Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 April 2020 21:54
Pengendali Narkoba Malaysia-Pekanbaru Dibekuk Polda Riau

Ahad, 5 April 2020 21:39
Cegah Covid-19, Warga RW 09 Tangkerang Tengah Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Ahad, 5 April 2020 20:33
Seorang Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas di Atas Kasur

Ahad, 5 April 2020 16:12
Berasal dari Kampar, Satu Lagi Pasien Postip Covid-19 di Riau, Total Jadi Sebelas

Ahad, 5 April 2020 16:02
Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara

Ahad, 5 April 2020 15:43
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun,, Abang Kandung Wagubri Meninggal Dunia

Ahad, 5 April 2020 12:54
Siapkan 62 Kamar, Gubri Tinjau RS Awal Bros Ahmad Yani Tangani Penyebaran Virus Corona

Ahad, 5 April 2020 11:31
6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu

Ahad, 5 April 2020 11:28
Laboratorium Molekuler Covid-19 Riau Segera Beroperasi Bulan Ini

Ahad, 5 April 2020 11:06
Relawan dr M Yusuf Semprotkan Disinfektan dan Bagikan Multivitamin di Bathin Solapan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 21:50
Tak Bayar Material Rp2,874 M, Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Dipenjarakan

Diduga tidak membayar tagihan material mencapai Rp2,874 miliar lebih, mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis harus duduk dikursi pesakitan PN Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS- Diduga dengan sengaja tidak membayar utang setelah membeli material bangunan untuk proyek pembanguan 100 unit rumah di Kepulauan Meranti tahun 2017 silam ke Toko Timur Jaya Bengkalis, mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Bengkalis awal tahun 2018 lalu, Mohd. Daniel (40) duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

Tidak tanggung-tanggung, Daniel didakwa bersalah dengan sengaja tidak membayar utang dengan cara menipu, sehingga menyebabkan kerugian toko pemilik material bangunan mencapai Rp2,874 miliar lebih.

Sidang di PN Bengkalis digelar di Ruang Kartika, Ketua Majelis Hakim Annisa Sitawati, SH, dua Hakim Anggota, Aulia Fhatma Widhola, S.H, dan Mohd. Rizky Musmar, S.H, M.H, Kamis (7/11/19) petang tadi, dengan agenda menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Direktur Utama PT. Harapan Tri Guna, Hendra Tedi Gunawan.

Sidang tersebut JPU Kejari Bengkalis, Eriza Susila, S.H dan terdakwa Daniel didampingi Penasehat Hukum (PH), Khairul Majid, S.H.

Dalam keterangan disampaikan Hendra, mengakui bahwa perusahaan yang digunakan oleh terdakwa Daniel merupakan miliknya. Namun terdakwa tidak masuk dalam sistem manajemen perusahaan hanya sebatas sebagai status abang ipar.

Keterangan Hendra sempat mengundang "geram" majelis hakim karena bertele-tele. Dan lucunya proyek yang dikerjakan terdakwa selesai 100 persen dan pembayaran juga 100 persen, dirinya sebagai direktur mengaku tak pernah menerima uang hasil proyek tersebut.

"Saya tidak pernah terima uang dari hasil proyek itu. Uang yang masuk melalui rekening perusahaan kemudian dicairkan melalui cek oleh bendahara perusahaan kepada Medi, anggota terdakwa Daniel.

"Saya baru tahu kalau proyek itu meninggalkan utang kepada toko material oleh beliau (Daniel). Kalau pelaksanaan di lapangan saya tidak tahu. Saya mengetahui proyek rumah 100 unit. Terdakwa memakai perusahaan saya," katanya lagi.

Selaku direktur perusahaan mengaku, meneken surat perjanjian kontrak, berita acara pembayaran proyek mencapai Rp17 miliar itu.

"Saya main tanda tangan saja. Saya tidak tahu uangnya Medi yang ngatur sama bang Daniel.  Sementara pengambilan bahan saya tidak mengetahui, namun kalau berkas kontrak memang saya yang tandatangani," ucapnya.

Mendengar keterangan Direktur PT. Harapan Tri Guna ini terkesan berbelit-belit, majelis hakim meminta langsung dikonfrontir terhadap saksi yang sudah diperiksa sebelumnya Medi.

Majelis hakim meminta direktur perusahaan mempunyai itikad baik untuk membayar utang material itu. Karena direktur sebagai pihak yang sangat terkait dan turut bertanggungjawab membayar utang tersebut.***(dik)

Foto : Sidang agenda keterangan Direktur PT. Harapan Tri Guna, kasus dugaan sengaja tidak membayar utang dengan cara menipu.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Pengendali Narkoba Malaysia-Pekanbaru Dibekuk Polda Riau
- Seorang Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas di Atas Kasur
- Pengiriman 4 Kg Ganja Lewat TIKI Digagalkan Aparat Bandara SSK II
- OTT Tiga Kades Kampar, Mereka Memeras Peternak Ayam di Tapung
- Polda Riau OTT Sejumlah Kepala Desa
- Ditpolair Polda Riau Amankan 16 TKI Ilegal di Perairan Dumai dari Malaysia
- Diancam Tak Bisa Kelola Sawit 44 Ha, Kelompok Tani Simpang Gondit Minta Perlindungan Hukum ke DHS and Partners
- Hampir Sebulan Buron, Tiga Rampok PT Alam JWS Pekanbaru Ditembak Polisi
- Dugaan Pencemaran Nama Baik, Irwasda Polda Riau Laporkan Balik Seorang Petani Siak
- Polres Inhu Amankan 2,6 Kg Sabu
- Terjerat Korupsi Dana Desa, Mantan Kades dan Bendahara di Pelalawan Dituntut 6 dan 4,5 Tahun Penjara
- Kejari Kuansing Tetapkan 5 Orang Tersangka Dugaan Korupsi di Sekretariat Daerah
- Terapkan Banyak Syarat, PA Bengkalis Tetap Gelar Sidang Cerai Keliling Saat Pandemi Corona
- Eksekusi Perkebunan Sawit Gondai, Dr Ahmad Redi Sebut DLHK Langgar Wewenang
- Anak Bupati Rohil Pelaku Penganiayaan Dihukum 2 Bulan Penjara
- Pasang Plang Dilahan Milik Warga, Irwasda Polda Riau Digugat ke Pengadilan Siak
- Tergelincir di Jamban, Jenazah Kakek Renta di Kuansing Hanyut 35 KM
- Cegah Kerumunan Saat Pandemi Corona, Aparat di Pelalawan Bubarkan Penikmat Tuak
- Sempat Duel Lawan Petugas, Pecatan Polisi Pembawa Sabu Diringkus Polres Kuansing
- Balita Umur 3 Tahun di Pekanbaru Tewas Dibunuh Ayah Tiri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com