Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Oktober 2020 20:37
Pastikan tidak Ada Masalah, Pemko Pekanbaru Terus Kembangkan KIT

Selasa, 20 Oktober 2020 18:31
Kumpul Bareng Media Inhu, Ketua Bappilu Rajut Optimis Menang

Selasa, 20 Oktober 2020 18:17
5 Pasien Positif Corona Kuansing Dinyatakan Sembuh

Selasa, 20 Oktober 2020 17:20
Kadiskes Riau: Pasien Sembuh di Riau Hari Ini Meningkat Tajam

Selasa, 20 Oktober 2020 17:13
Persiapan Gowes di Pantai Sepat baru Bengkalis, LPM Pekanbaru Latihan Keliling Kota

Selasa, 20 Oktober 2020 17:07
Asep Ruhiat: Kita Sudah Prediksi Gugatan ASA Dimentahkan PTTUN Medan



Selasa, 20 Oktober 2020 17:02
Polres Inhil Ringkus Lagi Pelaku Narkoba di Kateman

Selasa, 20 Oktober 2020 16:49
PJs Bupati Kuansing, Panen Padi di Desa  Teberau Panjang

Selasa, 20 Oktober 2020 16:46
Polres Kampar Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni

Selasa, 20 Oktober 2020 16:40
Fasilifasi UMKM Desa Kampar, Gubri Dorong Pemanfaatan Lahan Jadi Produktif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 8 Desember 2019 00:11
Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau

Tim Gabungan Gakkum dan Kepolisian RI berhasil membekuk pelaku perdagangan satwa dilindungi di Riau. Tim menemukan janian harimau yang disimpan pelau dalam toples.

Riauterkini-PEKANBARU- Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Tim Intel Polhut Pasopati dan Siber Patrol Ditjen Gakkum KLHK dan Badan Intelijen dan Keamanan POLRI, Sabtu tanggal (7/12/19) pukul 06.00 WIB membekuk pelaku kejahatan perburuan satwa dilindungi berupa Harimau Sumatera (bahasa Latin: Panthera tigris sumatrae) di Propinsi Riau.

Operasi peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi tersebut dilaksanakan berdasarkan informasi yang disampaikan oleh masyarakat tentang dugaan perburuan satwa dilindungi selanjutnya melakukan pengembangan dan menemukan lokasi dimaksud di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Petugas berhasil mengamankan pelaku masing masing berinisial MY; SS dan E (yang merupakan istri MY) dan diperoleh barang bukti berupa 4 (empat) ekor janin harimau yang disimpan dalam toples plastik di lokasi tersebut.

Selanjutnya berdasarkan informasi yang diperoleh dilakukan pengejaran pelaku lainnya ke Jl. Lintas Timur Sumatera dan mengamankan 2 (dua) orang pelaku lainnya yang berinisial SS dan TS dengan barang bukti 1 lembar kulit harimau dewasa di Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan.

Terungkapnya kasus ini merupakan keberhasilan upaya kolaborasi dan sinergi KLHK bersama POLRI dan instansi terkait lainnya dalam menegakkan hukum terhadap kejahatan yang mengancam kelestarian tanaman dan satwa dilindungi di Indonesia bahkan di dunia (global).

Upaya penegakan hukum memerangi kejahatan ini juga tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak, terutama dengan semakin tingginya ancaman dan semakin beragamnya modus kejahatan, demikian disampaikan Sustyo Iriyono selaku Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK.

Eduward Hutapea selaku Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera mengapresiasi kerjasama KLHK dan POLRI serta masyarakat yang berhasil mengungkap adanya kejahatan yang mengancam kelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar, terutama jika dikaitkan dengan konflik manusia dengan Harimau Sumatera yang terjadi beberapa tahun belakangan ini menunjukkan potensi permasalahan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan motif keuntungan pribadi, pemerintah melalui KLHK pasti sangat serius dengan permasalahan ini (konflik hariamau dan manusia) termasuk dalam proses penegakan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Selanjutnya terkait kasus dimaksud, Alfian Hardiman selaku Kepala Seksi Wilayah II Balai Gakkum Sumatera, Kementerian LHK menyampaikan akan menerapkan proses penegakan hukum sebagaimana mestinya dan meningkatkan upaya pemantauan aktivitas perdagangan baik secara langsung maupun melalui siber patrol (perdagangan on-line) yang terkait dengan aktifitas para pelaku.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh PPNS KLHK terhadap pelaku diterapkan Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 juta.*(H-we)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Inhil Ringkus Lagi Pelaku Narkoba di Kateman
- Polres Kampar Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni
- Polres Kampar Tengah Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni
- Jenguk Anak Sakit, Rumah Warga Aliantan Dibobol Maling
- Polda Riau Panggil Calon Wabup Bengkalis Terkait Dugaan Perambahan Hutan
- KPP Pratama Bengkalis Sita Aset Penunggak Pajak
- Lima Mobil dan Bengkel Ekspedisi Tunas Harapan Pekanbaru Ludes Terbakar
- Kabel PT. CPI di Duri, Bengkalis Bernilai Miliaran Digondol Maling
- Diduga Cabuli Bocah 15 Tahun Tiga Kali, Pemuda di Bonai Darussalam Dipolisikan
- Polisi Rohil Dianiaya di Kedai Tuak
- Ditenangkan Saat Kalap di Kedai Tuak, Petani di Rohil Malah Aniaya Polisi
- BeAT Versus KLX di Kota Lama, Seorang Pelajar Meninggal dan Dua Lainnya Terluka
- Polres Inhil Kembali Ringkus 2 Tersangka Narkoba
- Diajak Jalan-jalan, Gadis di Tambusai Malah Diperkosa di Tribun Lapangan Bola
- 13 Ruangan SMPN 1 Rambah Ludes Terbakar, Kepsek Melapor ke Polisi
- Laporkan Temuan Penyalahgunaan Beras PKH, Dua PNS Pelalawan Malah Jadi Tersangka Pilkada
- Dua Pengedar Antar Provinsi Diringkus Polisi Rohul, 1,2 Kg Ganja Disita
- Kades Kecolongan,
Dua Warung Remang-remang di Desa Batas Rohul Dibakar "Emak-emak"

- Terjerat Korupsi Dana Publikasi Media, Tiga Pejabat Setwan Rohil Dituntut 20 dan 18 Bulan Penjara
- Sepekan Buron, Pelaku Curas di Tambusai Utara Berhasil Ditangkap Polisi Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com