Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 28 Maret 2020 16:12
Gubri Minta Bupati/Wali Kota Data Semua Warga Baru Pulang Dari Berbagai Daerah

Sabtu, 28 Maret 2020 15:57
Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal

Sabtu, 28 Maret 2020 13:51
Terpelset di Jamban, Lansia di Kuansing Hilang Terbawa Arus

Sabtu, 28 Maret 2020 12:49
Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona

Jum’at, 27 Maret 2020 20:44
Supir Ngantuk, Truk Tangki CPO di Duri Adu Kuat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:40
Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai

Jum’at, 27 Maret 2020 18:36
BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu Terjerat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:18
Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing

Jum’at, 27 Maret 2020 17:52
Melawan Corona, DPD IPK Riau Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Ibadah

Jum’at, 27 Maret 2020 17:50
Loyalitas Kopi Savasana Hadirkan Kudapan Berkualitas


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Pebruari 2020 14:32
Terlibat Narkoba Besar, BNN Berharap Oknum Polisi Asal Bengkalis Dihukum Mati

BNN dan Bea Cukai gagalkan penyelundupan 60 ribu butir ekstasi dan 10 kilogram sabu. Seorang polisi yang terlibat dinilai layak dihukum mati.

Riauterkini - PEKANBARU - Empat orang pelaku berhasil diringkus dalam penggrebekan yang dilakuan BNN dan Bea Cukai di wilayah Dumai. Dimana salah satu tersangka merupakan oknum anggota Polres Bengkalis, Brigadir RR.

Aksi ini, BNN dan Bea Cukai yang dibantu oleh BNNP Riau, Polres Dumai dan lainnya berhasil mengamankan 10 kilogram sabu dan 60.000 butir pil ekstasi.

Sementara dalam jumpa persnya di Gedung BNNP Riau yang berlokasi do jalan Pepaya, Rabu (19/02/20), Deputi Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari mengatakan bahwa oknum tersebut pantas untuk dihukum mati. Sebab Ia telah melanggar sumpah dan justru ikut bergabung dalam sindikat narkoba internasional.

"Mereka (sindikat) akan sangat senang jika dapat merekrut aparat penegak hukum dan petugas - petugas resmi yang lain. Saya mengharapkan jika nanti ini sudah diproses secara disiplin dan masuk ke pengadilan, bagu oknum-oknum seperti ini harus diberikan hukuman yang lebih berat. Bahkan kalau perlu dijatuhkan hukuman mati, itu pantas buat dia," bebernya.

Sebab, menurutnya RR telah mencoreng nama baik aparat kepolisian. Dimana tugas utamanya adalah untuk melindungi masyarakat sekeras mungkin, Ia justru melanggar sumpah dengan berkecimpung menjadi bagian dari sindikat narkoba. "Ia telah melanggar sumpah dan mencari keuntungan pribadi dari penderitaan orang lain. Oleh karena itu saya sampaikan tadi saya imbau untuk menjatuhkan hukuman seberat - beratnya," tambahnya lagi.

Dari keterangan sementara RR telah dua kali melakukan bisnis haram ini. Dimana yang pertama Ia berhasil menyelundupkan sabu sebanyak 25 kilogram.

"Untuk yang pertama dia diupah Rp100 juta dan yang kedua ini dia diupah Rp150 juta jika berhasil mengantarkan barang haram itu," terangnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap RR. "Nanti kita akan dalami apakah benar demikian. Namun, saya kira dia bukan baru dua kali. Saya kira penyidik tidak perlu menutupi karena bagaimanapun siapapun yang terlibat kita sudah konsisten diungkap sejelas-jelasnya," terangnya.

Tertangkapnya RR menjadi catatan tersendiri bagi pihaknya. Bahwa bukan hanya masyarakat yang dapat terlibat dalam bisnis haram itu, namun juga aparat penegak hukum.

Selain RR, dalam penggrebekan yang dilakukan oleh BNN dan Bea Cukai di depan Alfamart Jl. Gatot Subroto, Bukit Timah, Dumai Baru, Kota Dumai, Riau itu terdapat tiga pelaku lainnya. Yakni Rz, Hs, dan RRi. Mereka merupakan kurir yang akan mengantarkan narkoba tersebut menuju Pekanbaru.

"Ini rencananya akan diedarkan di Pekanbaru dan Dumai," terangnya.

Barang haram itu berasal dari negeri Jiran Malaysia. Dimana awalnya narkoba itu dibawa dari wilayah Teluk Kemang menuju Pulau Rupat. Dan dari Pulau Rupat Menuju ke Dumai. Transaksi sendiri dilakukan di tengah laut yang dilakukan oleh sindikat yang sudah terorganisir. (arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terpelset di Jamban, Lansia di Kuansing Hilang Terbawa Arus
- Supir Ngantuk, Truk Tangki CPO di Duri Adu Kuat
- Cegah Corona, Tim Gabungan di Pekanbaru Bubarkan 635 Warga Berkumpul Tengah Malam
- Tekan Penyebaran Covid-19, Sidang di PN Pekanbaru Digelar Secara Online
- 55 Orang Tersangka Dalam 48 LP Perkara Kahutla Ditangani Polda Riau
- Cegah Corona, Tahap II dan Pengambilan E Tilang di Kejari Pekanbaru Secara Online.
- Dua Tumbang Ditembak, Polresta Pekanbaru Gulung Komplotan Maling Mobil
- Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Plt Bupati Bengkalis
- 9 Hari Menginap, Pria Meninggal Di Ruko Dealer Yamaha Cabang Pinggir, Bengkalis
- Polres Pelalawan Sosialisasi Cegah Corona dan Bubarkan Warga di Lapangan Kreatif Pangkalankerinci
- Cegah Penyebaran Covid19, Polda Riau Gelar Patroli Skala Besar
- Motornya Tertabrak Truk, Danramil Sungai Apit Meninggal Dunia
- Anak Bupati Rohil Pelaku Penganiayaan Disidangkan
- Diduga Dikendalikan Dari Lapas, Wanita Cantik di Pekanbaru ini Miliki 140 Butir Happy Five Siap Edar
- Sidang PTUN Pekanbaru, UIN Suska Riau Menang Atas Gugatan DO Raja Godang
- Jelang Maghrib, Rumah Warga Duri Ludes Dilalap Api
- Korban Terakhir Empat Remaja Tenggelam di Airmolek, Inhu Ditemukan
- Beserta Tim Gabungan, KPBD Inhu Terus Cari Korban Tenggelam Airmolek
- Satu dari Korban Tenggelam di Airmolek Inhu Kembali Ditemukan
- Dua Ditemukan Tewas, 4 Remaja Tenggelam di Sungai Indragiri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com