Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 11 Desember 2019 16:47
Ketua DPRD Eet Minta Gubri Evaluasi OPD yang Minim Penyerapan Anggaran

Rabu, 11 Desember 2019 16:42
Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Banjir Untuk Kecamatan Kuantan Tengah

Rabu, 11 Desember 2019 16:37
RDP Komisi I DPRD Pelalawan Hanya Dihadiri Dua Anggota

Rabu, 11 Desember 2019 16:33
Bupati Kuansing Lantik 10 Kades Terpilih di Kecamatan Kuantan Tengah

Rabu, 11 Desember 2019 16:27
Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Pangean

Rabu, 11 Desember 2019 16:24
Kuansing, Daerah di Riau yang Sudah Menyalurkan 10 Persen Dana untuk Desa

Rabu, 11 Desember 2019 16:21
VOTED Lahirkan 315 Tenaga Terampil

Rabu, 11 Desember 2019 16:03
Tindak Lanjut LHP, Pemprov Riau Termasuk Rendah, Bangkalis Paling Bawah

Rabu, 11 Desember 2019 12:21
Gubri tak Puas Dengan Kinerja Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Riau

Rabu, 11 Desember 2019 12:02
Rakor Bersama Gubri, Hanya Dihadiri Bupati Siak

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 21:50
Tak Bayar Material Rp2,874 M, Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Dipenjarakan

Diduga tidak membayar tagihan material mencapai Rp2,874 miliar lebih, mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis harus duduk dikursi pesakitan PN Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS- Diduga dengan sengaja tidak membayar utang setelah membeli material bangunan untuk proyek pembanguan 100 unit rumah di Kepulauan Meranti tahun 2017 silam ke Toko Timur Jaya Bengkalis, mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Bengkalis awal tahun 2018 lalu, Mohd. Daniel (40) duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

Tidak tanggung-tanggung, Daniel didakwa bersalah dengan sengaja tidak membayar utang dengan cara menipu, sehingga menyebabkan kerugian toko pemilik material bangunan mencapai Rp2,874 miliar lebih.

Sidang di PN Bengkalis digelar di Ruang Kartika, Ketua Majelis Hakim Annisa Sitawati, SH, dua Hakim Anggota, Aulia Fhatma Widhola, S.H, dan Mohd. Rizky Musmar, S.H, M.H, Kamis (7/11/19) petang tadi, dengan agenda menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Direktur Utama PT. Harapan Tri Guna, Hendra Tedi Gunawan.

Sidang tersebut JPU Kejari Bengkalis, Eriza Susila, S.H dan terdakwa Daniel didampingi Penasehat Hukum (PH), Khairul Majid, S.H.

Dalam keterangan disampaikan Hendra, mengakui bahwa perusahaan yang digunakan oleh terdakwa Daniel merupakan miliknya. Namun terdakwa tidak masuk dalam sistem manajemen perusahaan hanya sebatas sebagai status abang ipar.

Keterangan Hendra sempat mengundang "geram" majelis hakim karena bertele-tele. Dan lucunya proyek yang dikerjakan terdakwa selesai 100 persen dan pembayaran juga 100 persen, dirinya sebagai direktur mengaku tak pernah menerima uang hasil proyek tersebut.

"Saya tidak pernah terima uang dari hasil proyek itu. Uang yang masuk melalui rekening perusahaan kemudian dicairkan melalui cek oleh bendahara perusahaan kepada Medi, anggota terdakwa Daniel.

"Saya baru tahu kalau proyek itu meninggalkan utang kepada toko material oleh beliau (Daniel). Kalau pelaksanaan di lapangan saya tidak tahu. Saya mengetahui proyek rumah 100 unit. Terdakwa memakai perusahaan saya," katanya lagi.

Selaku direktur perusahaan mengaku, meneken surat perjanjian kontrak, berita acara pembayaran proyek mencapai Rp17 miliar itu.

"Saya main tanda tangan saja. Saya tidak tahu uangnya Medi yang ngatur sama bang Daniel.  Sementara pengambilan bahan saya tidak mengetahui, namun kalau berkas kontrak memang saya yang tandatangani," ucapnya.

Mendengar keterangan Direktur PT. Harapan Tri Guna ini terkesan berbelit-belit, majelis hakim meminta langsung dikonfrontir terhadap saksi yang sudah diperiksa sebelumnya Medi.

Majelis hakim meminta direktur perusahaan mempunyai itikad baik untuk membayar utang material itu. Karena direktur sebagai pihak yang sangat terkait dan turut bertanggungjawab membayar utang tersebut.***(dik)

Foto : Sidang agenda keterangan Direktur PT. Harapan Tri Guna, kasus dugaan sengaja tidak membayar utang dengan cara menipu.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kecelakaan Kerja, Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong
- Polisi Tangkap Seorang Petani Bakar Lahan di Bengkalis
- Wakili Dishub Kuansing Hendri Wahyudi Ikuti Diklat PPNS LLAJ di Bogor
- Dagangkan Orang Ribuan Ringgit, Perempuan Asal Medan Diringkus Polsek Bengkalis
- Peringati HAKI 2019 Kejari Pelalawan Gelar Pidato Tingkat SMA Sederajat
- Petugas Tangkap Lima Pelaku Diduga Terlibat Penyelundupan Orang di Pulau Rupat, Bengkalis
- Miliki Pistol dan Peluru, Boiman Ditangkap Polres Rohul
- Hilang Kendali, Pemotor di Duri Tewas Tertabrak Truk
- Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau
- Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 
- Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai
- Terbukti Tak Bayar Utang Rp2,874 M,
Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Divonis 2 Tahun dan 2 Bulan Penjara

- Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa
- Pembangunan Box Culvert Jalan Seminai Inhu Telan Korban Jiwa
- Tertelungkup Memegang Kawat, Buruh Bangunan di Pekanbaru Tewas Kesetrum
- Terpeleset Saat Bermain, Balita 3 Tahun di Rokan IV Koto Dilaporkan Hanyut di Sungai Rokan
- Polsek Ujung Batu Tangkap Tiga Pria Terduga Penyalahgunaan Narkoba, Seorang Lagi DPO
- Polisi Cek dan Olah TKP Ulang Karhutla di Bantan, Bengkalis
- Diduga Jadi Kurir dan Bandar Narkoba, Dua Warga Bantan, Bengkalis Diringkus Polisi
- Pesta Sabu, Empat Kurir dan Pemakai di Bantan, Bengkalis Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com