Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 14 Desember 2019 14:37
Seleksi Panwascam, Bawaslu Bengkalis Terima Tanggapan Masukan Masyarakat

Sabtu, 14 Desember 2019 12:07
Razia Kamar Napi Lapas Bengkalis, Petugas Gabungan Temukan Sajam

Sabtu, 14 Desember 2019 10:29
Ratusan Nelayan Bengkalis Terima Alat Keselamatan Pelayaran Dishub Riau

Sabtu, 14 Desember 2019 10:26
Ratusan Driver Riau Ojek Hadir dan Siap Layani Transportasi Masyarakat Pekanbaru

Sabtu, 14 Desember 2019 09:36
Pemuda Batak Kuansing Salurkan Bantuan pada Korban Banjir

Sabtu, 14 Desember 2019 07:22
Sanjayo Art Pertunjukan Pembuka Festival Teater Islam Dunia

Jum’at, 13 Desember 2019 20:40
Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021

Jum’at, 13 Desember 2019 20:29
173 Calon Panwascam Pilkada Bengkalis 2020 Ikuti Tes CAT dan Wawancara

Jum’at, 13 Desember 2019 20:16
Target Pertanian Bengkalis Maju, Mandiri dan Modern 2020

Jum’at, 13 Desember 2019 20:04
Diduga Bawa Narkoba Pelanggar Lulintas Mengaku Intel Polres Bengkalis, Diamankan Anggota Ditlantas Polda Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 2 Desember 2019 13:23
Kordinasi dengan Kejati Bali, Kejati Riau Tangkap Buronan Terpidana Korupsi Tiket Pesawat

Kejati Riau menangkap seorang buronan di Bali. Terpidana korupsi pengadaan tiket pesawat.

Riauterkini-PEKANBARU - Dinyatakan buron setelah putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) turun. Seorang terpidana korupsi pengadaan penjualan tiket PT Garuda Indonesia di Denpasar, Bali. Akhirnya berhasil ditangkap tim kejaksaan di Kota Pekanbaru. Terpidana itu bernama Tutin Apriani. Wanita berusia 47 tahun itu ditangkap pada Senin (2/12/19) dirumahnya itu di Perumahan Puri Indah, Jalan Sudirman, Pekanbaru. 

Tutin yang berhasil ditangkap tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejati Bali itu, setelah keberadaannya terendus pihak kejaksaan.

" Terpidana korupsi pengadaan tiket PT Garuda ini ditangkap pagi tadi. Ia dinyatakan buron setelah putusan MA RI turun, yang mana berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2121/K/Pid.Sus/2016 tanggal 26 Juli 2017. Tutin dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun," terang Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan kepada riauterkini.com 

Dikatakan Muspidauan, Tutin Apriyani merupakan karyawan BUMN PT Garuda Indonesia. Tutin Apriyani terlibat korupsi pengadaan tiket bersama dua rekannya, Suhaimin Nidhom dan AA Istri Wahyuni, karyawan DPSDK GA PT Garuda Indonesia, Bandara Ngurah Rai, Bali. Perbuatan itu dilakukannya pada September 2005 hingga Maret 2006. 

Perbuatan terpidana berawal ketika menerima kedatangan 15 orang penumpang Continental Airline rute Guam (Amerika Serikat), Denpasar-Jakarta. Mereka transit di Denpasar karena Continental Airline tidak punya rute ke Jakarta. Berdasarkan multilateral Interline Traffic Agreement antara Continental Airline dan Garuda Indonesia, maka penumpang diangkut dengan pesawat Garuda tapi tetap menggunakan tiket Continental. Padahal seharusnya tiket yang dikeluarkan mendapat persetujuan dari kantor yang mengeluarkan tiket Continental tapi itu tidak dilakukan terpidana. Sehingga dari exchange tiket tersebut, Tutin dan beserta dua rekannya mendapatkan uang dari masing-masing penumpang sebesar Rp14,3 juta. Uang itu dikumpulkan dan dibagi rata untuk kepentingan pribadi," papar Muspidauan  

Akibat perbuatannya, Tutin dan kawan-kawan melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat(1) huruf b Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomorb20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 Jo Pasal 64 KUHP.

" Saat ini, Tutin langsung dibawa ke Bali guna mempertanggung jawabkan perbuatannya," tutup Muspidauan.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Razia Kamar Napi Lapas Bengkalis, Petugas Gabungan Temukan Sajam
- Empat Warga Medan Diduga Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan
- 10 Ekor Sapi Warga Pelalawan Digasak Kawanan Maling Bersenpi
- Demo di Mabes Polri,
Massa AMPUN Tuntut Tangkap dan Adili Muhammad, Terduga Aktor Intelektual Korupsi Rp2,6 M PDAM Inhil

- Seorang PNS di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
- Perkara Korupsi Dana Hibah Tahap II, Mantan Purek UIR Segera Disidang
- Kecelakaan Kerja, Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong
- Polisi Tangkap Seorang Petani Bakar Lahan di Bengkalis
- Wakili Dishub Kuansing Hendri Wahyudi Ikuti Diklat PPNS LLAJ di Bogor
- Dagangkan Orang Ribuan Ringgit, Perempuan Asal Medan Diringkus Polsek Bengkalis
- Peringati HAKI 2019 Kejari Pelalawan Gelar Pidato Tingkat SMA Sederajat
- Petugas Tangkap Lima Pelaku Diduga Terlibat Penyelundupan Orang di Pulau Rupat, Bengkalis
- Miliki Pistol dan Peluru, Boiman Ditangkap Polres Rohul
- Hilang Kendali, Pemotor di Duri Tewas Tertabrak Truk
- Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau
- Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 
- Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai
- Terbukti Tak Bayar Utang Rp2,874 M,
Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Divonis 2 Tahun dan 2 Bulan Penjara

- Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa
- Pembangunan Box Culvert Jalan Seminai Inhu Telan Korban Jiwa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com