Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 20:53
PSF Chapter Riau Korwil Rohul Bantu Masjid Silaturrahim Wonosri Timur

Ahad, 23 Pebruari 2020 20:23
Proyek WC Dan Menara View Bono Ambruk Sebelum Diserah Terimakan

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:58
Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:10
Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:47
Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:40
Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:08
Andi Rachman dan Syamsuar Bakal Bersaing di Musda Golkar Riau Nanti

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 4 September 2019 16:58
Putus Akses Jalan Masyarakat,
Polisi: Kasus Alat Berat WNA di Rupat Sudah Selesai


Kasus putusnya akses jalan masyarakat di Pulau Rupat yang diduga akibat parit yang dibangun warga negara asing, dikatakan telah diselesaikan.

Riauterkini-BENGKALIS- Alat berat dioperasikan oleh warga negara asing (WNA) memutus akses jalan poros masyarakat dan merusak kebun-kebun warga dan menuai protes masyarakat setempat dan heboh di media sosial (Medsos) di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis dikabarkan selesai dimediasi, Rabu (4/9/19) petang.

Kapolsek Rupat AKP Masrial ketika dikonfirmasi, Rabu (4/9/19) petang menyebutkan, perkara itu sudah selesai dimediasi. Hasil mediasi melalui musyawarah, bahwa kanal yang memutuskan akses jalan adalah masih di atas lahan milik Siti Azizah. Kanal tersebut dibuat sekeliling lahan untuk menghindari kebakaran lahan (Karla). Kanal yang dibuat memutus jalan, pemilik lahan memberikan izin kepada warga untuk membuat jembatan.

Selanjutnya terhadap sejumlah pohon produktif yang menjadi sasaran alat berat, akan diinventarisir apakah milik masyarakat setempat atau ditanam di atas tanah atas nama Siti Azizah. Jika tanaman itu milik warga akan diupayakan untuk diganti rugi.

"Alhamdulillah, sudah selesai dimediasi dan tidak ada masalah lagi. Sudah ada kesepakatan dalam musyawarah baik pemilik lahan atas nama Azizah dengan warga," terang AKP Masrial melalui sambungan telepon seluler, Rabu (4/9/19) petang.

Cua Cin Heng disebut-sebut WNA asal Malaysia itu, cukup dikenal warga di daerah ini dan memiliki istri bernama Siti Azizah.

Sebelumnya diberitakan, beredar kabar aksi protes masyarakat Kampung Delik, Kelurahan Tanjung Kapal Rupat, melalui video dan foto diunggah oleh netizen tersebut juga berisi aksi masyarakat setempat menolak adanya aktivitas alat berat yang sudah merugikan masyarakat tersebut, Sabtu (31/8/19) dan Ahad (1/9/19).

Dari rekaman itu, alat berat membuat kanal cukup lebar dan dalam sehingga jalan yang terlihat berstruktur tanah gambut persis di Kampung Delik, tidak lagi dapat dilalui oleh masyarakat.

Alat berat orang asing disebut-sebut dioperasikan sendiri oleh Cua Cin Heng, WNA asal Malaysia, Ahad (1/8/19) dan secara diam-diam memotong jalan lintas masyarakat Kampung Delik Kelurahan Tanjung Kapal, sehingga warga sekampung itu sulit untuk dilalui.

Sementara itu, Lurah Tanjung Kapal, Sisal, ketika dikonfirmasi wartawan terkait beredarnya video dan foto terjadinya pemotongan jalan dilakukan oleh warga asing di daerah membenarkan. Namun belum bersedia memberikan keterangan lebih jelas.

"Kejadian penggalian iya, warga protes. Terkait apakah itu orang asing apa bukan, belum bisa kami menjelaskan, dan hari ini rapat untuk menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Dalam kejadian ini juga dikabarkan, orang asing itu bukan hanya merusak akses jalan, namun juga merusak pohon karet dibenamkan ke dalam tanah dengan alat berat. Begitu kejadian, masyarakat berdatangan lalu Cua Cin Heng lari dari alat beratnya itu, kemudian alat berat dilarikan oleh operator lain dan di sembunyikan.***(dik)

Foto : Jalan dibuat kanal dengan alat berat dituding masyarakat dilakukan oleh WNA di Kampung Delik Tanjung Kapal, Rupat Bengkalis.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau
- 24 Mess Karyawan Milik PT Arara Abadi di Tualang Terbakar
- Melawan Polisi Saat Ditangkap, Seorang PNS Inhil Ditembak
- Tiga Jari Nenek Putus, Tabrakan Avanza VS Superband di Lintas Timur Pangkalan Kuras
- Kebakaran di Lipatkain Ludeskan Rumah dan Mobil Kijang Kapsul
- Ngaku di Persidangan, Terdakwa Rampok Ortu Ketua KNPI Pelalawan tak Beraksi Tunggal
- Sehari, Polisi Ringkus Empat "Pengusaha" Sabu-sabu di Bengkalis
- Diduga Sakit, Buruh Serabutan di Duri Ditemukan Membusuk
- Biadab, Seorang Paman di Bathin Solapan, Bengkalis Tega Cabuli Keponakan Sendiri
- Maling Kerbau Antar Kabupaten Ditangkap Warga Mandau, Bengkalis
- Terlibat Narkoba Besar, BNN Berharap Oknum Polisi Asal Bengkalis Dihukum Mati
- Termasuk Kasat Intelkam Polres Kuansing, Polda Riau Mutasi Sejumlah Perwira
- Crgah Penyimpangan Dana Desa, Pemkab Siak Gandeng Kejaksaan Gulitkan Progtam 'Jaga Desa'
- Melebihi Tuntutan Jaksa, Direktur Penilap Dana Perusahaan Divonis 3 Tahun Penjara
- Oknum Polisi Terlibat, BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Butir Ekstasi dan 10 Kg Sabu
- Kejari Pekanbaru Terima SPDP Kasus Penganiayaan Dengan Tersangka Anak Bupati Rohil
- Ngaku Dapat Bisikan Ghaib, Polisi Cek Kejiwaan Ayah Bunuh Anak di Pekanbaru
- Sat Res Narkoba Polres Rohil Musnahkan 38 Butir Ekstasi
- Kapolres Inhu Pastikan Berita Upaya Penculikan Anak Hoax
- Ayah Bunuh Anak di Pekanbaru Berdalih Dapat Bisikan Ghaib


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com