Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Nopember 2019 22:24
Telah Melamar di 5 Parpol, Pasangan "BERSERI" Unjuk Keseriusan di Pilkada Meranti 2020

Senin, 11 Nopember 2019 21:25
Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis

Senin, 11 Nopember 2019 20:17
Pendaftaran CPNS Kuansing Dimulai 14 Nopember 2019

Senin, 11 Nopember 2019 19:56
Andalkan Gamma Knife, UKM Specialist Centre Jaring Warga Riau

Senin, 11 Nopember 2019 18:02
Sertijab 6 Pejabat Eselon II Sertijab, Sekda Rohul Pesankan Tingkatkan Kinerja

Senin, 11 Nopember 2019 16:42
Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Pahlawan

Senin, 11 Nopember 2019 16:09
Bawaslu Buka Perekrutan Panwascam Pilkada Bengkalis 2020

Senin, 11 Nopember 2019 16:01
Bupati Sampaikan Estimasi RAPBD Kuansing 2020 Rp 1,2 Triliun

Senin, 11 Nopember 2019 15:55
Adi Sukemi Pulangkan Formulir Pendaftaran di Partai Demokrat

Senin, 11 Nopember 2019 15:45
Mendaftar ke Demokrat Rohul,
Arfizal Anwar Ingin Jadi Juru Kunci dan Bisa Berlayar Bersama Demokrat di Pilkada 2020


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2019 09:31
Jaksa Tunda Tuntutan Oknum Kades Cabul di Bengkalis

Seorang kepala desa di Bengkalis tersangkut kasus asusila. Proses pembacaan tuntutannya ditunda jaksa.

Riauterkini-BENGKALIS- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis tunda membacakan tuntutan terdakwa Kepala Desa (Kades) Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Jan alias Kijan (53) atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap warganya sendiri yang masih pelajar setingkat menengah pertama.

Kepastian ditundanya tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Eriza Susila, S.H.

"Sidang ditunda karena tuntutannya belum selesai. Dijadwalkan Senin atau Selasa pekan depan sidang kembali digelar," ungkap Eriza kepada wartawan, Selasa (13/8/19).

Disidang sebelumnya, berdasarkan dari kesaksian korban pelajar berumur 15 tahun yang menjadi korban, di atas sumpah dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menyebutkan, oknum Kades Jan telah berbuat tidak senonoh sebanyak lima kali.

"Saksi korban maupun keluarga sudah menjelaskan di persidangan sebagaimana dakwaan terdakwa yang sudah dibacakan. Dan memang terjadi perbuatan itu (cabul, red) lima kali sebagaimana keterangan korban dan keterangan yang diberikan itu telah di bawah sumpah," ungkap Eriza beberapa waktu lalu.

Terhadap keterangan saksi korban sendiri, terdakwa Kades Jan membantah dengan alasan bermuatan politik terkait pemilihan kepala desa. Perkara ini mengada-ngada hanya bertujuan untuk menjatuhkan dirinya sebagai Kades.

"Itu salah satu alasannya, terdakwa membantah keterangan saksi korban yaitu untuk menurunkan terdakwa sebagai Kades. Sidang selanjutnya akan menghadirkan saksi dari sekolah korban, teman korban, dan saksi yang bekerja di Kantor Desa Pedekik," katanya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis menetapkan Jan, Kepala Padekik sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukannya. Penetapan tersangka dilakukan setelah Satreskrim melakukan gelar perkara dari penyelidikan yang dilakukan.

Hasil gelar perkara Satreskrim menetapkan Jan, Kades Padekik sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

Pencabulan dilakukan oknum Kades ini pertama kali dilakukan kepada korbannya bernisial BS (15) pada Desember tahun lalu. Jan awalnya menghubungi korban dengan modus akan membantu pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ketika korban dihubungi Jan dia meminta untuk bertemu korban. Saat bertemu korban dibawa jalan-jalan dengan menggunakan roda empat milik Jan.

Tidak dapat mengelakkan nafsu birahinya, Jan melakukan rayuan kepada korban. Saat itulah terjadi pencabulan terhadap korban.

Bahkan korban diberikan uang setelah dicabuli. Selain itu oknum Kades ini juga memberikan bantuan kepada keluarga korban demi menutupi perbuatannya itu.

Tidak hanya sampai disitu, ternyata perbuatan cabul tersebut tidak hanya dilakukan sekali. Tersangka J terus melakukan perbuatan tersebut beberapa kali dan akhirnya diketahui orang tua korban pada Januari.

Tidak terima perlakuan cabul dilakukan terhadap anaknya Ibu korban Mah langsung melaporkan perbuatan tersangka ke Mapolres Bengkalis.

Akibat perbuatan ini Jan terancam hukuman penjara di atas lima tahun, dijerat dengan Pasal 82 Junto Pasal 76 Huruf e Undang-undang Nomor 35/2014 <352014>tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23/2002 <232002> tentang Perlindungan Anak.***(dik)

Foto : Jan alias Kijan, Kades Pedekik, Kecamatan Bengkalis (kiri) ketika dilimpahkan ke Jaksa Penuntut untuk diadili ke pengadilan beberapa waktu lalu.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis
- Polres dan BC Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pengedar 10 Kg Sabu-sabu
- Jajaran Polres Pelalawan Berhasil Tangkap Pelaku Ranmor
- Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Pelecehan Seksual
- Diduga Alami Pecah Pembuluh Darah, Buruh di Rohil Ditemukan Tewas
- Dituding Gelapkan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Disidang
- Utang Material Rp2,874 M, JPU Kejari Bengkalis Akan Dalami Tersangka Baru
- Bullying di Sekolah, Siswa SMP di Pekanbaru Alami Patah Hidung Dikeroyok Temannya
- Selama Operasi Zebra Muara Takus 2019‎, Polisi Rohul Tilang 1.664 Pengendara
- Tak Bayar Material Rp2,874 M, Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Dipenjarakan
- ‎Dua Bulan Jabatan Kapolres Rohul, 40 Tersangka Narkoba dari 30 Kasus Berhasil Ditangkap
- Polsek Rupat Dipraperadilankan,
Tim Advokasi Polres : Penangkapan Tersangka Pengedar Sabu Sudah Penuhi SOP

- PN Pasirpangaraian Eksekusi Sebidang Tanah di Rantau Kasai Tanpa Perlawanan
- Diduga Dipicu Konslet, Dua Petak Rumah Semi Permanen di Duri Terbakar
- Operasi Zebra Muara Takus 2019 , Polres Kuansing Tilang 563 Pengendara
- Kantor DPC Partai Hanura Inhu Terbakar
- Diduga Langgar HAM, Polsek Rupat, Bengkalis Digugat Tersangka Kasus Narkoba
- Ini Alasan Bupati Rohul Membawa Senjata ke Bonai Darussalam
- Viral Bupati Rohul Bawa Senjata di Pinggang Saat Kunjungan ke Kecamatan Bonai Darussalam
- Diduga Sakit, Mayat Pria Ditemukan Dibangunan Eks Hotel Sultan Ameh Duri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com