Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Nopember 2019 20:28
Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping

Ahad, 17 Nopember 2019 20:25
Jalan Poros Kota Duri Rusak, Pemkab Bengkalis Terkesan Tutup Mata

Ahad, 17 Nopember 2019 20:04
Pra PON di Jakarta, Pencak Silat Bengkalis Sumbang 1 Medali Emas

Ahad, 17 Nopember 2019 18:49
Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Boat Penangkap Ikan Kepada Nelayan

Ahad, 17 Nopember 2019 16:35
Ketua DPRD Riau Terima Kunjungan GP Ansor Bengkalis

Ahad, 17 Nopember 2019 16:31
Anggota DPRD Kuansing, Asal Kuantan Mudik Buka Pasar Seni di Lubuk Jambi

Ahad, 17 Nopember 2019 16:23
Peninggalan Era Kejayaan Minyak yang Membentuk Riau

Ahad, 17 Nopember 2019 15:56
Bupati Tetapkan Festival.Danau Sungai Soriak Masuk COE Kuansing

Ahad, 17 Nopember 2019 14:50
"Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis

Ahad, 17 Nopember 2019 11:15
Ketua DPRD Kuansing Hadiiri Maulid Nabi di Seberang Pantai

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 17 Oktober 2019 18:55
Gugatan Koperasi BBL Desa Ulak Patian dengan Tergugat PT PISP II Dikabulkan Majelis‎ Hakim

Delapan dari 15 gugatan dilayangkan Koperasi Bangkit Bonai Lestari (BBL) Desa Ulak Patian dikabulkan Majelis Hakim PN Pasirpangaraian, Kabupaten Rohul.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengabulkan gugatan wanprestasi diajukan Koperasi Bangkit Bonai Lestari (BBL) Desa Ulak Patian, Kecamatan‎ Kepenuhan.

Pada perkara gugatan wanprestasi, Koperasi BBL Desa Ulak Patian mengajukan sedikitnya 15 gugatan terhadap tergugat manajemen PT. PISP II. Namun‎, hanya delapan dari 15 gugatan yang dikabulkan Majelis Hakim PN Pasirpangaraian.

Hal itu terungkap pada sidang pembacaan tuntutan, Kamis sore (17/10/2019), dengan Ketua Majelis‎ Hakim Irpan Hasan Lubis SH, dan anggota Adhika Budi Prasetyo SH, MBA, MH, Adil Matogu Franky Simarmata SH, serta Panitera Pengganti Aryananda SH, MH.

Ketua Majelis Hakim PN Pasirpangaraian, Irpan Hasan Lubis, mengatakan setelah dipelajari fakta-faktanya ditemukan‎ wanprestasi dari tergugat yaitu PT PISP II.

Hasil sidang lapangan, jelas Irpan, dari luas lahan kurang lebih 1.055 hektare, sekira 178 hektare di antaranya memang sudah ditanami, namun banyak tanaman kelapa sawit yang mati.

"Memang ditanami, tetapi tidak menghasilkan sebagaimana mestinya. Banyak yang mati‎, terus hasil tidak maksimal. Memang alasan dari tergugat itu memang faktor alam (banjir)," jelas Irpan.

"Tapi dikarenakan 178 hektare ini ada disitu kelalaian dari si tergugat‎ akan tetap masih dikenakan biaya dalam pelunasan pembayaran kebun tadi, itulah dasar kami mengabulkannya (gugatan koperasi)," tambahnya.

Selain itu, ada biaya pembiayaan pembangunan kebun sekira Rp 62 miliar,‎ sudah dicicil koperasi setengahnya, dan‎ sisanya ada ditalangi perusahaan sekira Rp 35 miliar. Dari Rp 35 miliar itu, dikenakan bunga lagi oleh perusahaan.

"Jadi dana talangan itu hitungannya pembangunan tapi dikenakan bunga lagi oleh perusahaan," kata Irpan.

Menanggapi putusan majelis hakim, Darma Pasaribu, selaku Kuasa Hukum Koperasi BBL Desa Ulak Patian, dari Kantor Hukum Advokat-Pengacara Fige & Rekan, Pasirpangaraian, mengatakan tuntutan diajukan ke PT. PISP II adalah apa yang sudah diatur dalam perjanjian kerjasama antara koperasi dengan perusahaan Nomor: 02.0.4/ SPK/ 003/ III/ 2009, tanggal 5 Maret 2009.

Dalam perjanjian kerjasama tersebut, PT PISP II membangunkan kebun kelapa sawit untuk Koperasi BBL Desa Ulak Patian sekira 1.055 hektare. Mulai dari nol sampai produksi perusahaan bertanggungjawab dan biaya dibebankan ke pihak koperasi.

Menurut Darma, dari luas kebun‎ sekira 1.055 hektare tersebut, tentunya anggota Koperasi BBL sudah bisa menikmati hasil kebunnya setiap hari, namun ada sekira 178 hektare lagi yang belum bisa dinikmati anggota, karena belum produksi.

