Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2020 23:32
Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran

Selasa, 26 Mei 2020 21:14
Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh

Selasa, 26 Mei 2020 20:19
Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan

Selasa, 26 Mei 2020 20:05
Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Selasa, 26 Mei 2020 19:43
Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 19:32
Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 17:24
Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama

Selasa, 26 Mei 2020 16:58
Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan

Selasa, 26 Mei 2020 16:48
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon

Selasa, 26 Mei 2020 16:05
PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 7 Oktober 2019 15:08
Banding Dikabulkan, Dua Pegawai BPN Siak Terjerat OTT Bebas di Pengadilan Tinggi.

Dua pegawai BPN Siak terdakwa OTT suap bebas di Pengadilan Tinggi Riau. Banding keduanya dikabulkan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pernyataan banding yang disampaikan dua pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Siak, usai dijatuhi vonis hukuman oleh pengadilan tipikor Pekanbaru, pada sidang bukan Juli 2019 lalu, membuahkan hasil. Setelah pengajuan banding mereka dikabulkan pihak Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru.

Otomatis, dua terdakwa tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat tanah itu, segera menghirup udara bebas.

" Berdasarkan salinan putusan  banding yang kita terima dari PT Pekanbaru pada hari ini, menyatakan permohonan banding Silvia Dianita dan Yusni Herawati, dikabulkan," terang Panmud Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, SH kepada riauterkini.com Senin (7/10/19) siang.

Dijelaskan Rosdiana, dalam putusan tertanggal 30 September 2019, dengan majelis hakim yang diketuai Jalaludin SH M Hum, didampingi hakim anggota, Toni Pribadi SH MH dan H Yusdirman Yusuf menyatakan, menerima permohonan banding yang diajukan kedua terdakwa.

" Dakwaan jaksa penuntut tidak dapat diterima dan Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan," jelasnya.

Selanjutnya, pihak PN Pekanbaru akan mengirim salinan putusan ini kepada masing masing pihak.

" Salinan putusan ini akan kita kirim secepatnya kepada pihak terdakwa dan pihak jaksa penuntut," tutup Rosdiana. 

Sebelumnya, Silvia Dianita, Kasubsi Peralihan Hak Tanah dan Yusni Herawati, tenaga honorer yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat melakukan pemungutan uang pengurusan sertifikat tanah kepada warga. Dijatuhi hukuman pidana penjara oleh hakim Tipikor PN Pekanbaru masing masing selama selama 1 tahun denda Rp 50 juta subsider 2 bulan.

Amar putusan yang diketuai Dahlia Panjaitan pada sidang tanggal 7 Juli 2019 itu. Keduanya terbukti melanggar Pasal 12 huruf e Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Vonis hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dimana kedua terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Perkara yang menjerat kedua wanita yang bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak itu terjadi pada Rabu (25/7/18) lalu. Saat keduannya tertangkap tangan oleh tim satuan tugas pemberantasan pungutan liar (saber pungli) Menkopolhukam bersama tim saber pungli Kabupaten Siak.

Penangkapan sekitar pukul 14.45 WIB tersebut tim saber mengamankan barang bukti berupa uang tunai pecahan Rp 50.000 sebesar Rp 1,9 juta, satu buah tas selempang, rekaman CCTV, catatan-catatan pengurusan sertifikat tanah, dan 4 arsip warkah. Setelah terbukti, kedua pelaku diserahkan ke penegak hukum (Gakkum) saber pungli Polres Siak menjalani proses hukum.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan
- Polres Dumai Proses Hukum Dua Pelaku Melawan Petugas Covid-19
- Polda Riau Sita 1.477 Lembar Kayu Ilegal
- PT Riau Lemahkan Pidana Mati,
Empat Kurir 43 Kg Sabu Jaringan Internasional Divonis Seumur Hidup

- Maling Ikan di Perairan NKRI,
Tiga Warga Malaysia Dilimpahkan ke Jaksa untuk Segera Disidang

- Pengendali Jaringan Sabu Internasional,
Cunding, Pria Setengah Abad Divonis Mati PN Bengkalis

- Jadi Bandar Sabu, Dua Orang Nelayan Asal Bengkalis Masuk Penjara
- Bandar Sabu 55 Kg dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Jef Separo Divonis Mati PN Bengkalis
- Tak Gubris PSBB, Jalan Raya dan Pasar di Duri Tetap Dipadati Warga
- Massa Pedagang Demo Tolak Penerapan PSBB di Dumai
- Perwira Polres Bintan, Pelaku Penggelapan Puluhan Mobil, Ditangkap di Pelalawan
- TNI dan BC Bengkalis Amankan 1.155 Karung Bawang Merah dari Malaysia
- Ketua TRC PA Ricka Parlina Perjuangkan Hak Asuh Anak Korban KDRT
- Korupsi Pembangunan Kantor Lurah, Mantan Camat dan Kontraktor di Inhil Dituntut Hukuman Berbeda
- Terbakar, Gedung SMPN 7 Pekanbaru Tinggal Puing
- Bocah 7 Tahun Meninggal Tengelam di Bekas Galian C di Desa Ngaso Ujung Batu
- Seorang Pria Sebatang Kara di Pekanbaru Ditemukan Tak Bernyawa di Gubuk
- Terjerat Korupsi Gratifikasi SKGR, Oknum Lurah di Pelalawan Diadili
- Kedapatan Bawa Miras Saat PSBB, Dua Mahasiswa Dihukum Denda Rp 400 Ribu
- Polres Inhu dan Rutan Rengat Bongkar Peredaran Narkoba dalam Lapas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com