Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Nopember 2019 23:27
Polisi Tetapkan Seorang Lurah di Pelalawan Tersangka Pungli

Kamis, 21 Nopember 2019 23:21
PLN-BBKSDA Riau Kerjasama Bangun Jaringan Listrik Lintas Desa di Kawasan Konservasi

Kamis, 21 Nopember 2019 21:43
Estimasi APBD 2020 Rp3,82 T,
Bupati dan Pimpinan DPRD Bengkalis Teken MoU KUA PPAS


Kamis, 21 Nopember 2019 20:16
RS Awal Bros Ujung Batu Sediakan Pelayanan Poli Orthopedi dengan Dokter Berkompeten

Kamis, 21 Nopember 2019 19:47
Pintu Pagar Gedung Daerah Dikunci, Ucapan Papan Bunga Untuk Yan Prana Sudah Terpasang

Kamis, 21 Nopember 2019 17:16
Terbukti Korupsi Dana UED-SP, Seorang Ketua Koperasi di Bengkalis Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 21 Nopember 2019 16:37
Antisipasi Karlahut, TNI dan Polri di Rohul Tetap Giat Sosialisasi Walau Musim Hujan

Kamis, 21 Nopember 2019 16:19
SMAN 5 Pinggir Terbaik I Penelitian Balitbang Bengkalis 2019

Kamis, 21 Nopember 2019 14:30
Utamakan Bahasa Negara di Ruang Publik, Bupati Rohul Terima Penghargaan dari Balai Bahasa Riau

Kamis, 21 Nopember 2019 13:34
Wafat, Tiga Penyelenggara Pemilu 2019 Bengkalis Terima Penghargaan Kemendagri RI

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Oktober 2019 13:12
Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara

Mantan Kacab BRK Dalu Dalu, Rohul dituntut jaksa 13,5 tahun penjara. Sementara tiga mantan pegawai dituntut 6 tahun dalam perkara kredit fiktif.

Riauterkini-PEKANBARU- Jaksa penuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, pecahkan rekor dalam memberikan sanksi hukuman kepada para pelaku tindak pidana korupsi.

Tak tanggung tanggung, total 18 tahun lebih tuntutan hukuman berserta subsider denda yang dijatuhkan kepada mantan Kepala Bank Riau Kepri, cabang pembantu (Capem) Dalu Dalu, Rokan Hulu (Rohul) Riau. Sementara tiga mantan anak buahnya yang bertugas dibagian analis kredit masing masing dituntut 6 tahun penjara.

Dalam amar tuntutan hukuman Jaksa Penuntut Umum (JPU) Apriliana SH di pengadilan tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada Selasa (15/10/19) siang tadi. Mantan Kacapem, Ardinol Amir dijatuhi tuntutan hukuman pidana penjara selama 13 tahun 6 bulan, denda Rp 500 juta subsidier 5 bulan. Selain tuntutan hukuman. Ardinol juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 32,4 Miliar atau dapat diganti dengan hukuman kurungan (subsideir) selama 3 tahun 9 bulan.

Tiga mantan anak buah Ardinol selaku analis kredit yakni, Zaiful Yusri, Syafrizal dan Heri Aulia. Dituntut masing masing selama 6 tahun denda Rp 300 juta, subsidier 3 bulan. Ketiga terdakwa tidak dibebankan membayar kerugian negara.

Penyimpangan dalam penyaluran kredit yang dikakukan keempat terdakwa, terbukti secara sah melanggar Pasal 2 ayat (1)  Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," tegas JPU dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Tipikor, Saut Maruli Tua Pasaribu SH.

Tuntutan sangat tinggi dari jaksa penuntut tersebut, para terdakwa berencana akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya pekan depan.

Untuk diketahui, perkara yang menjerat keempat terdakwa ini terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Dimana penyaluran kredit yang diduga fiktif itu, berupa kredit umum perorangan yang dicairkan sekitar Rp43 miliar kepada 110 orang debitur. Mayoritas para debitur itu hanya dipakai nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). 

Sejumlah debitur ada yang dijanjikan plasma atau pola kerjasama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dengan Pimpinan BRK Cabang Dalu-dalu saat itu.

Kenyataanya, para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit. Kuat dugaan ada oknum BRK yang menggunakan nama para debitur untuk pengajuan kredit.

Belakangan diketahui kredit itu macet. Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debitur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit. Sehingga negera dirugikan Rp 32 miliar lebih. ***(har) 

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Tetapkan Seorang Lurah di Pelalawan Tersangka Pungli
- Terbukti Korupsi Dana UED-SP, Seorang Ketua Koperasi di Bengkalis Divonis 6 Tahun Penjara
- Antisipasi Karlahut, TNI dan Polri di Rohul Tetap Giat Sosialisasi Walau Musim Hujan
- Polres Inhil Periksa Saksi Kebakaran Lahan di PT Pulau Sambu Kuala Enok
- Diduga Aniaya Anak Tiri, Pria Asal Rokan IV Koto Dikerangkeng di Mapolres Rohul
- Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Haram di Pinggir
- Gerebek Sebuah Rumah di Tambusai Barat, Satres Narkoba Polres Rohul Berhasil Sita 17 Paket Sabu
- Melalui FGD, Polres Rohul Mengajak Masyarakat Ikut Mengantisipasi Paham Radikalisme
- Sekdes Pelaku Pungli Pengurusan Sertifikat Prona di Gunung Sahilan, Kampar Dituntut 6 Tahun Penjara
- Lima Kali Digauli di Lapangan Bola, Siswi SMA di Rohul Hamil dan Kekasihnya Ditangkap Polisi
- Diduga Nyabu, Buruh Panen di Bengkalis Diringkus Polisi
- Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru
- Gulung Komplotan Maling Minyak, Chevron Apresiasi Keberhasilan Polda Riau
- Motor Scopy Ketua RT di Tangkerang Utara Digondol Maling Saat Sholat Subuh
- Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping
- "Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis
- Beli Barang Haram, Cewek 26 Tahun di Bengkalis Ini Dijebloskan ke Penjara
- Miliki 6 Paket Sabu, Seorang Warga Lirik Inhu Ditangkap Polisi
- Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Haram Sabu, Pil "Kerang" dan Ganja
- Mandi di Waduk PT Kojo, Siswa SMA di Mandau Tewas Tenggelam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com