Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Pebruari 2020 19:40
BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:07
62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:03
Minat Kuliah Tamatan SMK di Rohil Tinggi, Namun Terkendala Biaya

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:51
Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:11
Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:06
BI-Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:29
Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:24
Mitsubishi Motors Kembali Pajang Mobil Unggulan di Living World Pekanbaru

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:20
Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos

Kamis, 27 Pebruari 2020 15:48
Kirim Utusan, Syamsuar Orang Pertama Daftar Calon Ketua DPD Golkar Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Agustus 2019 20:05
Bacakan Pledoi, Terdakwa Narkotika 37 Kilogram Kupas Tuntas Kelemahan Pembuktian Penuntut Umum

Pledoi terdakwa 37 kokigram sabu di kabupaten Bwngkalis di bacakan. Terdakwa kupas terkaitlemahnya pembuktian penuntut umum.

Riauterkini - PEKANBARU - Setalah aebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan tuntutan beberapa waktu lalu, hari ini nota pembelaan dari terdakwa dibacakan dalam persidangan yang dilangsungkan di Kejaksaan Negeri Bengkalis. Pledoi ini dibacakan langsung oleh salah satu terdakwa Suci Ramadianto.

Dalam pembacaan pembelaan itu, Suci beberapa kali sampai bersumpah kepada Allah SWT bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak melakukan jual beli barang haram tersebut. Malahan ia juga sempat bersumpah bahwa jika dia memang benar benar bersalah maka dia siap menerima azab tujuh turunan, namun jika ternyata kesaksiannya benar bahwa dia tidak bersalah maka penuntut umum, penyidik dan semuanya yang terlibat disumpah kena azab tujuh turunannya.

Terdakwa juga menceritakan bagaimana proses awal sampai proses pengadilan dimana terdakwa sangat merasa di dzolimi. Begitupun dengan terdakwa lainnya telah membacakan pembelaan pribadinya masing-masing dengan khusyuk dan serius dengan khidmat.

Kuasa Hukum Terdakwa, Achmad Taufan bersama Ratho Priyasa menyampaikan bahwa Ia turut terharu dan sedih dengan penyampaian pembelaan terdakwa.

"Pledoi ini kami bacakan hampir tiga jam tidak setengah - setengah mengingat perkara ini sangat serius demi mencari kebenaran materil. Dalam pledoi kami kupas tuntas tentang betapa lemahnya pembuktian penuntut umum dalam perkara yang akan menghilangkan tiga nyawa manusia tersebut," terangnya.

Isi pledoi tersebut diantaranya yakni secara tegas dan menyakinkan diatas sumpah seluruh terdakwa mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian di muka persidangan dan tidak terbantahkan oleh Penuntut Umum. Sudah sangat jelas dan terang bahwa Terdakwa Suci Ramadianto tidak ada kaitannya dengan penemuan narkotika 37 Kg di dalam pompong tersebut.

Dalam pledoinya, dijelaskan bahwa sebelum ditemukan narkotika tersebut terlebih dahulu petugas Polairud melakukan penggeledahan yang disaksikan seluruh terdakwa dan terbukti tidak ditemukan barang mencurigakan berupa narkotika jenis sabu seberat 37 kilogram dan terbukti juga saat para terdakwa diizinkan oleh petugas Polairud tersebut untuk membeli minyak. Kemudian tidak adanya alat bukti yang membuktikan hubungan hukum, seperti komunikasi antara terdakwa Suci dengan terdakwa lainnya.

Selanjutnya, dalam pebelaan pihaknya juga menilai bahwa tidak bisa dibuktikan bahwa ada transaksi cash atau transfer dari terdakwa Suci Ramadianto kepada seluruh terdakwa ataupun kepada oknum yang masih DPO, yang kemudian penuntut umum terjebak pada tuntutannya dengan membuat alur cerita bahwa terdakwa Suci dapat pesanan narkotika dari Iwan yang saat ini di Lapas Rajabasa Lampung.

"Kita juga sempat minta secara tegas kepada penuntut umum untuk menghadirkan Iwan dalam persidangan. Namun penuntut umum mengatakan "sesungguhnya penuntut umum tidak tahu apakah Iwan ini ada orangnya ataukah Iwan ini hantu". Ini sebuah ironi dan semestinya menjadi catatan hukum yang penting bagi kita semua ketika penuntut umum dengan percaya diri meminta agar terdakwa dihukum mati atas sesuatu tindak pidana antara terdakwa dan seseorang bernama Iwan sementara penuntut umum ragu apakah sosok Iwan ini manusia atau hantu. Bahkan tidak tertuang dalam BAP, tidak juga berstatus (DPO) dari kepolisian," Bebernya.

