Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 13 Juli 2020 08:50
Hadiri Mubes IKKS Pekanbaru, Bupati Kuansing Paparkan Pencapaian Visi Misi 2016 - 2021

Ahad, 12 Juli 2020 21:41
Polres Bengkalis Ringkus Kurir Sabu di Pangkalan Jambi

Ahad, 12 Juli 2020 20:49
Amdal Masih Diproses, Investor Singapura Bakal Sulap Pantai Rupat Utara Jadi Kawasan Resort Wisata

Ahad, 12 Juli 2020 20:14
Golkar Dukung Adi Sukemi - M Rais Sah Maju Pilkada Pelalawan

Ahad, 12 Juli 2020 19:50
Pilkada Inhu, Golkar Rekomendasi Rezita Meylani-Junaidi Rahmat

Ahad, 12 Juli 2020 16:44
Hendak ke Banjarmasin, Saat Tes PCR Warga Inhil Justru Positif Covid-19

Ahad, 12 Juli 2020 14:23
Semester I, Dinas Perizinan Bengkalis Terbitkan 987 Izin dan Non Izin

Ahad, 12 Juli 2020 12:22
Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui Pelalawan Dimutasi

Sabtu, 11 Juli 2020 21:10
Belajar Pengelolaan Anggaran, DPRD Tanah Datar Sambangi DPRD Kota Pekanbaru

Sabtu, 11 Juli 2020 20:51
Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Nopember 2019 15:29
Sekdes Pelaku Pungli Pengurusan Sertifikat Prona di Gunung Sahilan, Kampar Dituntut 6 Tahun Penjara

Sekretaris Desa Gunung Sari, Kampar, dituntut jaksa hukuman enam tahun penjara. Menurut jaksa ia terbukti melakukan pungutan liar saat pengrusan sertifikat tanah.

Riauterkini-PEKANBARU- Perbuatan tak terpuji Nurul Hidayah, meminta sejumlah uang secara ilegal kepada warga saat pengurusan surat sertifikat tanah, dinyatakan jaksa suatu tindakan yang melawan hukum.

Nurul Hidayah, yang merupakan aparat perangkat desa dengan jabatan sebagai sekretaris di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar itu, terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara menyalahgunakan wewenang selaku aparat.

Atas tindakannya, wanita berusia 52 tahun itupun diganjar jaksa dengan tuntutan hukuman selama 6 tahun penjara. Selain tuntutan hukuman, Nurul Hidayah juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp200 juta atau subsider selama 3 bulan.

Dalam amar tuntutan Jaksa penuntut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar, Arif Ristanto SH dalam ruang sidang tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (19/11/19) siang. Terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP Ayat (1) ke-1 KUHP," jelas JPU.

Tuntutan hukuman dari JPU tersebut. Kepada majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan. Terdakwa berencana akan mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

Nurul Hidayah didakwa melakukan tindak pidana korupsi pada program agraria. Perbuatan terdakwa itu terjadi tahun 2016 lalu, saat pemerintah mencanangkan program nasional untuk meningkatkan kepastian hukum yang memiliki manfaat terhadap pemilik tanah, khususnya bagi masyarakat kecil dalam hal biaya pengurusan.

Program pemerintah tersebut telah disalahgunakan oleh terdakwa dengan meminta sejumlah biaya pengurusan penerbitan sertifikat kepada warga masyarakat di wilayah desanya dengan jumlah bervariasi. Mulai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, dengan jumlah total yang dipungut terdakwa mencapai Rp 295 juta.

Seharusnya selaku aparatur desa. Hal itu tidak pantas dilakukan terdakwa. Bukan hanya menambah beban masyarakat yang ingin mendapatkan hak atas kepemilikan tanah, tetapi perbuatan terdakwa telah melanggar hukum. Sebab, Program tersebut telah dibiayai oleh negara.*(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Bengkalis Ringkus Kurir Sabu di Pangkalan Jambi
- Penipu Modus BIN Gadungan Ditangkap Polda Riau
- Polresta Pekanbaru Ringkus Duet Pengedar Narkoba Bersenjata Api
- Dipastikan Bukan Penderita Corona, Mayat Pria Tergeletak di Tepi Jalan di Pelalawan
- Hindari Tabrakan, Sebuah Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Parit
- Polda Riau Sita 15,8 Kilogram Sabu di Pelabuhan Roro Dumai
- Jadi Saksi, Ketua DPRD Riau Diingatkan Hakim Ancaman Pidana Keterangan Palsu
- Sidang Perdana Kebakaran Lahan PT Adei di PN Pelalawan Ditunda
- Korban Luka-luka, Jambret Diringkus Polres Bengkalis
- Tragis! Seorang Ibu Muda di Pelalawan Tewas Bakar Diri
- Tiga Pejabat Sekwan Rohil Terjerat Korupsi Dana Publikasi Media Diadili
- Dipindah KPK ke Pekanbaru, Bupati Bengkalis Nonaktif Tiba dengan Tangan Diborgol
- Lahan Terbakar, Polda Riau Tetapkan PT DSI Sebagai Tersangka
- Praktisi Hukum Nilai Janggal Jika Kebakaran Lahan di PT AA tak Diproses Hukum
- Ditpolair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 1.062 Dus Rokok Ilega
- Jaksa Tuntut Tinggi Tiga Terdakwa Kredit Macet PT PER Pekanbaru
- BC Bengkalis Musnahkan 1.115 Karung Bawang Merah Asal Malaysia
- Lagi, Sekdaprov Riau Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi di Siak
- Polda Dalami Surat Panggilan KPK Palsu untuk Anggota DPRD Riau
- Terekam CCTV, Spesialis Maling di Masjid Diringkus Polres Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com