Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:38
Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu

Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:29
M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR

Sabtu, 22 Pebruari 2020 19:27
Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand

Sabtu, 22 Pebruari 2020 18:55
Kapal Pesiar Angkut Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis

Sabtu, 22 Pebruari 2020 18:04
Bupati Siak Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Mess Milik PT Arara Abadi

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:33
Baru Dirilis, Tercatat Ada 110 Konsumen di Riau Memesan Suzuki XL7

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:28
Berulang Tahun, RSU Mutia Sari Duri  Gelar Syukuran dan Baksos

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:24
Suzuki XL7 Resmi Hadir di Riau

Sabtu, 22 Pebruari 2020 15:56
Persis Riau Gelar Muswil III

Sabtu, 22 Pebruari 2020 13:17
Menjelang Pilkada Pelalawan 2020, PAN Tetap Prioritaskan Kader


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 25 Januari 2020 08:28
9 Korban Masih Hilang, Polda Tangkap Dua Tersangka Kapal TKI Tenggelam di Rupat

Polda Riau menahan dua tersangka terkait kapal angkut TKI tenggelam di Rupat. Sembilan korban belum ditemukan.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau, amankan dua diduga pelaku penampung dan penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang menjadi korban kapal pompong tenggelam di Tanjung Medang, Dumai. Mereka yakni MZ (39) , SY dan JF (52).

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dalam siaran persnya menjelaskan pihaknya telah periksa dua diduga pelaku tersebut. Dimana diketahui SY pernah ditahan dengan kasus YKI Ilegal dua bulan lalu. Sedangkan JF alias RV merupakan penampung dan menyalurkan TKI ilegal sebanyak tujuh orang.

"Masih ada satu diduga pelaku lain yakni RI. Masih kita lidik. Perannya sama penyalur dan penampung TKI ilegal sebanyak 7 orang," jelasnya.

“Empat lainnya belum diketahui siapa yang menyalurkan karena mereka datang sendiri ke tempat speed boat yang akan digunakan oleh terduga pelaku,"rincinya lagi.

Selain kedua orang itu, pihaknya juga telah mengamankan MZ yang merupakan istri dari SY. Ia juga memiliki peran yang sama yakni sebagai penampung dan penyalur TKI ilegal yang berdomisili di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat Bengkalis.

Sementara, kepada 10 orang korban selamat, yaitu 7 laki-laki dan 3 wanita, polisi telah diambil langkah Koordinasi dengan Dinas Sosial Bengkalis. 9 orang akan dilakukan pemulangan ke daerah asalnya masing-masing. Sedangkan terhadap 1 WN Bangladesh bernama Sumon, sedang kordinasi dengan pihak Imigrasi Bengkalis, untuk dideportasi ke negara asalnya.

Diberitakan sebelumnya, kapal pompong tanoa nama itu diinformasikan sebelumnya, hendak menuju Malaysia yang berangkat dari Pulau Rupat Selasa (21/01/20) sekitar pukul 21.30 malam lalu. Namun, sesampai di perairan Tanjung Medang, Dumai, kapal pompong diduga mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan itu.

Hingga kini, masih terdapat 9 orang korban yang masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Sebelumnya, tim telah berhasil menemukan satu orang korban berjenis kelamin perempuan dengan keadaan meninggal dunia. Korban tersebut juga belum teridentifikasi, tapi diperkirakan berumur 40 tahun.

Untuk mendukung pencarian ini, Helly Puma dari Lanud Roesmin Nurjadin juga turut diterjunkan ke lokasi. Bahkan negara tetangga Malaysia juga turunkan tim untuk melakukan pencarian di wilayahnya. Sebab ada dugaan korban sampai di perairan Malaysia.

Merujuk data yang dirilis Basarnas Pekanbaru, 10 orang korban selamat tersebut yakni Een Saputra (30), Mariska Sari (30), Abdullah Faiz (25), Doni Siregar (25), Rudiansah (25), Sumon (32), Uli Handayani (39), Fitria (40), Herman (29) serta, Abib (28). ***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 24 Mess Karyawan Milik PT Arara Abadi di Tualang Terbakar
- Melawan Polisi Saat Ditangkap, Seorang PNS Inhil Ditembak
- Tiga Jari Nenek Putus, Tabrakan Avanza VS Superband di Lintas Timur Pangkalan Kuras
- Kebakaran di Lipatkain Ludeskan Rumah dan Mobil Kijang Kapsul
- Ngaku di Persidangan, Terdakwa Rampok Ortu Ketua KNPI Pelalawan tak Beraksi Tunggal
- Sehari, Polisi Ringkus Empat "Pengusaha" Sabu-sabu di Bengkalis
- Diduga Sakit, Buruh Serabutan di Duri Ditemukan Membusuk
- Biadab, Seorang Paman di Bathin Solapan, Bengkalis Tega Cabuli Keponakan Sendiri
- Maling Kerbau Antar Kabupaten Ditangkap Warga Mandau, Bengkalis
- Terlibat Narkoba Besar, BNN Berharap Oknum Polisi Asal Bengkalis Dihukum Mati
- Termasuk Kasat Intelkam Polres Kuansing, Polda Riau Mutasi Sejumlah Perwira
- Crgah Penyimpangan Dana Desa, Pemkab Siak Gandeng Kejaksaan Gulitkan Progtam 'Jaga Desa'
- Melebihi Tuntutan Jaksa, Direktur Penilap Dana Perusahaan Divonis 3 Tahun Penjara
- Oknum Polisi Terlibat, BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Butir Ekstasi dan 10 Kg Sabu
- Kejari Pekanbaru Terima SPDP Kasus Penganiayaan Dengan Tersangka Anak Bupati Rohil
- Ngaku Dapat Bisikan Ghaib, Polisi Cek Kejiwaan Ayah Bunuh Anak di Pekanbaru
- Sat Res Narkoba Polres Rohil Musnahkan 38 Butir Ekstasi
- Kapolres Inhu Pastikan Berita Upaya Penculikan Anak Hoax
- Ayah Bunuh Anak di Pekanbaru Berdalih Dapat Bisikan Ghaib
- Sadis, Seorang Ayah di Pekanbaru Cekik Anaknya Hingga Tewas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com