Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 26 September 2020 17:38
Usai Dilantik Jadi Pj Bupati Bengkalis, Ini Sederet Tugas Dihadapi Syahrial Abdi

Sabtu, 26 September 2020 17:16
Maazat, Ayah Syahrul Aidi Maazat Wafat Hari ini

Sabtu, 26 September 2020 17:14
Diguyur Hujan Deras, Duri Timur, Bengkalis Banjir

Sabtu, 26 September 2020 16:04
Dilantik Bupati, DPD Apkasindo Bengkalis Diharapkan Bersinergi Bersama Petani Sawit

Sabtu, 26 September 2020 13:57
Gubri Resmi Lantik Pj dan Pjs Empat Daerah Penyelenggara Pilkada

Sabtu, 26 September 2020 12:39
Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi

Sabtu, 26 September 2020 12:25
Buka Perdana, Gubri Pesan Lewat Tol Jangan Ngebut, Maksimal 80 Km

Sabtu, 26 September 2020 09:40
Cegah Virus Corona, PKS PT. PCR Sebar Masker Gratis ke Sejumlah Tempat Ibadah di Mandau

Sabtu, 26 September 2020 09:00
Gubri Minta Pj dan Pjs Dilantik Siang Ini Jaga Neteralitas

Sabtu, 26 September 2020 08:18
Siang Ini Gubri Lantik Satu Pj dan Empat Pjs


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 Desember 2019 06:58
Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 

Pengacara tersangka begal payudara di Duri melayangkan protes. Menuding banyak kejanggalan dilakukan penyidik.

Riauterkini - DURI - Diduga banyak kejanggalan akan proses penyidikan pelaku asusila di Mapolsek Mandau, Bobson Samsir Simbolon SH dan Tim selaku Kuasa Hukum (KH) pelaku Husin, akhirnya angkat bicara. Menurut Bobson, pemberitaan melalui sejumlah media sangat merugikan kliennya.

Diantaranya kejanggalan itu, pelaku asusila Husin tidak pernah dilakukan penangkapan. Bahkan Husin sudah berada di Mapolsek Mandau sebelum ditahan untuk menjadi saksi atas pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang terhadap rekan kerjanya.

Selanjutnya, laporan dugaan tindak pidana asusila yamg disangkakan terhadap Husin dan dari saksi saksi yang diperiksa sebanyak 5 orang, ternyata diketahui tidak ada saksi yang menyaksikan bahwa Husin lah yang melakukan tindak pidana asusila itu dan dasar penetapan tersangka terhadap Husin hanya berdasarkan asumsi yang menghubungkan antara pendapat saksi saksi dengan pakaian yanh dikenakan Husin pada saat berada di Kantor Polisi serta terjadinya tindak pidana asusila yang dialami korban, pihak korban tidak langsung melaporkannya ke Polisi dan justru berselang beberapa jam setelah kejadian, pihak korban datang bersama dengan suami, ipar dan rekannya mendatangi tempat kerja pelaku, mengamuk menuduh sejumlah rekan pelaku hingga terjadi pengeroyokan.

"Usai dikeroyok, rekan pelaku melaporkan peristiwa itu dan kemudian disusul laporan dari orang lain akan kasus asusila dan menuduh pelaku Husin sebagai pelakunya,"ujar Bobson.

Setelah terjadinya pengeroyokan, tambah Bobson, korban tidak dapat memastikan siapa gerangan pelaku diantara seluruh orang yang ada di Tempat kejadian Perkara (TKP) dan termasuk pelaku Husin bukan pelakunya seperti pengakuan korban.

"Akhirnya, kerabat Husin memjnta agar seluruh yang berada ditempat tersebut bersama ke Polsek Mandau dan setelah tiba di Polsek, barulah korban membuat laporan dan menuduh pelaku Husin sebagai aktor tindak asusila itu. Sementara pelaku Husin ikut ke Polsek hanya untuk menjadi saksi atas pengeroyokan yang dialami rekannya oleh suami dan ipar korban. Kami hanya minta keadlian akan kasus ini agar semua terang benderang dimata publik,"pintanya.

Menanggapi tudingan Kuasa Hukum pelaku, Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Haryadi saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan pesan singkat ponselnya mengatakan jika seluruh pihak sah sah saja berasumsi dan berpendapat, namun untuk ranah penyidikan dalam perkara tersebutadalah wewenang penyidik dan sesuai dengan ketentuan yang ada." Artinya, semua yang dilakukan penyidik itu, kita pastikan sesuai dengan ketentuan yang ada,"jelasnya.*(Tim)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi
- Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis
- Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil
- Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam
- Penyidik Bea Cukai Serahkan Dua Tersangka Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari Pekanbaru
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli
- BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi
- Serbu BRI Bathin Solapan Jelang Tengah Hari, 4 Rampok Larikan Ratusan Juta Rupiah
- Pesantren Tahfis Qur'an di Bathin Solapan Terbakar Saat Hujan dan Petir
- Polres Bengkalis Amankan Kapal Muatan 692 Batang Kayu Balak Tujuan Batam
- Diikat Dipukuli, Perampok Gasak Perhiasan Milik Nenek 81 Tahun di Bengkalis
- YKMNMT Klaim Konflik Lahan di Riau Berawal dari Konflik Tanah Ulayat
- Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas
- Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker
- Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras
- Korupsi Alih Fungsi Lahan, KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Manager PT Duta Palma
- Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru Sumpah 26 Advokat Ferari
- Warga Teluk Binjai Resah Adanya Aktivitas Illegal Logging
- Keluarga Akui Mayat di Siak adalah M Alhadar
- Sesosok Mayat Laki-laki Ditemukan Tertelungkup dalam Sumur di Siak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com