Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2020 12:59
Jumlah Terbatas, Dewan Himbau Murid Kaya Pilih Sekolah Swasta

Kamis, 2 Juli 2020 12:52
PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua

Kamis, 2 Juli 2020 11:32
Bupati Kuansing Intruksikan Tracing Bagi Warga Pernah Kontak dengan SA

Kamis, 2 Juli 2020 11:10
Pandemi Covid-19, Program DMPA Arara Abadi Pertahankan Produksi Panen Petani Cabai di Talang Muandau, Bengkalis

Kamis, 2 Juli 2020 11:09
Istri Dikaitkan dengan Kasusnya, Kuasa Hukum Amril Mukminin Sebut Sangat Politis

Rabu, 1 Juli 2020 21:18
Sejumlah Titik Anjungan Rusak, Nasabah BNI di Duri Mengular Narik Rupiah

Rabu, 1 Juli 2020 21:14
Tuntut Transparansi Anggaran UKT, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Rektorat UIN Suska Riau

Rabu, 1 Juli 2020 20:37
OJK: Waspada Info Hoak Tarik Dana di Perbankan

Rabu, 1 Juli 2020 20:20
Klaim Temukan Kecurangan, Balon Perseorangan Datangi Bawaslu Inhu

Rabu, 1 Juli 2020 18:58
Responsif Olahraga, Engah Eet Serahkan Peralatan Set Voly ke Warga Duri Timur


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 27 Mei 2020 20:29
Gelar Aksi Saat PSBB, Empat Warga Bengkalis Terancam Empat Bulan Penjara

Menggelar aksi saat berlangsungnya PSBB penanganan covid-19, empat warga Bengkalis bakal diproses secara hukum. Mereka terancam penjara empat bulan.

Riauterkini-BENGKALIS- Karena nekat menggelar aksi saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bengkalis, empat pemuda di Bengkalis terancam hukuman empat bulan penjara.

Empat pemuda tersebut, RHS (23) warga Kecamatan Bengkalis dan tiga orang warga Kecamatan Rupat, MHR (21), MAA (21) serta MH (23).

Mereka akan menjalani proses hukum dikarenakan melakukan aksi di keramaian saat pelaksanaan PSBB berlangsung. Keempatnya akan dijerat Pasal 216 ayat 1 junto pasal 218 KUHP, serta pasal 10 Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat Dimuka Umum dan pasal 5 ayat 4 huruf d Peraturan Bupati (Perbup) Bengkalis Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam penanganan covid-19 di Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, S.I.K ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa empat pemuda tersebut terancam dikenakan sanksi karena melanggar ketentuan PSBB.

Menurut AKP Andrie, keempat pemuda telah ditetapkan sebagai tersangka karena menggelar aksi sebagaimana dari informasi yang beredar di media sosial (medsos) ada undangan ajakan untuk melaksanaka aksi "KAMISAN" terkait perkara Bongku, Kamis (21/5/20) lalu.

Aksi mereka direncanakan sekitar pukul 15.00 WIB oleh gabungan mahasiswa bertempat di depan Kantor Bupati Bengkalis. Dari informasi ini petugas langsung mencari informasi siapa yang akan melakukan aksi.

"Setelah mengetahui siapa yang akan melakukan aksi petugas mencoba melakukan pendekatan persuasif menemui mereka agar tidak melakukan aksinya. Namun, kelompok pemuda ini ternyata tetap melakukan aksi dengan membawa masa sebanyak sepuluh orang dikumpulkan di Lapangan Tugu, Bengkalis," ungkap Kasat, Rabu (27/5/20).

Kemudian, mereka melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor ke depan kantor Bupati Bengkalis. Di sana mereka berorasi selama sekitar 10 menit.

Karena tidak mengindahkan PSBB dan imbauan persuasif, pihak kepolisian terpaksa menindak tegas dengan memubarkan aksi mengikuti Pergub dan Perbup Bengkalis yang melarang kegiatan di keramaian saat PSBB. Selain itu aksi yang mereka lakukan juga melanggar undang-undang penyampaian pendapat dimuka umum karena melakukan aksinya di saat libur nasional.

"Aksi mereka juga tidak mendapatkan izin. Para tersangka ini sudah dilakukan pemeriksaan. Mereka tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukuman di bawah lima tahun. Berkas perkaranya juga sudah dilimpahkan kepada pihak kejaksaan dan sudah tahap II pada Selasa (26/5/20) kemarin," terang Kasat.***(dik)

Foto Istimewa : Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, didampingi Kasubag Humas AKP Buha Purba saat menyampaikan keterangan.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Istri Dikaitkan dengan Kasusnya, Kuasa Hukum Amril Mukminin Sebut Sangat Politis
- Polres Bengkalis Musnahkan 13,5 Kg Ganja
- Pengacara Sebut Makmur Aan tak Terkait Suap Amril Mukminin
- Bandar Sabu, Bos Berumur 60 Tahun Diringkus Polres Bengkalis
- Mandor PT Mup, Pelalawan Dibunuh Anggotanya
- Viralkan Hoaks RSUD Duri di Medsos, Netizen Wanita Minta Maaf
- Diduga Pengedar Ganja 1 Kg, Honorer dan Lima Pelaku Diringkus Timsus Polres Bengkalis
- Telantarkan Bayi Berusia Dua Hari, Remaja 17 Tahun Ditangkap Polresta Pekanbaru
- Kecewa Putusan Bebas Tiga Nelayan Asing, Mahasiswa Bantan Geruduk PN Bengkalis
- Rokok Tanpa Cukai Beredar Luas di Duri
- Demo di DPRD Riau, Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Riau Menolak RUU HIP
- Sidang Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis, Kuasa Hukum Minta Jangan Dipolitisir
- Kuasai 645,3 Ha Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Bisa Diseret ke Ranah Hukum
- Dua Petak Rumah di Duri Terbakar
- Sidang Online Perdana, Bupati Nonaktif Bengkalis Didakwa Terima Suap Proyek Miliaran Rupiah
- Setelah Divonis Bebas, Nelayan Malaysia Kembali Ditahan Polres Bengkalis Karena Miliki Sabu
- Vonis Bebas Tangkap Ikan di Perairan NKRI,
Nelayan di Bengkalis Mengaku Kecewa

- Polda Riau Musnahkan Narkoba Barang Bukti 291 Tersangka
- Maling Ikan di Perairan NKRI,
Tiga Warga Malaysia Divonis Bebas PN Bengkalis

- Seorang Pria di Ukui, Pelalawan Ditemukan Tewas Gantung Diri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com