Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Agustus 2020 14:37
Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis

Senin, 10 Agustus 2020 14:02
Waspada COVID-19, Pemko Pekanbaru Gelar Razia Masker

Senin, 10 Agustus 2020 13:59
DR. Yudi Krismen SH MH, Beri Materi Penutup pada PKPA Ferari Riau

Senin, 10 Agustus 2020 13:53
Human Error Sebabkan Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru

Senin, 10 Agustus 2020 13:22
Pemprov Usulkan Plt Bupati Bengkalis ke Kemendagri

Senin, 10 Agustus 2020 11:26
Melalui Program CD-CSR,
PT Musim Mas Serahkan Bantuan Program Kampung Iklim di Desa Air Emas Pelalawan


Senin, 10 Agustus 2020 10:59
Waspada, Kasus Tanpa Gejala Meningkatkan

Senin, 10 Agustus 2020 10:49
Syamsuar Buka Musda, Andi Putra Kembali Pimpin Golkar Kuansing

Senin, 10 Agustus 2020 10:46
Jadi Buron Korupsi, Wabup Bengkalis Non Aktif Muhammad Ditangkap Polda Riau

Senin, 10 Agustus 2020 08:29
Minim Pertumbuhan Awan Picu Suhu Riau Memanas


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 2 Juli 2020 19:45
Saat Jabat Anggota Dewan, Bupati Bengkalis Disebut Terima Suap Ketuk Palu APBD

PN Pekanbaru kembali sidangkan perkara suap proyek Jalan Duri-Sei Pakning. Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin disebut saksi ikut menerima suap ketuk palu APBD.

Riauterkini-PEKANBARU- Amril Mukminin, Bupati Bengkalis nonaktif, yang menjadi terdakwa atas perkara dugaan suap dana proyek multi year, juga menerima dana suap ketuk palu. Saat Amril masih menjadi anggota DPRD Bengkalis.

Hal itu diungkapkan Firzal Fudhail, mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 saat dihadirkan sebagai saksi pada persidangan perkara suap proyek Jalan Duri-Sei Pakning Kabupaten Bengkalis dengan terdakwa Amril Mukminin di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/7/20)

Dikatakan Firzal, Amril mukminin, dan Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, menerima uang sebesar Rp50 juta saat menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis. Uang itu merupakan uang ketok palu untuk pengesahan APBD.

" Uang itu saya yang berikan kepada Amril Mukminin dan Indra Gunawan, untuk pengesahan APBD 2012," terang Firzal dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Lilin Herlina.

Dikatakan Firzal lagi, uang itu diterimanya dari Syahrul Ramadan, orang kepercayaan Jamal Abdillah, Ketua DPRD Bengkalis masa itu.

Menurut Firzal, uang itu diberikan kepada dirinya menggunakan tiga kertas dan kantong plastik warna hitam. Satu untuk diri Firzal sendiri, dan dua lainnya masing-masing untuk Amril Mukminin dan Indra Gunawan.

Uang untuk saksi Firzal berisi Rp50 juta. Jumlah yang sama juga diterina Amril Mukminin dan Indra Gunawan. "Kata ketua (Jamal) itu uang ketuk palu APBD 2012," katanya.

" Uang itu diberikan Syahrul kepada saksi Firzal disalah satu hotel di Pekanbaru. Uang dijemput langsung oleh Amril Mukminin ke hotel tersebut. "Dia ambil, datang langsung ke hotel" ucap Firzal.

Dalam keterangan saksi Firzal, diketahui proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning yang masuk dalam tahun jamak (multiyears) tidak pernah dibahas dalam Komisi II yang membidangi ekonomi dan pembangunan.

" Tidak pernah dibahas di Komisi II," ucap Firzal yang merupakan anggota Komisi II DPRD Bengkalis saat itu.

Pada persidangan ini, Jaksa Penuntut KPK juga menghadirkan saksi Abdurahman Atan, anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 dari Komisi IV yang membidangi Pendidikan. Dia juga mengaku menerima uang ketuk palu yang dititip Jamal Abdillah kepada Syahrul Ramadan.

Atas keterangan saksi, Amril menyatakan tidak keberatan. "Tidak ada keberatan yang mulia," ucapnya.

Sidang juga menghadiri Jamal Abdillah sebagai saksi. Jamal menjalani persidangan dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Pekanbaru.

Sebelumnya diberitakan, Amril Mukminin didakwa JPU KPK dalam perkara dugaan suap sebesar Rp5,2 miliar. Dia juga menerima gratifikasi Rp23,6 miliar lebih dari dua pengusaha perkebunan yang diberikan melalui istrinya, Kasmarni.

Atas perbuatannya, Amril dijerat dalam Pasal 12 huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis
- DR. Yudi Krismen SH MH, Beri Materi Penutup pada PKPA Ferari Riau
- Human Error Sebabkan Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin Pekanbaru
- Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir
- Kebakaran Gudang Besi Tua Kejutkan Warga Duri yang Terlelap
- Jajakan Rokok Ilegal Sebanyak 76.780 Batang, ZD di Ringkus DJBC Riau
- Jutaan Rupiah Disita, Polisi Ringkus Pengedar dan Kurir Sabu di Mandau
- Provokator Warga Kuansing Tolak Eksekusi Lahan Ditangkap Polisi
- Terbukti Sindikat Sabu 19 Kg, Pengendali dan Tukang Antar Dihukum Mati PN Bengkalis
- Unsur Pimpinan DPRD Bengkalis Minta Jatah Fee Proyek Jalan di Bengkalis
- HMI Minta Kejati Riau Tuntaskan Kasus Korupsi di Pemkab Siak
- Polairud Bengkalis Musnahkan 30 Ton Gula Pasir Ilegal dari Malaysia
- Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang
- Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis

- Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis
- Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg
- Bertahun Beroperasi, PT SIPP di Duri Belum Miliki Sejumlah IzinĀ 
- Diduga Arus Pendek, Rumah Warga Balai Raja, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Dikendalikan Napi dari Jakarta, 3 Kurir Asal Sukabumi Diringkus Saat Menjemput Sabu di Pekanbaru
- Sampai Awal Agustus 2020, Polda Riau Tangani 53 Kasus Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com