Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 9 Juli 2020 11:49
Korban Luka-luka, Jambret Diringkus Polres Bengkalis

Kamis, 9 Juli 2020 09:10
Bupati Kuansing Ingin Bentuk 4 OPD untuk Dukung Sejumlah Program

Kamis, 9 Juli 2020 08:31
Tragis! Seorang Ibu Muda di Pelalawan Tewas Bakar Diri

Kamis, 9 Juli 2020 06:55
Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI

Rabu, 8 Juli 2020 19:34
PT PCR, Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Warga Duri

Rabu, 8 Juli 2020 19:24
Pemkab Pelalawan Serahkan BLT untuk Dua Desa

Rabu, 8 Juli 2020 18:43
Hubungi Kimia Farma, Nama Kadiskes Riau Dicatut

Rabu, 8 Juli 2020 17:04
Tanggulangi COVID-19, RAPP Sumbangkan APD dan Sembako

Rabu, 8 Juli 2020 16:17
Pilkada Dumai, Pleno PAN Dumai Lahirkan Pasangan Edi Sepen-Zainal Abidin

Rabu, 8 Juli 2020 15:51
Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 16:02
Dituntut 3 Tahun dan 1 Tahun 10 Bulan,
Dua Terdakwa Tipikor Cetak Sawah Baru di Pelalawan Mohon Keringanan


Dua terdakwa kasus tipikor dana pembuatan sawah baru di Pelalawan ini, memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim setelah jaksa menuntut mereka hukuman masing-masing penjara tiga tahun dan setahun 10 bulan.

Riauterkini-PEKANBARU- M Yunus dan Sutrisno, dua terdakwa korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan, yang dituntut hukuman bersalah oleh jaksa penuntut pada sidang pekan lalu. Hari ini, Selasa (17/9/19), dalam sidang lanjutan dengan agenda pembelaan (pledoi). Memohon kepada majelis hakim untuk dapat memberikan keringanan hukuman seringan ringannya kepada mereka.

Keduanya menilai, tuntutan hukuman pidana penjara selama 3 tahun 1 tahun 10 bulan yang dijatuhkan jaksa kepada mereka dinilai sangat tinggi.

"Pada pembelaan kami ini, kami memohon kepada majelis hakim untuk dapat memberikan hukuman yang seringan ringannya," ucap terdakwa diruang sidang tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai majelis hakim Dahlia Panjaitan.

Sebelumnya, M.Yunus, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada kegiatan cetak sawah tersebut, dituntut pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Selain tuntutan hukuman, M Yunus juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 185 juta atau subsider selama 1 tahun 6 bulan kurungan.

Sementara rekannya, Sutrisno, selaku Kepala UPTD Kecamatan Teluk Meranti, dan juga koordinator lapangan. Dituntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Sutrisno juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 20 juta subsider selama 1 tahun.

Perbuatan kedua terdakwa ini terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Perkara kedua terdakwa yang merupakan berkas splitan (berkas terpisah) dengan terpidana Jumaling dan Kaharudin ini. Mereka didakwa turut serta melakukan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti.

Berawal, tahun 2012 Kelompok Tani (Poktan) Bina Permai Desa Gambut Mutiara, yang dipimpin Jumalingn mendapat bantuan dana hibah cetak sawah dari APBN melalui DIPA Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek yang dilakukan terpidana Kaharudin, selaku kontraktor pelaksana tak berjalan sebagaimana mestinya.

Dari anggaran Rp1 miliar, kedua terdakwa selaku PPL dan Kepala UPTD yang turut serta dalam pelaksanaan kegiatan cetak sawah tersebut. Tak bisa mempertanggung jawabkan dana bantuan pemerintah. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp750 juta.

Untuk diketahui, terdakwa Jumaling dan Kaharudin telah dijatuhi vonis hukuman masing-masing selama 6 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan penjara.

Selain itu, kedua terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara. Untuk terdakwa Jumaling membayar uang pengganti Rp130.050.000 sedangkan Baharudin membayar Rp584.950.000.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korban Luka-luka, Jambret Diringkus Polres Bengkalis
- Tragis! Seorang Ibu Muda di Pelalawan Tewas Bakar Diri
- Tiga Pejabat Sekwan Rohil Terjerat Korupsi Dana Publikasi Media Diadili
- Dipindah KPK ke Pekanbaru, Bupati Bengkalis Nonaktif Tiba dengan Tangan Diborgol
- Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka
- Praktisi Hukum Nilai Janggal Jika Kebakaran Lahan di PT AA tak Diproses Hukum
- Ditpolair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 1.062 Dus Rokok Ilega
- Jaksa Tuntut Tinggi Tiga Terdakwa Kredit Macet PT PER Pekanbaru
- BC Bengkalis Musnahkan 1.115 Karung Bawang Merah Asal Malaysia
- Lagi, Sekdaprov Riau Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi di Siak
- Polda Dalami Surat Panggilan KPK Palsu untuk Anggota DPRD Riau
- Terekam CCTV, Spesialis Maling di Masjid Diringkus Polres Bengkalis
- BNNP Riau Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi
- Diduga Bawa Puluhan Kg Sabu, Beredar Video Penangkapan Bandar Narkoba di Dumai
- Sekdaprov Riau Diperiksa Jaksa Terkait Dugaab Korupsi Pemkab Siak
- Menjadi Kurir Sabu, Seorang Warga Sorek Dicokok Polisi
- Edar Ganja, Buruh Asal Dumai Diringkus Polres Bengkalis
- Videonya Viral di Medsos, Polresta Pekanbaru Amankan Pelaku Penganiayaan Driver Ojol
- SIM Internasional Kini Dapat Diurus Secara Online
- Saat Jabat Anggota Dewan, Bupati Bengkalis Disebut Terima Suap Ketuk Palu APBD


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com