Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Pebruari 2020 19:40
BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:07
62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:03
Minat Kuliah Tamatan SMK di Rohil Tinggi, Namun Terkendala Biaya

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:51
Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:11
Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:06
BI-Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:29
Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:24
Mitsubishi Motors Kembali Pajang Mobil Unggulan di Living World Pekanbaru

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:20
Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos

Kamis, 27 Pebruari 2020 15:48
Kirim Utusan, Syamsuar Orang Pertama Daftar Calon Ketua DPD Golkar Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 21:50
Tak Bayar Material Rp2,874 M, Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Dipenjarakan

Diduga tidak membayar tagihan material mencapai Rp2,874 miliar lebih, mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis harus duduk dikursi pesakitan PN Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS- Diduga dengan sengaja tidak membayar utang setelah membeli material bangunan untuk proyek pembanguan 100 unit rumah di Kepulauan Meranti tahun 2017 silam ke Toko Timur Jaya Bengkalis, mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Bengkalis awal tahun 2018 lalu, Mohd. Daniel (40) duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

Tidak tanggung-tanggung, Daniel didakwa bersalah dengan sengaja tidak membayar utang dengan cara menipu, sehingga menyebabkan kerugian toko pemilik material bangunan mencapai Rp2,874 miliar lebih.

Sidang di PN Bengkalis digelar di Ruang Kartika, Ketua Majelis Hakim Annisa Sitawati, SH, dua Hakim Anggota, Aulia Fhatma Widhola, S.H, dan Mohd. Rizky Musmar, S.H, M.H, Kamis (7/11/19) petang tadi, dengan agenda menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Direktur Utama PT. Harapan Tri Guna, Hendra Tedi Gunawan.

Sidang tersebut JPU Kejari Bengkalis, Eriza Susila, S.H dan terdakwa Daniel didampingi Penasehat Hukum (PH), Khairul Majid, S.H.

Dalam keterangan disampaikan Hendra, mengakui bahwa perusahaan yang digunakan oleh terdakwa Daniel merupakan miliknya. Namun terdakwa tidak masuk dalam sistem manajemen perusahaan hanya sebatas sebagai status abang ipar.

Keterangan Hendra sempat mengundang "geram" majelis hakim karena bertele-tele. Dan lucunya proyek yang dikerjakan terdakwa selesai 100 persen dan pembayaran juga 100 persen, dirinya sebagai direktur mengaku tak pernah menerima uang hasil proyek tersebut.

"Saya tidak pernah terima uang dari hasil proyek itu. Uang yang masuk melalui rekening perusahaan kemudian dicairkan melalui cek oleh bendahara perusahaan kepada Medi, anggota terdakwa Daniel.

"Saya baru tahu kalau proyek itu meninggalkan utang kepada toko material oleh beliau (Daniel). Kalau pelaksanaan di lapangan saya tidak tahu. Saya mengetahui proyek rumah 100 unit. Terdakwa memakai perusahaan saya," katanya lagi.

Selaku direktur perusahaan mengaku, meneken surat perjanjian kontrak, berita acara pembayaran proyek mencapai Rp17 miliar itu.

"Saya main tanda tangan saja. Saya tidak tahu uangnya Medi yang ngatur sama bang Daniel.  Sementara pengambilan bahan saya tidak mengetahui, namun kalau berkas kontrak memang saya yang tandatangani," ucapnya.

Mendengar keterangan Direktur PT. Harapan Tri Guna ini terkesan berbelit-belit, majelis hakim meminta langsung dikonfrontir terhadap saksi yang sudah diperiksa sebelumnya Medi.

Majelis hakim meminta direktur perusahaan mempunyai itikad baik untuk membayar utang material itu. Karena direktur sebagai pihak yang sangat terkait dan turut bertanggungjawab membayar utang tersebut.***(dik)

Foto : Sidang agenda keterangan Direktur PT. Harapan Tri Guna, kasus dugaan sengaja tidak membayar utang dengan cara menipu.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten
- Jualan Sabu, Seorang Nenek di Pekanbaru Pasrah Ditangkap Polisi
- 7 Nelayan Rohil Ditangkap Polisi Malaysia, TNI Siap Bantu Polri dan Pemerintah Setempat
- Satu Lagi Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Diserahkan ke Pidsus Kejari Pekanbaru
- Kebakaran Ludeskan Tiga Rumah Warga Duri, Bengkalis
- Tiga Kali Dipanggil Polda Riau, Plt Bupati Bengkalis Masih Mangkir
- Korupsi Dana Hibah, Mantan Anggota DPRD Bengkalis Dituntut 2 Tahun 3 Bulan Penjara
- Polisi Tangka Pembakar Lahan di Pujud, Rohil
- Polairud Polda Riau Amankan 30 Kubik Meter Kayu Ilegal di Bengkalis
- Simpan Sabu 3 Paket, Rano Karno Dituntut 5 Tahun Penjara
- Pembongkaran TPS di STC Pekanbaru Diwarnai Bentrok Satpol PP Vs Pedagang
- Mayat Tanpa Indetitas di Tapung Dipastikan Bos Tepung Bakso Korban Penculikan
- Polres Bengkalis Temukan Ganja Kering 1,1 Kg di Tepi Selat Bengkalis
- Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Wilayah Tapung Hulu Kampar
- Dua Masih Belia, Polres Pelalawan Tangkap Tiga Jambret
- BC dan Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Ganja 950 Gram
- Mobil Dibakar di Kampar, Pengusaha Tepung Bakso Pekanbaru Diduga Diculik
- Polres Bengkalis Musnahkan 17,554 Kg Sabu-sabu dan 9.798 Butir Pil Happy Five
- Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau
- 24 Mess Karyawan Milik PT Arara Abadi di Tualang Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com