Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Agustus 2020 14:37
Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis

Senin, 10 Agustus 2020 14:02
Waspada COVID-19, Pemko Pekanbaru Gelar Razia Masker

Senin, 10 Agustus 2020 13:59
DR. Yudi Krismen SH MH, Beri Materi Penutup pada PKPA Ferari Riau

Senin, 10 Agustus 2020 13:53
Human Error Sebabkan Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru

Senin, 10 Agustus 2020 13:22
Pemprov Usulkan Plt Bupati Bengkalis ke Kemendagri

Senin, 10 Agustus 2020 11:26
Melalui Program CD-CSR,
PT Musim Mas Serahkan Bantuan Program Kampung Iklim di Desa Air Emas Pelalawan


Senin, 10 Agustus 2020 10:59
Waspada, Kasus Tanpa Gejala Meningkatkan

Senin, 10 Agustus 2020 10:49
Syamsuar Buka Musda, Andi Putra Kembali Pimpin Golkar Kuansing

Senin, 10 Agustus 2020 10:46
Jadi Buron Korupsi, Wabup Bengkalis Non Aktif Muhammad Ditangkap Polda Riau

Senin, 10 Agustus 2020 08:29
Minim Pertumbuhan Awan Picu Suhu Riau Memanas


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 29 Juni 2020 13:50
Kecewa Putusan Bebas Tiga Nelayan Asing, Mahasiswa Bantan Geruduk PN Bengkalis

Kecewa dengan vonis majelis hakim membebaskan tiga orang nelayan asing menangkap ikan di Perairan NKRI, mahasiswa asal Bantan geruduk PN Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS- Modal dengan sehelai sepanduk bertuliskan "AKSI GERUDUK PN BENGKALIS" dan pengeras suara, sekitar 10 orang mahasiswa mengatasnamakan diri dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantan, Bengkalis (Hipematan-B) mendatangi atau geruduk Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Jalan Karimun, Bengkalis, Senin (29/6/20) siang.

Aksi damai yang mereka gelar dan dikawal aparat kepolisian tersebut, diisi dengan orasi sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap PN Bengkalis yang telah membebaskan tiga orang nelayan warga negara asing (WNA) asal Malaysia divonis bebas oleh majelis hakim atas kasus pencurian ikan di Perairan Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis atau berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada sidang, Selasa (23/6/20) lalu.

Koordinator Lapangan, Asnawi menyampaikan bahwa aksi protes yang dilakukan ini adalah bentuk rasa kekecewaan terhadap putusan bebas oleh majelis hakim PN Bengkalis kepada tiga orang nelayan asing beberapa waktu lalu.

"Menurut kami ada kesalahan sangat fatal bisa orang asing bebas dari jeratan hukum padahal mereka mencuri ikan di wilayah NKRI. Kami berharap hukum betul-betul memberikan efek jera kepada orang asing yang sengaja menangkap ikan di wilayah kita dengan bebas, nelayan juga kecewa," ungkap Asnawi kepada sejumlah awak media usai aksi.

Selanjutnya, puluhan mahasiswa berorasi di depan Kantor PN ini, ditemui Wakil Ketua (Waka) PN Bengkalis, Hendah Karmila Dewi, S.H, M.H didampingi Humas PN Mohd. Rizky Musmar, S.H, Jubir PN Zia Ul Jannah, S.H.

Menjawab kekecewaan mahasiswa tersebut, Waka PN Hendah Karmila Dewi mengawali dialog menyampaika terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aksi dengan damai.

Hendah Karmila menegaskan, bahwa keputusan majelis hakim sudah sesuai dengan fakta-fakta persidangan dan tidak ada yang harus diklarifikasi. Secara hukum, apabila tidak puas dengan vonis tersebut, sesuai dengan mekanisme aturan yang ada Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Atas kasus ini telah tertuang dalam keputusan majelis hakim PN Bengkalis yang telah dibacakan secara terbuka.  Apabila ada pihak yang tidak merasa puas dengan vonis tersebut, diberikan kesempatan untuk menyampaikan upaya hukum dengan kasasi, dan tentu sama-sama kita menunggu hasilnya," ungkap Hendah Karmila  di hadapan para mahasiswa.

Usai dialog dengan jajaran PN Bengkalis, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Sebelumnya diberitakan, tiga orang nelayan asal Malaysia, Heng Wah Wat (49), Nakhoda beralamat Jalan Ria Jaya 1 Taman Ria Jaya 45400 Sekincan, Tan Chong Pin (61), ABK beralamat Kampung Raya 86000 Kluang, Johor dan Pua Sin Kue (56), ABK beralamat Kampung Raya 86000 Kluang, Johor, Malaysia divonis bebas majelis hakim, Selasa (23/6/20) lalu.

Lolosnya warga asing mencuri ikan di wilayah NKRI dari jeratan hukum itu, karena menurut para hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa membuktikan dakwaannya. Dari fakta persidangan, berdasarkan dari keterangan saksi, para terdakwa tidak melanggar daerah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia  (ZEEI) sebagaimana dalam dakwaan tunggal JPU. Mereka menangkap ikan di wilayah Indonesia tapi tidak masuk di ZEEI.***(dik)

Foto : Hipemetan-B mendatangi Kantor PN Bengkalis karena merasa kecewa dengan putusan tiga nelayan asing divonis bebas, Senin (29/6/20).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis
- DR. Yudi Krismen SH MH, Beri Materi Penutup pada PKPA Ferari Riau
- Human Error Sebabkan Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru
- Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir
- Kebakaran Gudang Besi Tua Kejutkan Warga Duri yang Terlelap
- Jajakan Rokok Ilegal Sebanyak 76.780 Batang, ZD di Ringkus DJBC Riau
- Jutaan Rupiah Disita, Polisi Ringkus Pengedar dan Kurir Sabu di Mandau
- Provokator Warga Kuansing Tolak Eksekusi Lahan Ditangkap Polisi
- Terbukti Sindikat Sabu 19 Kg, Pengendali dan Tukang Antar Dihukum Mati PN Bengkalis
- Unsur Pimpinan DPRD Bengkalis Minta Jatah Fee Proyek Jalan di Bengkalis
- HMI Minta Kejati Riau Tuntaskan Kasus Korupsi di Pemkab Siak
- Polairud Bengkalis Musnahkan 30 Ton Gula Pasir Ilegal dari Malaysia
- Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang
- Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis

- Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis
- Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg
- Bertahun Beroperasi, PT SIPP di Duri Belum Miliki Sejumlah Izin 
- Diduga Arus Pendek, Rumah Warga Balai Raja, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Dikendalikan Napi dari Jakarta, 3 Kurir Asal Sukabumi Diringkus Saat Menjemput Sabu di Pekanbaru
- Sampai Awal Agustus 2020, Polda Riau Tangani 53 Kasus Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com