Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 20 Pebruari 2020 21:42
Cegah Stunting Sejak Dini, Himpaudi dan Disdikbud Siak Gelar Sosialisasi

Kamis, 20 Pebruari 2020 21:35
Presiden Jokowi Dapat Paparan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Riau

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:57
Pemkab Siak Bersama KPP Pratama Pangkalan Kerinci Gelar Pekan Panutan Pajak

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:25
Bendahara PWI Bengkalis Mazwin Tutup Usia, Alfisnardo : "Kami Sangat Kehilangan"

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:10
Gubri Hadiri Rakornas Investas 2020 di Jakarta

Kamis, 20 Pebruari 2020 18:25
Menteri Basuki Semangati Karyawan HKI di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai

Kamis, 20 Pebruari 2020 18:01
Tiga Jari Nenek Putus, Tabrakan Avanza VS Superband di Lintas Timur Pangkalan Kuras

Kamis, 20 Pebruari 2020 17:53
Disambut Gubri, Presiden Jokowi Tiba di Pekanbaru

Kamis, 20 Pebruari 2020 16:54
DPRD Bengkalis Desak Pemkab Usulkan Perda RTRW Kabupaten

Kamis, 20 Pebruari 2020 16:24
Tim Safari Politik Husni Thamrin Lantik Puluhan Relawan di Ukui


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Agustus 2019 13:29
Enam Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat

Kepolisian Daerah Riau memberhentian tidak dengan hormat enam personelnya. Kapolda mengatakan, ini merupakan koreksi bagi jajarannya, agar selalu awas dan berhati-hati dalam bertindak.

Riauterkini - PEKANBARU - Sebanyak enam personil Polda Riau diberhentikan secara tidak hormat oleh Polda Riau. Pemberhentian ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prohastopo.

Enam personil tersebut yakni Putra Budi Rahman yang merupakan mantan personil Res Narkoba Polda Riau. Ia mendapatkan PTDH 31 Juli 2019, karena melanggar pasal 11 huruf C dan Pasal 11 huruf d Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dimana ia tidak menjalankan kewajiban dengan menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum dan tidak menjaga dan memelihara kehidupan berkeluarga secara santun.

Selanjutnya, Harpin yang merupakan mantan personil Yanma SPN Pekanbaru. Ia mendapat PTDH 31 Juli 2019, karena melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri, yaitu telah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor : 601/Pid.Sus/2017/PN.Pbr tanggal 25 Agustus 2017 selama lima tahun, tanpa hak melawan hukum memiliki nakotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Kemudian, Carli Togu Suprianto, yang merupakan mantan personil Sat Narkoba Polres Dumai, PTDH 31-07-2019 dengan melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, yaitu telah meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Ini terhitung mulai tanggal 13 Maret 2018 sampai 23 April 2018.

Lalu, Yoga Sakti Munandar yang merupakan mantan personil Polres Indragiri Hilir, PTDH 31 Juli 2019 yang melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, yaitu telah meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut terhitung mulai tanggal 01 Februari 2017 sampai 17 Maret 2017 dan berlanjut kembali dari tanggal 18 Maret 2017 sampai 07 Januari 2018.

Kemudian, Akhmad Khusaeri. Dia adalah mantan personil Brimob Polda Riau, PTDH tanggal 31-07-2019. Dimana ia melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri, yaitu telah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor : 562/PID.SUS/2017/PN.Pbr tanggal 27 Juli 2017 selama 7 tahun dan denda Rp. 800.000.000 <800000000>. Ia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan tanpa hak atau melawan hukum menguasai Nakotika golongan I bukan tanaman (sabu)

Terakhir yakni Ilham Suardi mantan personil Sabhara Polres Pelelawan. Pengukuhan PTDH, Skep PTDH Bulan November 2018 yang lalu.

"Kejadian ini menjadi koreksi untuk kita semua agar semua personil lebih awas dan berhati hati agar tidak terjerumus dalam tindak laku yang bisa merugikan institusi Polri, diri dan selanjutnya merugikan keluarga," tegasnya.

Menurutnya, para personil tersebut sebelumnya telah diperingatkan berkali-kali. Namun, tidak ada itikad baik untuk berubah. "lebih baik membina yang sudah ada dan baik perilakunya. Bagi Polri junior yang baru saja dilantik agar menjaga diri. Karena sangat rentan dengan godaan. Sebab yang muda yang biasanya sering terpengaruh gara-gara Gadget lepas kendali dan akhirnya salah dalam menggunakan tekhnologi," Paparnya.

Menurut Kapolda, Provinsi Riau termasuk dalam 5 besar dari seluruh Indonesia dalam penyalahgunaan Narkoba tertinggi. "Karena itu kita harus ingat bahwa keluarga kita mengharapkan kita. Jangan mengecewakan keluarga. Apapun jenjang Pendidikan saat masuk Polri, semua adalah yang terpilih dengan predikat terbaik," tutupnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Jari Nenek Putus, Tabrakan Avanza VS Superband di Lintas Timur Pangkalan Kuras
- Kebakaran di Lipatkain Ludeskan Rumah dan Mobil Kijang Kapsul
- Ngaku di Persidangan, Terdakwa Rampok Ortu Ketua KNPI Pelalawan tak Beraksi Tunggal
- Sehari, Polisi Ringkus Empat "Pengusaha" Sabu-sabu di Bengkalis
- Diduga Sakit, Buruh Serabutan di Duri Ditemukan Membusuk
- Biadab, Seorang Paman di Bathin Solapan, Bengkalis Tega Cabuli Keponakan Sendiri
- Maling Kerbau Antar Kabupaten Ditangkap Warga Mandau, Bengkalis
- Terlibat Narkoba Besar, BNN Berharap Oknum Polisi Asal Bengkalis Dihukum Mati
- Termasuk Kasat Intelkam Polres Kuansing, Polda Riau Mutasi Sejumlah Perwira
- Crgah Penyimpangan Dana Desa, Pemkab Siak Gandeng Kejaksaan Gulitkan Progtam 'Jaga Desa'
- Melebihi Tuntutan Jaksa, Direktur Penilap Dana Perusahaan Divonis 3 Tahun Penjara
- Oknum Polisi Terlibat, BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Butir Ekstasi dan 10 Kg Sabu
- Kejari Pekanbaru Terima SPDP Kasus Penganiayaan Dengan Tersangka Anak Bupati Rohil
- Ngaku Dapat Bisikan Ghaib, Polisi Cek Kejiwaan Ayah Bunuh Anak di Pekanbaru
- Sat Res Narkoba Polres Rohil Musnahkan 38 Butir Ekstasi
- Kapolres Inhu Pastikan Berita Upaya Penculikan Anak Hoax
- Ayah Bunuh Anak di Pekanbaru Berdalih Dapat Bisikan Ghaib
- Sadis, Seorang Ayah di Pekanbaru Cekik Anaknya Hingga Tewas
- Tangkap Tiga Bandar, Polres Siak Gagalkan Peredaran 29 Kg Ganja di Tualang
- Tiga Pelaku Perdagangan Organ Harimau Sumatera Dibekuk Polda Riau.


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com