Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 30 September 2020 15:44
PT PCR Kembali Bagi Ratusan Masker ke Rumah Ibadah di Duri

Rabu, 30 September 2020 13:49
Tak Sesuai PKPU, Bawaslu Tertibkan Baliho Peserta Pilkada Inhu

Rabu, 30 September 2020 13:39
Diterima Gubri, PT RAPP Bantu 100 Ribu Masker Berbahan Rayon

Rabu, 30 September 2020 12:58
Kecewa Pemkab dan DPRD, RT, RW dan LPM di Duri Timur Serahkan SK ke Lurah 

Rabu, 30 September 2020 11:22
Pilkada Bengkalis, Bawaslu Bengkalis Bongkar Paksa Alat Peraga Sosialisasi Paslon

Rabu, 30 September 2020 11:08
Korban Kecewa, Polda Riau Rubah DPO Penipuan Rp40 Miliar jadi Wajib Lapor

Rabu, 30 September 2020 10:32
Aniaya dan Buang Anak Kandung, Warga Pelalawan Serahkan Diri ke Polisi

Rabu, 30 September 2020 09:15
Kasus Positif Covid - 19 di Kuansing Bertambah 2 Orang

Rabu, 30 September 2020 08:02
Rugikan Negara Rp50 M, Dua Petinggi PT WIKA dalam Morupsi Jembatan Bangkinang

Selasa, 29 September 2020 20:38
DPRD Inhu Tolak Pengesahan APBD Perubahan 2020


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 25 Januari 2020 08:28
9 Korban Masih Hilang, Polda Tangkap Dua Tersangka Kapal TKI Tenggelam di Rupat

Polda Riau menahan dua tersangka terkait kapal angkut TKI tenggelam di Rupat. Sembilan korban belum ditemukan.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau, amankan dua diduga pelaku penampung dan penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang menjadi korban kapal pompong tenggelam di Tanjung Medang, Dumai. Mereka yakni MZ (39) , SY dan JF (52).

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dalam siaran persnya menjelaskan pihaknya telah periksa dua diduga pelaku tersebut. Dimana diketahui SY pernah ditahan dengan kasus YKI Ilegal dua bulan lalu. Sedangkan JF alias RV merupakan penampung dan menyalurkan TKI ilegal sebanyak tujuh orang.

"Masih ada satu diduga pelaku lain yakni RI. Masih kita lidik. Perannya sama penyalur dan penampung TKI ilegal sebanyak 7 orang," jelasnya.

“Empat lainnya belum diketahui siapa yang menyalurkan karena mereka datang sendiri ke tempat speed boat yang akan digunakan oleh terduga pelaku,"rincinya lagi.

Selain kedua orang itu, pihaknya juga telah mengamankan MZ yang merupakan istri dari SY. Ia juga memiliki peran yang sama yakni sebagai penampung dan penyalur TKI ilegal yang berdomisili di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat Bengkalis.

Sementara, kepada 10 orang korban selamat, yaitu 7 laki-laki dan 3 wanita, polisi telah diambil langkah Koordinasi dengan Dinas Sosial Bengkalis. 9 orang akan dilakukan pemulangan ke daerah asalnya masing-masing. Sedangkan terhadap 1 WN Bangladesh bernama Sumon, sedang kordinasi dengan pihak Imigrasi Bengkalis, untuk dideportasi ke negara asalnya.

Diberitakan sebelumnya, kapal pompong tanoa nama itu diinformasikan sebelumnya, hendak menuju Malaysia yang berangkat dari Pulau Rupat Selasa (21/01/20) sekitar pukul 21.30 malam lalu. Namun, sesampai di perairan Tanjung Medang, Dumai, kapal pompong diduga mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan itu.

Hingga kini, masih terdapat 9 orang korban yang masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Sebelumnya, tim telah berhasil menemukan satu orang korban berjenis kelamin perempuan dengan keadaan meninggal dunia. Korban tersebut juga belum teridentifikasi, tapi diperkirakan berumur 40 tahun.

Untuk mendukung pencarian ini, Helly Puma dari Lanud Roesmin Nurjadin juga turut diterjunkan ke lokasi. Bahkan negara tetangga Malaysia juga turunkan tim untuk melakukan pencarian di wilayahnya. Sebab ada dugaan korban sampai di perairan Malaysia.

Merujuk data yang dirilis Basarnas Pekanbaru, 10 orang korban selamat tersebut yakni Een Saputra (30), Mariska Sari (30), Abdullah Faiz (25), Doni Siregar (25), Rudiansah (25), Sumon (32), Uli Handayani (39), Fitria (40), Herman (29) serta, Abib (28). ***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tak Sesuai PKPU, Bawaslu Tertibkan Baliho Peserta Pilkada Inhu
- Korban Kecewa, Polda Riau Rubah DPO Penipuan Rp40 Miliar jadi Wajib Lapor
- Aniaya dan Buang Anak Kandung, Warga Pelalawan Serahkan Diri ke Polisi
- Rugikan Negara Rp50 M, Dua Petinggi PT WIKA dalam Morupsi Jembatan Bangkinang
- Bawa Senpi dan 13 Kg Sabu, Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polisi di Siak Hulu Kampar
- Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru, Polres Dumai Tangkap 2 Kurir 14 Kilogram Sabu
- Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan
- Polisi Buru Dua Buronan Pembunuh Pengusaha Rental Mobil
- Polisi Tangkap Dua dari Empat Pembunuh Supir Rental Mobil di Siak
- Seorang Penambang Emas di Kuansing Tewas Tertimbun
- Diduga Konsleting Listrik, Rumah Permanen di Duri, Bengkalis Terbakar
- Niat Berenang, Seorang Bocah Tenggelam di Sungai Dumai
- Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi
- Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis
- Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil
- Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam
- Penyidik Bea Cukai Serahkan Dua Tersangka Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari Pekanbaru
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli
- BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi
- Serbu BRI Bathin Solapan Jelang Tengah Hari, 4 Rampok Larikan Ratusan Juta Rupiah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com