Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Nopember 2019 22:02
Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan

Senin, 18 Nopember 2019 19:18
Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda PajakĀ 

Senin, 18 Nopember 2019 18:51
Serius Maju Pilkada Kuansing, Ukup Ajukan Surat Pengunduran Diri dari Direktur RSUD

Senin, 18 Nopember 2019 18:03
Hanya Empat Calon Dirut BRK Lulus Tes Administrasi

Senin, 18 Nopember 2019 17:42
Pemprov Sambut Baik, Nono Patria Akhirnya Diumumkan Jadi Calon Waka DPRD Rohul

Senin, 18 Nopember 2019 17:09
Gandeng Jendral, Khairizal Optimis Menangkan Pilkada Inhu 2020

Senin, 18 Nopember 2019 17:00
Petani Sawit Swadaya Riau Kembali Berhasil Raih Sertifikasi RSPO

Senin, 18 Nopember 2019 16:55
Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru

Senin, 18 Nopember 2019 15:18
Bangun Masjid Baru, Kepala Kejati Riau Letakan Batu Pertama

Senin, 18 Nopember 2019 15:04
4 Hari Dibuka, 207 Pelamar Daftar Seleksi CPNS Bengkalis

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 16 Agustus 2019 07:57
Prihatin Jaksa Tuntut Mati, Kuasa Hukum Terdakwa 37 Kg Sabu Fokus Siapkan Pledoi

Kuasa hukum lima terdakwa 37 kilogram sabu prihatin tiga kilennya dituntut vonis mati. Kini fokus siapkan pledoi.

Riauterkini - PEKANBARU - Keprihatinan Kuasa Hukum Terdakwa, Achmad Taufan bukan tanpa sebab. Karena Ia menilai pembuktian temuan narkoba dalam sebuah pompong itu lemah dari sisi pembuktian.

"Jelas ini sangat ironis dan memprihatinkan penegakan hukum kita. Sudah jelas fakta dalam persidangan sangat lemah pembuktian. Bahkan majelis hakim beberapa kali menegur JPU karena pertanyaan-pertanyaan JPU tidak fokus mengarah kepada inti materi pembuktian. Hanya berputar-berputar saja," terangnya.

Meski demikian, Ia percaya majelis hakim memiliki pertimbangan terbaik. Tentu dengan melihat fakta persidangan yang sudah berlangsung. Mulai dari keterangan ahli, penyidik polisi hingga terdakwa.

"Melihat fakta persidangan yang kita jalani, keterangan saksi ahli yang kita hadirkan serta pembuktian penuntut umum yang sangat lemah dapat menjadi pertimbangan terbaik majelis hakim. Kita percaya itu," tambahnya.

Kini, Achmad Taufan tengah fokus dalam menyelesaikan pembelaan. Salah satu rencananya adalah, Ia akan memaparkan secara gamblang fakta persidangan sesuai rekaman sidang dan saksi -saksi. Ini diharapkam dapat menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara sesuai fakta persidangan.

"Berdasarkan fakta persidangan klien kami tidak bersalah dan tidak patut dipersalahkan dalam hal penemuan Narkotika tersebut. Mengingat lemahnya pembuktian penuntut umum dalam persidangan," ujarnya.

Sebelumnya, ahli pidana umum bidang penyidikan Dr Basuki menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kejanggalan atau "missing link" dalam perkara itu. Dosen Pascasarjana Universitas Esa Unggul tersebut menerangkan, ada beberapa kejanggalan dalam kasus itu. Bermula saat barang bukti 37 kilogram sabu ditemukan dalam kapal pompong di perairan Bengkalis, Desember 2018 lalu. Mulanya kapal pompong yang dikendarai Rozali dan beberapa temannya kehabisan minyak. Kala itu pompong ini dicurigai dan digeladah petugas kepolisian yang tengah melaksanakan patroli.

Penggeledahan berlangsung dengan disaksikan oleh Rozali dan lainnya. Penggeledahan itu tidak ditemukan barang bukti. Sehingga Rozali diizinkan untuk meninggalkan kapal guna membeli bahan bakar. Akan tetapi, sekembalinya mereka ke kapal, justru polisi menyebut telah menemukan 37 kilogram sabu-sabu.

