapi sebaliknya malahan mereka kembali memenangkan proyek dengan perusahaan yang sama, tentu ini menimbulkan kecurigaan," ungkap Zubirman.


Lebih lanjut Zubirman mengatakan, berdasarkan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi di ubah dengan UU No 21 tahun 2000 ada beberapa jenis tindak pidana korupsi.

"Antaranya menerima hadiah/ gratifikasi. Perbuatan curang dan suap menyuap. Jika proyek tersebut terindikasi seperti yang disebutkan UU ini, tentu memenuhi unsur korupsi dan penegak hukum wajib menindak lanjutinya," jelas Zubirman.

Terkait pemenangan tender proyek ini, Kabag Pembangunan Kuansing Andre Yama, selaku penangggungjawab ULP sebelumnya memastikan tidak ada permainan dalam pemenangan proyek ini.

Karena menurutnya, evaluasi berdasarkan dokumen penawaran yang disampaikan rekanan sehingga perusahaan yang memenuhi syarat lah yang ditetapkan sebagai pemenang.

Sementara pelaksana proyek Jondri Sahwana, dikonfirmasi Senin (12/8/2019) kemarin via WhatsApp terkait perusahaan yang sama memenangkan Pustaka dan SDN 018 Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah, hingga kini belum memberikan jawaban. * (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Tetapkan Seorang Lurah di Pelalawan Tersangka Pungli
- Terbukti Korupsi Dana UED-SP, Seorang Ketua Koperasi di Bengkalis Divonis 6 Tahun Penjara
- Antisipasi Karlahut, TNI dan Polri di Rohul Tetap Giat Sosialisasi Walau Musim Hujan
- Polres Inhil Periksa Saksi Kebakaran Lahan di PT Pulau Sambu Kuala Enok
- Diduga Aniaya Anak Tiri, Pria Asal Rokan IV Koto Dikerangkeng di Mapolres Rohul
- Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Haram di Pinggir
- Gerebek Sebuah Rumah di Tambusai Barat, Satres Narkoba Polres Rohul Berhasil Sita 17 Paket Sabu
- Melalui FGD, Polres Rohul Mengajak Masyarakat Ikut Mengantisipasi Paham Radikalisme
- Sekdes Pelaku Pungli Pengurusan Sertifikat Prona di Gunung Sahilan, Kampar Dituntut 6 Tahun Penjara
- Lima Kali Digauli di Lapangan Bola, Siswi SMA di Rohul Hamil dan Kekasihnya Ditangkap Polisi
- Diduga Nyabu, Buruh Panen di Bengkalis Diringkus Polisi
- Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru
- Gulung Komplotan Maling Minyak, Chevron Apresiasi Keberhasilan Polda Riau
- Motor Scopy Ketua RT di Tangkerang Utara Digondol Maling Saat Sholat Subuh
- Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping
- "Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis
- Beli Barang Haram, Cewek 26 Tahun di Bengkalis Ini Dijebloskan ke Penjara
- Miliki 6 Paket Sabu, Seorang Warga Lirik Inhu Ditangkap Polisi
- Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Haram Sabu, Pil "Kerang" dan Ganja
- Mandi di Waduk PT Kojo, Siswa SMA di Mandau Tewas Tenggelam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com