"Itulah yang jadi‎ inti daripada gugatan ini. Dasarnya PT PISP II telah melakukan yang namanya wanprestasi, tapi bukan secara keseluruhan, ada kebun yang telah berhasil itu kita akui," jelas Darma usai sidang, Kamis sore, didampingi rekannya Geri Ampu dan Abdul Hakim dari Kantor Hukum Advokat-Pengacara Fige & Rekan‎.

Pada gugatannya, Darma mengaku, pertama Koperasi BBL meminta kompensasi atas produksi‎ yang seharusnya diterima anggota dari lahan sekira 178 hektare yang belum produksi tersebut.

Kedua, disamping gugatan wanprestasi,‎ sambung Darma, ada perbuatan melawan hukum, dimana dulunya biaya untuk membangun kebun kemitraan ini dari pinjaman BNI, dan harus diangsur dengan pola pembayaran dipotong 30 persen dari total hasil produksi.

"Karena kondisi sebenarnya, sehingga 30 persen hasil produksi pertama tidak mencukupi untuk membayar angsuran ke BNI, sehingga koperasi sepakat dengan pihak perusahaan, perusahaan akan menggunakan uangnya sebagai dana talangan‎, terhadap kekurangan angsuran kita," ungkapnya.

Sampai angsuran selesai,‎ uang perusahaan yang dipakai sebagai dana talangan kurang lebih Rp 28 miliar. Sesuai akta disetujui, dari Rp 28 miliar, koperasi menyetujui untuk dikenakan bunga. Total dari Rp 28 miliar sekira Rp 7 miliar, jadi total utang dana talangan koperasi sebenarnya Rp 35 miliar.

Namun, ungkap Darma, setelah utang ke BNI selesai, sewaktu pihak koperasi mengangsur utang dana talangan, diketahui utang dibungakan lagi oleh pihak perusahaan tanpa ada kesepakatan dengan koperasi.

"‎Jadi dalam gugatan ini ada dua yang kita minta, yaitu pertama perbuatan wanprestasi karena mereka tidak memenuhi kewajibannya. Kedua, perbuatan melawan hukum itu sendiri," pungkas Darma, dan mengharapkan perusahaan menghormati keputusan Majelis Hakim PN Pasirpangaraian.

‎Sementara, Kuasa Hukum PT PISP II, Heru Susanto, mengharapkan sebelum putusan berkuatan hukum tetap atau inchrah, masing-masing pihak untuk saling menghormati hasil putusan persidangan, sebab masih ada upaya lain, baik banding maupun kasasi.

"Kita koordinasi ke klien ke imperson, tetapi saya yakin‎ pasti kita akan menggunakan upaya-upaya hukum yang ada. Karena menurut analisa hukum kami, ada kejanggalan-kejanggalan pertimbangan majelis hakim disini," jelas Heru.

Kejanggalan pertimbangan majelis hakim, kata Heru, seperti dana talangan sudah ada kesepakatan, artinya dana talangan itu sesuai bunga yang berlaku‎ di Perbankan.

Ditanya soal belum produksinya tanaman sawit di lahan sekira 178 hektare milik Koperasi BBL Desa Ulak Patian, menurut Heru Susanto, dari pertimbangan majelis hakim PN Pasirpangaraian tidak begitu terbukti.***(zal)



Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping
- "Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis
- Beli Barang Haram, Cewek 26 Tahun di Bengkalis Ini Dijebloskan ke Penjara
- Miliki 6 Paket Sabu, Seorang Warga Lirik Inhu Ditangkap Polisi
- Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Haram Sabu, Pil "Kerang" dan Ganja
- Mandi di Waduk PT Kojo, Siswa SMA di Mandau Tewas Tenggelam
- Baru Transaksi di Gubuk, Dua Pengedar Sabu di PT Ekadura Ditangkap Satres Narkoba Polres Rohul
- Gerebek Rumah Pengedar di Desa Bonai, Polisi Rohul Sita 4 Paket Sabu dan 430 Butir Ekstasi
- Prapid Tersangka Sabu di Rupat, Hakim Menangkan Polres Bengkalis
- Tukang Antar Barang Haram, Pria Pengangguran di Bengkalis Ditangkap Polisi
- Diduga Edar Sabu 1 Kg, Pecatan dan Oknum Anggota Polres Bengkalis Diancam Penjara Seumur Hidup
- Terbukti Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohul, Mantan Kacab dan Tiga Pegawai Divonis Berbeda
- Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi
- Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Polsek Pujud
- Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis
- Polres dan BC Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pengedar 10 Kg Sabu-sabu
- Jajaran Polres Pelalawan Berhasil Tangkap Pelaku Ranmor
- Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Pelecehan Seksual
- Diduga Alami Pecah Pembuluh Darah, Buruh di Rohil Ditemukan Tewas
- Dituding Gelapkan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Disidang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com