Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 12 Nopember 2019 22:11
Pasca Jalan Siak Amblas, Nagaline dan Meranti Ekspres Percepat Jadwal Keberangkatan Menuju Pekanbaru

Selasa, 12 Nopember 2019 21:20
Bupati Mursini Lepas Kontingen Batminton Kuansing ke Kejurprov di Inhu

Selasa, 12 Nopember 2019 19:53
KPA Pekanbaru dan PT. Angkasa Pura II Gelar Sosialisasi Bahaya HIV/Aids

Selasa, 12 Nopember 2019 17:13
Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi

Selasa, 12 Nopember 2019 16:54
Bupati Kuansing Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Mesjid Agung Telukkuantan

Selasa, 12 Nopember 2019 16:37
Kadis Kominfo Sertijab, Gorneng Pesankan ini ke Penggantinya dan Pegawai

Selasa, 12 Nopember 2019 15:51
Dua Korban Luka Ringan, Minibus Gilas Sepeda Motor di Bengkalis

Selasa, 12 Nopember 2019 15:42
Tutup Tournamen Volly Ball di Desa Tandun, Bupati Rohul Bangga Pemuda dan Pemerintah Kompak

Selasa, 12 Nopember 2019 14:56
Ketua TP PKK Rohul Ikut Hadiri Pelantikan Ketua TP PKK Pusat di Jakarta, ini Harapannya

Selasa, 12 Nopember 2019 14:09
Ketua PGRI Pelalawan Sayangkan Salah Input Pembayaran Gaji Guru

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Nopember 2019 17:34
Bullying di Sekolah, Siswa SMP di Pekanbaru Alami Patah Hidung Dikeroyok Temannya

Aksi bully akibatkan seorang murid kelas VIII di Pekanbaru harus operasi. Korban alami patah tulang hidung akibat dikeroyook temanya.

Riauterkini-PEKANBARU-Bullying atau intimidasi terhadap pelajar kembali viral di jagat media sosial Kota Pekanbaru. Bahkan akibat menjadi sasaran bullying tersebut, MF seorang siswa kelas VIII di salah satu SMP negeri di Kecamatan Tenayan Raya harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami patah hidung akibat dikeroyok oleh teman di sekolahnya.

Parahnya, dari informasi viral yang disampaikan oleh akun bernama Rani Chambas itu, saat korban dikeroyok oleh teman-temannya, guru mereka yang berada di dalam kelas bukannya bertindak cepat melerai, tapi justru sibuk bermain handphone. Kejadian itu sendiri berlangsung pada 4 November awal pekan lalu. Akibat kejadian itu, korban pun mengalami patah hidung dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Sementara, orang tua korban yang merasa tidak senang atas nasib yang menimpa anaknya, selanjutnya mengambil langkah hukum melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pekanbaru. Terpisah, Kapolresta Pekanbaru, AKBP Nandang Mumin Wijaya membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban. Pihaknya juga masih mengumpulkan bukti-bukti dari keterangan korban maupun keterangan pihak sekolah, serta mengambil visum dari rumah sakit atas kejadian tersebut.
"Benar, laporannya sudah kita terima. Langkah-langkah kita dari tim Unit PPA sudah mendatangi korban di rumah sakit, karena kita perlu keterangan korban. Selain itu kita juga sudah datang ke sekolah korban untuk meminta keterangan saksi-saksi. Laporannya tetap kita proses lanjut, tapi tentu harus memperkuat dulu alat bukti. seperti visum dari rumah sakit serta keterangan saksi-saksi di sekolah, setelah itu baru bisa mengarah ke tersangka," ujarnya kepada wartawan, Jumat (08/11/19).

Sementara itu, berdasarkan data dari kepolisian, orang tua korban sendiri baru mendapat kabar bahwa anaknya menjadi korban intimidasi atau bullying oleh teman sekolahnya sehari setelah kejadian, yakni 5 November 2019. Saat itu, yang bersangkutan mendapat telpon dari adiknya yang memberitahukan bahwa hidung korban berdarah setelah dikeroyok oleh teman korban, inisial M dan R. Usai mendapat kabar tak sedap itulah, orang tua korban kemudian datang menjemput korban dan membawanya ke rumah sakit. Dua hari kemudian, Kamis (07/11/19), orang tua korban pun melaporkan hal itu ke Polresta Pekanbaru karena menilai tak ada jalan keluar yang diambil oleh pihak sekolah.*(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi
- Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Polsek Pujud
- Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis
- Polres dan BC Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pengedar 10 Kg Sabu-sabu
- Jajaran Polres Pelalawan Berhasil Tangkap Pelaku Ranmor
- Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Pelecehan Seksual
- Diduga Alami Pecah Pembuluh Darah, Buruh di Rohil Ditemukan Tewas
- Dituding Gelapkan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Disidang
- Utang Material Rp2,874 M, JPU Kejari Bengkalis Akan Dalami Tersangka Baru
- Bullying di Sekolah, Siswa SMP di Pekanbaru Alami Patah Hidung Dikeroyok Temannya
- Selama Operasi Zebra Muara Takus 2019‎, Polisi Rohul Tilang 1.664 Pengendara
- Tak Bayar Material Rp2,874 M, Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Dipenjarakan
- ‎Dua Bulan Jabatan Kapolres Rohul, 40 Tersangka Narkoba dari 30 Kasus Berhasil Ditangkap
- Polsek Rupat Dipraperadilankan,
Tim Advokasi Polres : Penangkapan Tersangka Pengedar Sabu Sudah Penuhi SOP

- PN Pasirpangaraian Eksekusi Sebidang Tanah di Rantau Kasai Tanpa Perlawanan
- Diduga Dipicu Konslet, Dua Petak Rumah Semi Permanen di Duri Terbakar
- Operasi Zebra Muara Takus 2019 , Polres Kuansing Tilang 563 Pengendara
- Kantor DPC Partai Hanura Inhu Terbakar
- Diduga Langgar HAM, Polsek Rupat, Bengkalis Digugat Tersangka Kasus Narkoba
- Ini Alasan Bupati Rohul Membawa Senjata ke Bonai Darussalam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com