Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 30 September 2020 16:34
Kampanye Dialogis di Pinggir, ESA Prioritaskan Komoditas Singkong

Rabu, 30 September 2020 16:32
DPRD Inhil Segera Bahas RAPBD Perubahan 2020

Rabu, 30 September 2020 16:24
Rekor, Tambahan Kasus Covid-19 di Riau Terbanyak di Sumatera, Ketiga Nasional

Rabu, 30 September 2020 16:14
Rekor lagi, Kasus Corona di Riau Tambah 352 Orang

Rabu, 30 September 2020 15:59
Ribuan UMKM di Bengkalis Ajukan Bantuan Terdampak Covid-19

Rabu, 30 September 2020 15:44
PT PCR Kembali Bagi Ratusan Masker ke Rumah Ibadah di Duri

Rabu, 30 September 2020 13:49
Tak Sesuai PKPU, Bawaslu Tertibkan Baliho Peserta Pilkada Inhu

Rabu, 30 September 2020 13:39
Diterima Gubri, PT RAPP Bantu 100 Ribu Masker Berbahan Rayon

Rabu, 30 September 2020 12:58
Kecewa Pemkab dan DPRD, RT, RW dan LPM di Duri Timur Serahkan SK ke Lurah 

Rabu, 30 September 2020 11:22
Pilkada Bengkalis, Bawaslu Bengkalis Bongkar Paksa Alat Peraga Sosialisasi Paslon


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 Januari 2020 13:18
Penyeludupan 12 TKI di Rupat, Bengkalis,
Lima Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara


Lima tersangka, dua orang nakhoda dan tiga ABK dilimpahkan Kantor Imigrasi ke JPU Kejari. Mereka terancam pidana penjara 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Riauterkini-BENGKALIS- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis melimpahkan lima tersangka dan barang bukti atau tahap dua karena sudah dinyatakan lengkap (P21) kasus penyeludupan 12 tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Selasa (28/1/20) siang.

Pelimpahan para tersangka, dua orang nakhoda, Bd dan Sy dan tiga orang anak buah kapal (ABK), Md, Ek dan Jr, merupakan warga Pulau Rupat ditangkap petugas dari kapal motor yang berbeda. 

Mereka diamankan petugas sedang mengangkut 12 orang TKI dari Malaysia tujuan Teluk Lecah, Selat Morong di Perairan Selat Morong, Pulau Rupat, Senin (4/11/19) lalu sekitar pukul 08.30 WIB.

Berkas diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari, Azam Akhmad, S.H di ruang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Johnny Tunggul, S.H, M.A.P mengatakan, berkas ke lima tersangka sudah dinyatakan lengkap. Pihaknya mengajukan dua berkas untuk tersangka nahkoda dan ABK kapal pembawa TKI.

"Hari ini kami melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti. Berkas terbagi dua untuk dua tekong dan ABK. Pasal kita kenalan Pasal 120 Undang undang Keimigrasian Nomor 6 tahun 2011 Tentang Penyeludupan Manusia.  Ancaman pidana paling singkat 5 tahun penjara maksimal 15 tahun, denda paling rendah Rp15 juta atau maksimal Rp1,5 miliar," jelas Johnny kepada riauterkini.com, disela-sela pelimpahan di Kejari, Selasa (28/1/20) siang.

Kesempatan ini Johnny mengimbau, masyarakat Bengkalis dan sekitar tidak mudah tergoda dengan ajakan seseorang yang ingin memberikan pekerjaan di luar negeri tanpa mengikuti cara-cara prosedural.

"Kepada masyarakat tolong hati-hati, jangan mudah tergoda dengan ajakan orang lain yang mengajak bekerja ke Malaysia atau negara lainnya tanpa melewati jalur resmi. Akibatnya bisa kecelakaan laut dan juga tidak ada payung hukum kepada TKI yang non prosedural," ajaknya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Imigrasi menetapkan lima orang sebagai tersangka atas dugaan terlibat tindak pidana penyelundupan orang (people smuggling) tujuan Malaysia ke Indonesia melalui wilayah Perairan Rupat.

Selain pelaku petugas juga menyita barang bukti berupa dua unit speedboat tanpa nama berikut mesin, enam unit ponsel, delapan Paspor milik penumpang.

Terungkapnya kasus dugaan penyelundupan itu berawal TNI dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai melaksanakan patroli laut di satuan F1QR dengan Komandan Operasi, Kapten Bayu Mahardi di sekitaran perairan Selat Morong Pulau Rupat. Tim Lanal menjumpai dan mengamankan dua unit speedboat tanpa nama dan diawaki oleh lima orang WNI membawa 12 orang WNI, sembilan orang laki-laki dan tiga orang perempuan dan salah satunya hamil delapan bulan.

Dari keterangan saksi, mereka berangkat pukul 03.00 dinihari waktu Malaysia. Di tengah perjalanan mesin kapal yang mereka tumpangi rusak. Maka tersangka Bd menghubungi rekannya di Pulau Rupat untuk membantunya. Proses pemindahan barang dan orang ini ditemukan Tim Lanal Dumai dan diamankan, selanjutnya dibawa ke Lanal Dumai.

Dari hasil keterangan dan barang bukti yang ada, maka dua orang nahkoda dan tiga orang ABK dijerat dengan tindak pidana Keimigrasian Pasal 120 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dan kasus ini dilanjutkan ke tahap projustitia.***(dik)

Foto : Lima tersangka dua nakhoda dan ABK dilimpahkan Kantor Imigrasi ke JPU Kejari untuk proses hukum lebih lanjut, Selasa (28/1/20).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Rekor lagi, Kasus Corona di Riau Tambah 352 Orang
- Tak Sesuai PKPU, Bawaslu Tertibkan Baliho Peserta Pilkada Inhu
- Korban Kecewa, Polda Riau Rubah DPO Penipuan Rp40 Miliar jadi Wajib Lapor
- Aniaya dan Buang Anak Kandung, Warga Pelalawan Serahkan Diri ke Polisi
- Rugikan Negara Rp50 M, Dua Petinggi PT WIKA dalam Morupsi Jembatan Bangkinang
- Bawa Senpi dan 13 Kg Sabu, Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polisi di Siak Hulu Kampar
- Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru, Polres Dumai Tangkap 2 Kurir 14 Kilogram Sabu
- Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan
- Polisi Buru Dua Buronan Pembunuh Pengusaha Rental Mobil
- Polisi Tangkap Dua dari Empat Pembunuh Supir Rental Mobil di Siak
- Seorang Penambang Emas di Kuansing Tewas Tertimbun
- Diduga Konsleting Listrik, Rumah Permanen di Duri, Bengkalis Terbakar
- Niat Berenang, Seorang Bocah Tenggelam di Sungai Dumai
- Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi
- Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis
- Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil
- Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam
- Penyidik Bea Cukai Serahkan Dua Tersangka Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari Pekanbaru
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli
- BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com