Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Januari 2020 12:21
Bupati Apresiasi Bumdes Desa Kota Raya Bisa Meraih SHU Tertinggi se-Kabupaten Rohul

Senin, 27 Januari 2020 10:45
Tensi Memanas Jelang Pilkada Bengkalis, Belasan Spanduk "ESA" di Pinggir Dirusak OTK

Senin, 27 Januari 2020 10:42
Dibuka Asisten I, Peserta Diimbau tak Percaya Calo Bisa Loloskan Jadi CPNS

Senin, 27 Januari 2020 10:08
Buron Lima Hari, Pengendali Sabu 19 Kg Diringkus Polres Bengkalis

Senin, 27 Januari 2020 09:46
Sebanyak 16 Peserta Sesi I CPNS Dinyatakan Gugur

Senin, 27 Januari 2020 07:55
4 Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kuansing Ikuti Akademi Bela Negara di Jakarta

Ahad, 26 Januari 2020 21:29
Kasus Corona, RSUD Arifien Achmad Jadi RS Rujukan

Ahad, 26 Januari 2020 19:44
Speedboat TKI Tenggelam di Rupat,
Dipastikan Hanya Angkut 18 Orang, 3 Korban Masih Hilang


Ahad, 26 Januari 2020 15:44
Virus Corona, Tiga Pelabuhan di Bengkalis Sasaran Survei Ketat

Ahad, 26 Januari 2020 14:34
Diduga Pelaku Karla Puluhan Hektar, Oknum ASN di Bengkalis Dijebloskan ke Penjara


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 Desember 2019 06:58
Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 

Pengacara tersangka begal payudara di Duri melayangkan protes. Menuding banyak kejanggalan dilakukan penyidik.

Riauterkini - DURI - Diduga banyak kejanggalan akan proses penyidikan pelaku asusila di Mapolsek Mandau, Bobson Samsir Simbolon SH dan Tim selaku Kuasa Hukum (KH) pelaku Husin, akhirnya angkat bicara. Menurut Bobson, pemberitaan melalui sejumlah media sangat merugikan kliennya.

Diantaranya kejanggalan itu, pelaku asusila Husin tidak pernah dilakukan penangkapan. Bahkan Husin sudah berada di Mapolsek Mandau sebelum ditahan untuk menjadi saksi atas pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang terhadap rekan kerjanya.

Selanjutnya, laporan dugaan tindak pidana asusila yamg disangkakan terhadap Husin dan dari saksi saksi yang diperiksa sebanyak 5 orang, ternyata diketahui tidak ada saksi yang menyaksikan bahwa Husin lah yang melakukan tindak pidana asusila itu dan dasar penetapan tersangka terhadap Husin hanya berdasarkan asumsi yang menghubungkan antara pendapat saksi saksi dengan pakaian yanh dikenakan Husin pada saat berada di Kantor Polisi serta terjadinya tindak pidana asusila yang dialami korban, pihak korban tidak langsung melaporkannya ke Polisi dan justru berselang beberapa jam setelah kejadian, pihak korban datang bersama dengan suami, ipar dan rekannya mendatangi tempat kerja pelaku, mengamuk menuduh sejumlah rekan pelaku hingga terjadi pengeroyokan.

"Usai dikeroyok, rekan pelaku melaporkan peristiwa itu dan kemudian disusul laporan dari orang lain akan kasus asusila dan menuduh pelaku Husin sebagai pelakunya,"ujar Bobson.

Setelah terjadinya pengeroyokan, tambah Bobson, korban tidak dapat memastikan siapa gerangan pelaku diantara seluruh orang yang ada di Tempat kejadian Perkara (TKP) dan termasuk pelaku Husin bukan pelakunya seperti pengakuan korban.

"Akhirnya, kerabat Husin memjnta agar seluruh yang berada ditempat tersebut bersama ke Polsek Mandau dan setelah tiba di Polsek, barulah korban membuat laporan dan menuduh pelaku Husin sebagai aktor tindak asusila itu. Sementara pelaku Husin ikut ke Polsek hanya untuk menjadi saksi atas pengeroyokan yang dialami rekannya oleh suami dan ipar korban. Kami hanya minta keadlian akan kasus ini agar semua terang benderang dimata publik,"pintanya.

Menanggapi tudingan Kuasa Hukum pelaku, Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Haryadi saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan pesan singkat ponselnya mengatakan jika seluruh pihak sah sah saja berasumsi dan berpendapat, namun untuk ranah penyidikan dalam perkara tersebutadalah wewenang penyidik dan sesuai dengan ketentuan yang ada." Artinya, semua yang dilakukan penyidik itu, kita pastikan sesuai dengan ketentuan yang ada,"jelasnya.*(Tim)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Pelaku Karla Puluhan Hektar, Oknum ASN di Bengkalis Dijebloskan ke Penjara
- Merasa Dirugikan EDRG, Kapolres Inhu Himbau Masyarakat Segera Lapor
- 9 Korban Masih Hilang, Polda Tangkap Dua Tersangka Kapal TKI Tenggelam di Rupat
- Polda Riau Periksa 10 Korban Kapal Tenggelam di Dumai
- Sabu 19 Kg Disita, Polres dan BC Bengkalis Ringkus Tiga Kurir Antar Provinsi
- Berkas Lengkap, Tiga Tersangka Korupsi Kredit Macet PT PER Tahap 2
- Digugat karena Babat 3 Ribu Hektar Kebun Sawit, Pemprov Riau Terancam Denda Rp12 Triliun
- Miliki 3 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi, Warga Rohul Diringkus BNNP Riau
- Seorang Personil Tersangkut Narkoba, Satpol Inhu Segera Tes Urine Seluruh Anggota
- Pompong Angkut TKI Tenggelam di Pulau Rupat, 10 Korban Hilang
- Dua Penyelundup 3 Kg Sabu Ditangkap Polda Riau di Kandis
- Diduga Korsleting, Suzuki Carry di Duri, Bengkalis Ludes Terbakar
- 4 Kg Lebih Sabu Disita, 6 Pengedar Sabu di Pekanbaru dan Bengkalis Digulung Polisi
- Terbukti Korupsi Dana Desa, Kades Sako, Kuansing Dihukum 4,5 Tahun Penjara
- Honorer dan Pengedar Sabu di Bengkalis Diringkus Polisi
- Pinjaman UEDSP Fiktif,
Kejari Bengkalis Resmi Tahan Mantan Kades Bukitbatu

- Polda Riau Tetapkan 12 Orang Tersangka Karhutla
- Polres Bengkalis Amankan Enam Tersangka Pembakar Lahan Gambut 84,5 Hektar
- Proyek Pompa Air Gagal BPBD Bengkalis, Polda Riau Cek Legalitas PT PWH ke Jakarta
- Merun Merambat Kebun Orang Lain, Buruh Tani di Bengkalis Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com