Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Agustus 2020 15:36
Plt Bupati Bengkalis Masuk Bui, Tokoh Masyarakat Mandau Prihatin

Senin, 10 Agustus 2020 15:11
BNNP Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi

Senin, 10 Agustus 2020 15:08
Gubri Bahas Perkebunan dan Penyelesaian Konflik Lahan Bersama DPRD Riau

Senin, 10 Agustus 2020 14:37
Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis

Senin, 10 Agustus 2020 14:02
Waspada COVID-19, Pemko Pekanbaru Gelar Razia Masker

Senin, 10 Agustus 2020 13:59
DR. Yudi Krismen SH MH, Beri Materi Penutup pada PKPA Ferari Riau

Senin, 10 Agustus 2020 13:53
Human Error Sebabkan Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru

Senin, 10 Agustus 2020 13:22
Pemprov Usulkan Plt Bupati Bengkalis ke Kemendagri

Senin, 10 Agustus 2020 11:26
Melalui Program CD-CSR,
PT Musim Mas Serahkan Bantuan Program Kampung Iklim di Desa Air Emas Pelalawan


Senin, 10 Agustus 2020 10:59
Waspada, Kasus Tanpa Gejala Meningkatkan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 25 Juni 2020 17:15
Kuasai 645,3 Ha Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Bisa Diseret ke Ranah Hukum

Seperti kasus perambahan TNTN Shuk Dev Singh di Segati yang sudah masuk peradilan, KUD Tani Bahagia pun bisa diseret ke ranah hukum.

Riauterkini-PEKANBARU-Berkaca pada kasus Shuk Dev Singh di desa Segati yang sudah masuk ke ranah hukum dengan kasus merambah kawasan hutan TNTN untuk perkebunan sawit seluas 140 ha, KUD Tani Bahagia pun bisa di seret ke ranah hukum. Karena sama sama menguasai kawasan konservasi Taman Nasional Tessonilo (TNTN) secara illegal.

Demikian diungkapkan Wakil Koordinator Jikalahari, Okto Yugo Setiyo Kamis (25/6/20). Karena menurutnya, dalam program Revitalisasi Ekosistem Tessonilo, perambahan yang dilakukan KUD Tani Bahagia cukup luas. Yaitu 645,3 Ha.

"Perambahan Shuk Dev Singh di kawasan konservasi Tessonilo didesa Segati seluas 140 Ha saja saat ini sudah masuk peradilan. Apalagi KUD Bina Tani yang seluas 645,3 Ha," terangnya.

Menurut Okto, program Revitalisasi Ekosistem Tessonilo ada 3 hal yang diatur. Pertama adalah Trans lokasi. Kedua adalah pemberian hak kelola masyarakat dengan batas waktu tertentu. Ketiga adalah penegakan hukum (Gakum) khusus untuk perambah yang menguasai lahan di kawasan konservasi dengan luas di atas 20 ha.

"KUD Tani Bahagia merambah kawasan konservasi seluas 645,3 Ha. Artinya pemerintah sudah harus melakukan penegakan hukum," terangnya.

Dalam kawasan konservasi itu, tambahnya, hanya satu peluangnya yaitu kemitraaan dengan BTNTN. Itu pun terbatas hanya jasa lingkungan dan madu. Perkebunan sawit tidak bisa dijadikan kemitraan dengan BTNTN karena sawit bukan tanaman kehutanan dan tidak masuk dalam kriteria kemitraan.

Perijinan Dipastikan Tak Berlaku

Disinggung masalah perijinan, Okto memastikan semua perijinan KUD Tani Bahagia tidak berlaku. Karena menurutnya, selama penetapan suatu kawasan sebagai kawasan konservasi belum dicabut, maka tidak ada yang boleh memberikan perijinan apapun di kawasan konservasi tersebut.

"Koperasi perijinannya dari dinas koperasi dan UKM. Jadi tidak mungkin bidang usahanya di perkebunan sawit yang berada di kawasan konservasi. KUD itu terbentuk dari anggota anggotanya yang sudah memiliki sertifikat berkumpul lalu membentuk sebuah koperasi," terangnya.

Ia berharap, pemerintah melakukan tindakan penegakan hukum terhadap KUD Tani Bahagia dan tidak melakukan pembiaran dan pengabaian terlalu lama.

Dari penelusuran Riauterkini, saat ini, KUD Tani Bahagia menjual TBS nya ke PT. Swakarsa Sawit Raya (SSR) yang terletak di Desa Talang Jerinjing.

Terkait hal itu, Okto mengharapkan pemerintah melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan yang menampung hasil dari perkebunan sawit yang berada di kawasan konservasi TNTN.

Karena menurutnya, berdasarkan ketentuan UU No.18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) telah diatur ancaman yang cukup tegas terhadap industri pengolahan kelapa sawit untuk tidak membeli, memasarkan, dan atau mengolah hasil kebun yang patut diduga berasal dari kawasan hutan sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat (2) huruf e berbunyi: “Setiap orang dilarang: e. membeli, memasarkan, dan/atau mengolah hasil kebun dari perkebunan yang berasal dari kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa izin”.

"Terhadap industri pengolahan kelapa sawit yang terbukti membeli, memasarkan, dan atau mengolah hasil kebun yang patut diduga berasal dari kawasan hutan dapat diancam sesuai Pasal 93 ayat (3) huruf c berbunyi “Korporasi yang: c. membeli, memasarkan dan/atau mengolah hasil kebun dari perkebunan yang berasal dari kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf e dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah)," pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- BNNP Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi
- Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis
- DR. Yudi Krismen SH MH, Beri Materi Penutup pada PKPA Ferari Riau
- Human Error Sebabkan Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru
- Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir
- Kebakaran Gudang Besi Tua Kejutkan Warga Duri yang Terlelap
- Jajakan Rokok Ilegal Sebanyak 76.780 Batang, ZD di Ringkus DJBC Riau
- Jutaan Rupiah Disita, Polisi Ringkus Pengedar dan Kurir Sabu di Mandau
- Provokator Warga Kuansing Tolak Eksekusi Lahan Ditangkap Polisi
- Terbukti Sindikat Sabu 19 Kg, Pengendali dan Tukang Antar Dihukum Mati PN Bengkalis
- Unsur Pimpinan DPRD Bengkalis Minta Jatah Fee Proyek Jalan di Bengkalis
- HMI Minta Kejati Riau Tuntaskan Kasus Korupsi di Pemkab Siak
- Polairud Bengkalis Musnahkan 30 Ton Gula Pasir Ilegal dari Malaysia
- Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang
- Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis

- Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis
- Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg
- Bertahun Beroperasi, PT SIPP di Duri Belum Miliki Sejumlah Izin 
- Diduga Arus Pendek, Rumah Warga Balai Raja, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Dikendalikan Napi dari Jakarta, 3 Kurir Asal Sukabumi Diringkus Saat Menjemput Sabu di Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com