"Barang bukti narkotika itu kan katanya ditemukan masyakarat atau polisi. Maka orang yang menemukan harus diproses dan mestinya dihadirkan guna didengar keterangannya di muka persidangan, Kalau itu ngga ada berarti ada hal prinsip yang kurang," ujarnya.

Sementara dalam proses persidangan, terdakwa sepakat mencabut berkas acara pemeriksaan (BAP) kepolisian. Mereka mengaku pemberian keterangan itu dibawah tekanan penyidik Polri.

"Keterangan saksi itu bernilai pembuktian apabila disampaikan di depan persidangan. Dalam hal pencabutan BAP berarti keterangan di penyidik tidak berlaku. Yang berlaku itu di persidangan," jelasnya.

Bukan hanya itu, Basuki juga mengatakan proses penanganan perkara narkoba harus jelas siapa saja yang terlibat. Mukai dari siapa yang membawa bahkan menguasai. "Semua bisa dipidanakan. Seharusanya tahapan ini bisa diungkap dari awal. Tapi disini ada yang terputus " missing link". Tentu kalau begitu sulit disimpulkan," Bebernya.

Sementara tuntutan hukuman mati bagi tiga terdakwa yakni Suci Ramadianto, Iwan Irawan dan Rojali ini disampaikan langsung oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis, Aci Jaya Saputra di Pengadilan Negeri Bengkalis, Kamis (15/08/19) petang. Sementara dua terdakwa lainnya dituntut hukuman 20 tahun penjara.

"Agar majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis yang mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Suci Ramadianto alias Uci bin Subandi dengan pidana mati," katanya.

Dalam persidangan yang dipimpin langsung oleh Hakim Zia Ul Jannah serta hakim anggota Aulia Fatma Widhola dan Annisa Sitawari otu, JPU juga menuntut hukuman yang sama terhadap dia terdakwa lain yaitu Iwan dan Rozali.

Mereka, sesuai fakta persidangan terbukti dan bersalah melanggar tindak pidana narkotika sesuai Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun tahun 2009 atau sesuai dakwaan pertama.

Sedangkan untuk dua terdakwa lainnya yang dituntut hukuman 20 tahun penjara adalah Surya Dharma Dan Muhammad Aris. Selain penjara, keduanya juga dituntut membayar denda Rp20 miliar subsider tiga bulan kurungan.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru
- Gulung Komplotan Maling Minyak, Chevron Apresiasi Keberhasilan Polda Riau
- Motor Scopy Ketua RT di Tangkerang Utara Digondol Maling Saat Sholat Subuh
- Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping
- "Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis
- Beli Barang Haram, Cewek 26 Tahun di Bengkalis Ini Dijebloskan ke Penjara
- Miliki 6 Paket Sabu, Seorang Warga Lirik Inhu Ditangkap Polisi
- Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Haram Sabu, Pil "Kerang" dan Ganja
- Mandi di Waduk PT Kojo, Siswa SMA di Mandau Tewas Tenggelam
- Baru Transaksi di Gubuk, Dua Pengedar Sabu di PT Ekadura Ditangkap Satres Narkoba Polres Rohul
- Gerebek Rumah Pengedar di Desa Bonai, Polisi Rohul Sita 4 Paket Sabu dan 430 Butir Ekstasi
- Prapid Tersangka Sabu di Rupat, Hakim Menangkan Polres Bengkalis
- Tukang Antar Barang Haram, Pria Pengangguran di Bengkalis Ditangkap Polisi
- Diduga Edar Sabu 1 Kg, Pecatan dan Oknum Anggota Polres Bengkalis Diancam Penjara Seumur Hidup
- Terbukti Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohul, Mantan Kacab dan Tiga Pegawai Divonis Berbeda
- Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi
- Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Polsek Pujud
- Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis
- Polres dan BC Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pengedar 10 Kg Sabu-sabu
- Jajaran Polres Pelalawan Berhasil Tangkap Pelaku Ranmor


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com