Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Januari 2020 21:11
Ngopi Sore Bareng IM3 Ooredoo, 2020 Tambah 40 BTS di Riau

Jum’at, 24 Januari 2020 20:51
Gagal Gelar Piala Dunia U-20, Stadion Utama Riau Diusulkan Jadi Training Camp

Jum’at, 24 Januari 2020 20:44
Klaim Miliki 30 Ribu Dukungan, Pasangan Independen Nurhadi - Toni Sutianto Siap Mendaftar di KPU Inhu

Jum’at, 24 Januari 2020 20:18
Musda KNPI Provinsi Riau yang ke 14 Digelar Awal Februari Mendatang

Jum’at, 24 Januari 2020 19:54
Diparkir Bertahun-tahun, Mobil Milik Petani di Pekanbaru ini Tiba-tiba Terbakar

Jum’at, 24 Januari 2020 19:21
Jelang Pilkada Serentak, Ketua Bawaslu Beri Motovasi Panwascam Kuansing

Jum’at, 24 Januari 2020 19:12
LAM Riau Ajak IPK Bersinergi Jaga dan Bangun Daerah

Jum’at, 24 Januari 2020 18:09
Menpora Tinjau Stadion Utama Riau

Jum’at, 24 Januari 2020 18:03
Polda Riau Periksa 10 Korban Kapal Tenggelam di Dumai

Jum’at, 24 Januari 2020 16:58
Sabu 19 Kg Disita, Polres dan BC Bengkalis Ringkus Tiga Kurir Antar Provinsi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 September 2019 15:15
Divonis 7 Tahun Atas Korupsi Jalan di Bengkalis, Mantan Sekda Dumai Ajukan Banding

Divonis tujuh tahun penjara karena dinyatakan bersalah mengkorupsi dana pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis, mantan Sekdako Dumia Muhammad Nasir menyatakan banding.

Riauterkini-PEKANBARU-Muhammad Nasir, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Dumai yang dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 tahun oleh hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, mengajukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi. Ia tersangkut perkara tindak pidana korupsi pembangunan jalan Batu Panjang-Panngkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. Selain dia, terdakwa Hobby Siregar, Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC) yang turut dihukum pidana penjara oleh hakim dalam proyek multiyear ini, juga mengajukan banding. Hobby sendiri tak terima atas hukuman 7 tahun 6 bulan yang dijatuhkan kepada dirinya.

"Kedua terdakwa yang ditelah dijatuhi vonis hukuman pada Kamis pekan kemarin mengajukan banding ke pengadilan tinggi melalui PN Pekanbaru," terang Rosdiana SH, selaku Panmud Tipikor PN Pekanbaru, Senin (9/9/19) sore. Berdasarkan putusan vonis hukuman majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu, pada sidang Rabu (28/8/19) pekan lalu. Kedua terdakwa yang terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara memperkaya diri sendiri pada pelaksanaan proyek Multiyear. Muhammad Nasir dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. M Nasir diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 2 Miliar atau subsideir selama 1 tahun.

Kemudian, terdakwa Hobby Siregar dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Hoby juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 40.876.991.970,63. Jika terdakwa tidak mengembalikan kerugian negara, maka harta benda terdakwa disita atau dapat diganti (subsidair) selama 3 tahun kurungan.

Hukuman bagi kedua terdakwa yang lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Menurut jaksa, kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara memperkaya diri sendiri serta orang lain, sehingga negara dirugikan sebesar Rp 105.881.991.970.

Dimana perbuatan kedua terdakwa itu terjadi tahun 2013-2015, saat pengerjaan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang merupakan proyek multiyear. Muhammad Nasir yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas PU Pemkab Bengkalis, dan juga selaku PPK.

Proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter itu dianggarkan sebesar Rp 352.360.510.000. Namun, dalam pelaksanaanya, anggaran tersebut hanya dipergunakan terdakwa untuk proyek sebesar Rp 204.605.912.302. Sedangkan sisanya dibagi bagi untuk kepentingan pribadi.

Terdakwa Muhammad Nasir mendapat fee proyek sebesar Rp 2 miliar. Makmur alias Aan Rp 60,5 miliar. H Syaifudin alias Katan Rp 292 juta. Terdakwa Hobby Siregar Rp 40 miliar. Herliyan Saleh, selaku Bupati Bengkalis waktu itu menerima sebesar Rp 1,3 miliar. Jamal Abdilah, Ketua DPRD Bengkalis, Rp 4 miliar. Ribut Susanto, Ismail Ibrahim, Muhammad Iqbal, Tarmizi juga mendapat fee dengan kisaran ratusan juta dan puluhan juta.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau Periksa 10 Korban Kapal Tenggelam di Dumai
- Sabu 19 Kg Disita, Polres dan BC Bengkalis Ringkus Tiga Kurir Antar Provinsi
- Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Korupsi Kredit Macet PT PER Tahap 2
- Digugat karena Babat 3 Ribu Hektar Kebun Sawit, Pemprov Riau Terancam Denda Rp12 Triliun
- Miliki 3 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi, Warga Rohul Diringkus BNNP Riau
- Seorang Personil Tersangkut Narkoba, Satpol Inhu Segera Tes Urine Seluruh Anggota
- Pompong Angkut TKI Tenggelam di Pulau Rupat, 10 Korban Hilang
- Dua Penyelundup 3 Kg Sabu Ditangkap Polda Riau di Kandis
- Diduga Korsleting, Suzuki Carry di Duri, Bengkalis Ludes Terbakar
- 4 Kg Lebih Sabu Disita, 6 Pengedar Sabu di Pekanbaru dan Bengkalis Digulung Polisi
- Terbukti Korupsi Dana Desa, Kades Sako, Kuansing Dihukum 4,5 Tahun Penjara
- Honorer dan Pengedar Sabu di Bengkalis Diringkus Polisi
- Pinjaman UEDSP Fiktif,
Kejari Bengkalis Resmi Tahan Mantan Kades Bukitbatu

- Polda Riau Tetapkan 12 Orang Tersangka Karhutla
- Polres Bengkalis Amankan Enam Tersangka Pembakar Lahan Gambut 84,5 Hektar
- Proyek Pompa Air Gagal BPBD Bengkalis, Polda Riau Cek Legalitas PT PWH ke Jakarta
- Merun Merambat Kebun Orang Lain, Buruh Tani di Bengkalis Ditangkap Polisi
- Truk Tangki CPO Seruduk Rumah Warga Duri
- Ganggu Kenyamanan, Belasan Sepeda Motor Knalpot Bising di Bengkalis Diamankan Polisi
- Angkut Sabu 10 Kg dan 14.581 Butir Pil Ekstasi,
Dua Warga Bengkalis Divonis Mati



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com