Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 9 Desember 2019 21:48
Chevron Geology Fieldtrip, Melihat Bumi Purba di Antara Lapisan Bebatuan

Senin, 9 Desember 2019 21:31
Festival Teater Islam Dunia I Dihelat di Susiana Tabrani Convention Hall

Senin, 9 Desember 2019 18:49
Bupati Mursini Buka Pelatihan Kewirausahaan Angkatan II Kuansing

Senin, 9 Desember 2019 18:15
Anggaran Pendidikan Naik 300 Persen, Forkom Riau: Pungutan Dianggap Pungli

Senin, 9 Desember 2019 17:29
Tangani 11 Perkara, Kajari Bengkalis Ingatkan Jajarannya Komitmen Berantas Korupsi

Senin, 9 Desember 2019 17:02
Jembatan Kaki Seribu Rp23 M tak Selesai,
PT Bahana Krida Nusantara Terancam Blacklist


Senin, 9 Desember 2019 16:59
Diduga Kerap Mangkir, BKD Inhu Nilai Oknum ASN Kesbangpol Terkesan Dilindungi

Senin, 9 Desember 2019 16:22
Karyawan PT RAPP dan Warga Kelola Lahan Kosong Jadi Kebun

Senin, 9 Desember 2019 15:57
CAT Panwascam, Bawaslu Bengkalis Gunakan 30 Komputer

Senin, 9 Desember 2019 15:36
Peringati HAKI 2019 Kejari Pelalawan Gelar Pidato Tingkat SMA Sederajat

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Nopember 2019 17:34
Bullying di Sekolah, Siswa SMP di Pekanbaru Alami Patah Hidung Dikeroyok Temannya

Aksi bully akibatkan seorang murid kelas VIII di Pekanbaru harus operasi. Korban alami patah tulang hidung akibat dikeroyook temanya.

Riauterkini-PEKANBARU-Bullying atau intimidasi terhadap pelajar kembali viral di jagat media sosial Kota Pekanbaru. Bahkan akibat menjadi sasaran bullying tersebut, MF seorang siswa kelas VIII di salah satu SMP negeri di Kecamatan Tenayan Raya harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami patah hidung akibat dikeroyok oleh teman di sekolahnya.

Parahnya, dari informasi viral yang disampaikan oleh akun bernama Rani Chambas itu, saat korban dikeroyok oleh teman-temannya, guru mereka yang berada di dalam kelas bukannya bertindak cepat melerai, tapi justru sibuk bermain handphone. Kejadian itu sendiri berlangsung pada 4 November awal pekan lalu. Akibat kejadian itu, korban pun mengalami patah hidung dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Sementara, orang tua korban yang merasa tidak senang atas nasib yang menimpa anaknya, selanjutnya mengambil langkah hukum melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pekanbaru. Terpisah, Kapolresta Pekanbaru, AKBP Nandang Mumin Wijaya membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban. Pihaknya juga masih mengumpulkan bukti-bukti dari keterangan korban maupun keterangan pihak sekolah, serta mengambil visum dari rumah sakit atas kejadian tersebut.
"Benar, laporannya sudah kita terima. Langkah-langkah kita dari tim Unit PPA sudah mendatangi korban di rumah sakit, karena kita perlu keterangan korban. Selain itu kita juga sudah datang ke sekolah korban untuk meminta keterangan saksi-saksi. Laporannya tetap kita proses lanjut, tapi tentu harus memperkuat dulu alat bukti. seperti visum dari rumah sakit serta keterangan saksi-saksi di sekolah, setelah itu baru bisa mengarah ke tersangka," ujarnya kepada wartawan, Jumat (08/11/19).

Sementara itu, berdasarkan data dari kepolisian, orang tua korban sendiri baru mendapat kabar bahwa anaknya menjadi korban intimidasi atau bullying oleh teman sekolahnya sehari setelah kejadian, yakni 5 November 2019. Saat itu, yang bersangkutan mendapat telpon dari adiknya yang memberitahukan bahwa hidung korban berdarah setelah dikeroyok oleh teman korban, inisial M dan R. Usai mendapat kabar tak sedap itulah, orang tua korban kemudian datang menjemput korban dan membawanya ke rumah sakit. Dua hari kemudian, Kamis (07/11/19), orang tua korban pun melaporkan hal itu ke Polresta Pekanbaru karena menilai tak ada jalan keluar yang diambil oleh pihak sekolah.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Peringati HAKI 2019 Kejari Pelalawan Gelar Pidato Tingkat SMA Sederajat
- Petugas Tangkap Lima Pelaku Diduga Terlibat Penyelundupan Orang di Pulau Rupat, Bengkalis
- Miliki Pistol dan Peluru, Boiman Ditangkap Polres Rohul
- Hilang Kendali, Pemotor di Duri Tewas Tertabrak Truk
- Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau
- Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan ProtesĀ 
- Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai
- Terbukti Tak Bayar Utang Rp2,874 M,
Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Divonis 2 Tahun dan 2 Bulan Penjara

- Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa
- Pembangunan Box Culvert Jalan Seminai Inhu Telan Korban Jiwa
- Tertelungkup Memegang Kawat, Buruh Bangunan di Pekanbaru Tewas Kesetrum
- Terpeleset Saat Bermain, Balita 3 Tahun di Rokan IV Koto Dilaporkan Hanyut di Sungai Rokan
- Polsek Ujung Batu Tangkap Tiga Pria Terduga Penyalahgunaan Narkoba, Seorang Lagi DPO
- Polisi Cek dan Olah TKP Ulang Karhutla di Bantan, Bengkalis
- Diduga Jadi Kurir dan Bandar Narkoba, Dua Warga Bantan, Bengkalis Diringkus Polisi
- Pesta Sabu, Empat Kurir dan Pemakai di Bantan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Kordinasi dengan Kejati Bali, Kejati Riau Tangkap Buronan Terpidana Korupsi Tiket Pesawat
- Sesosok Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Jondul Baru Pekanbaru
- Tabrak Minibus, Pelajar di Bengkalis Patah Tulang
- Pengedar Hingga Bandar, Polres Pelalawan Ungkap Tiga Kasus Sabu dalam Sehari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com