Ia menyimpulkan, bahwa tuntutan hukuman mati kepada tiga terdakwa dan dua puluh tahun kepada dua terdakwa lainnya merupakan tuntutan yang luar biasa fantastis namun dengan pembuktian yang sangat biasa dan lemah. "Tuntutan yang bukan main namun dalam pembuktian kesalahan terdakwa penuntut umum main-main. Misalnya dari tidak adanya petunjuk yang membuktikan bahwa para terdakwa bersalah dan masih banyak lagi kelemahan - kelemahan pembuktian penuntut umum yang kami ungkapkan dalam Pledoi yang dijabarkan secara terperinci sesuai fakta pemeriksaan dalam persidangan di atas sumpah dan terbuka dihadapan yang mulia Majlis Hakim, penuntut umum, penasehat hukum dan para pengunjung sidang dari pemeriksaan saksi-saksi, saksi ahli, terdakwa, verbal lisan," paparnya.

"Kemudian tidak adanya pemeriksaan alat bukti dalam persidangan oleh penuntut umum, serta yang tidak kalah fatalnya bahwa saksi kunci Sorfia dan Suhairi yang menemukan Narkotika tersebut tidak dihadirkan oleh penuntut umum. Lanjut, tidak dibacakan di bawah sumpah dalam persidangan, serta saksi Verbal Lisan hanya satu yang dihadirkan yaitu yang memeriksa terdakwa Suci Ramadianto, sedangkan pemeriksa untuk terdakwa lainnya tidak dapat dihadirkan, padahal sangat penting untuk dihadirkan mengingat seluruh terdakwa lainnya turut mencabut BAP dalam persidangan," Tambahnya lagi.

Taufan berkayakinan, dari semua pembuktian fakta persidangan yang direkam dengan jelas para terdakwa tidak terbukti bersalah dalam penemuan narkotika sebanyak 37 kilogram tersebut.

"kami berkeyakinan bahwa Majelis Hakim yang mulia akan mempertimbangkan semua nota pembelaan kami dengan tuntutan penuntut umum sesuai fakta pemeriksaan di persidangan. Sehingga dapat menemukan kebenaran materil dalam perkara ini yang kami yakini bahwa para terdakwa tidak bersalah dan layak diputuskan dengan putusan bebas," harapnya.

Sidang ini informasinya akan dilanjutkan dengan pembacaan bantahan JPU atas pledoi pada Senin mendatang. Sementara setelahnya kuasa hukum juga akan langsung diminta membacakan duplik atas replik penuntut umum. Sementara putusan diperkirakan akan dilaksanakan pada Kamis minggu depan.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten
- Jualan Sabu, Seorang Nenek di Pekanbaru Pasrah Ditangkap Polisi
- 7 Nelayan Rohil Ditangkap Polisi Malaysia, TNI Siap Bantu Polri dan Pemerintah Setempat
- Satu Lagi Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Diserahkan ke Pidsus Kejari Pekanbaru
- Kebakaran Ludeskan Tiga Rumah Warga Duri, Bengkalis
- Tiga Kali Dipanggil Polda Riau, Plt Bupati Bengkalis Masih Mangkir
- Korupsi Dana Hibah, Mantan Anggota DPRD Bengkalis Dituntut 2 Tahun 3 Bulan Penjara
- Polisi Tangka Pembakar Lahan di Pujud, Rohil
- Polairud Polda Riau Amankan 30 Kubik Meter Kayu Ilegal di Bengkalis
- Simpan Sabu 3 Paket, Rano Karno Dituntut 5 Tahun Penjara
- Pembongkaran TPS di STC Pekanbaru Diwarnai Bentrok Satpol PP Vs Pedagang
- Mayat Tanpa Indetitas di Tapung Dipastikan Bos Tepung Bakso Korban Penculikan
- Polres Bengkalis Temukan Ganja Kering 1,1 Kg di Tepi Selat Bengkalis
- Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Wilayah Tapung Hulu Kampar
- Dua Masih Belia, Polres Pelalawan Tangkap Tiga Jambret
- BC dan Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Ganja 950 Gram
- Mobil Dibakar di Kampar, Pengusaha Tepung Bakso Pekanbaru Diduga Diculik
- Polres Bengkalis Musnahkan 17,554 Kg Sabu-sabu dan 9.798 Butir Pil Happy Five
- Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau
- 24 Mess Karyawan Milik PT Arara Abadi di Tualang Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com