Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 3 Agustus 2020 21:25
Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai

Senin, 3 Agustus 2020 20:45
Sri Barat Diyakini Berpotensi Sapu Bersih Dukungan Swing Voters di Pilkada Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 20:21
Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat

Senin, 3 Agustus 2020 19:38
Demokrasi di Riau Kategori Level Sedang

Senin, 3 Agustus 2020 19:11
Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil

Senin, 3 Agustus 2020 18:19
Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban

Senin, 3 Agustus 2020 17:31
21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara

Senin, 3 Agustus 2020 17:03
Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu

Senin, 3 Agustus 2020 16:18
Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 15:35
Distan Bengkalis Berkurban Tiga Sapi dan Dua Kambing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Juli 2020 07:27
BNNP Riau Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi

Seorang tersangka pengedar Narkoba ditangkap BNNP Riau. Bagian dari jaringan antarprovinsi.

Riauterkini - PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil bongkar sindikat narkoba antar provinsi di Pekanbaru. Satu tersangka berinisial FA berhasil diringkus berserta barang bukti narkoba jenis Ganja.

Tersangka berhasil dicolok BNNP Riau pada Kamis (02/07/20) lalu di Jalan Kapau Sari, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Dimana dari tangan pelaku petugas menyita 5 bungkus paket besar ganja yang akan diselundupkannya melalui jasa pengiriman Tiki dan JNE.

" Modusnya, Ia menggunakan jasa pengiriman ekspedisi JNT, TIKI dan JNE dengan membuat identitas dan alamat pengirim serta penerima palsu," terang Plt Kabid Brantas BNNP Riau, Kompol Khodirin, Senin (06/07/20).

Diceritakannya, awal FA ini tertangkap bermula saat BNNP Riau pada 27 Juni 2020 mendapatkan informasi dari petugas Avsec, TNI AU, Bea Cukai tentang adanya paket expidisi J&T tujuan Bali diduga berisi narkotik jenis ganja seberat 2kg. Selanjutnya pada 30 Juni 2020 pihaknya kembali mendapatkan informasi dari petugas Avsec tentang adanya paket diduga narkotik jenis ganja tujuan Bekasi seberat 4 kg Dan Lampung seberat 5 kg. Lantas tim lidik BNNP Riau melakukan penyidikan terkait penemuan tersebut.

" Kita telusuri khususnya dari paket tujuan Bali. Lantaran kita mendapatkan bukti rekaman CCTV dan ojek Online Maxim yang digunakan pelaku. Disitu pelaku dapat diindentifikasi dengan jelas," terangnya.

Belum mendapatkan pelaku,. BNNP Riau kembali mendapatkan laporan dari pihak JNE terkait ditemukannya paket mencurigakan. Kemudian paket tersebut dibawa ke kantor BNNP Riau dan dilakukan pemeriksaan. Benar saja 4 bungkus besar diduga Narkotika jenis Ganja kering yang dibaluti dengan lakban warna coklat dan alumanium foil terdapat dalam kardus tersebut.

" Dihari itu juga kita langsung kembangkan, dan berhasil menangkap FA di jalan Kapau Sari. Dari saku bajunya kita dapati ada resi pengiriman di gerai JNE dan TIKI dan cocok dengan yang kita temukan tadi," tuturnya.

Dari resi itu diketahui paket tersebut akan dikirimkan ke wilayah Bekasi dan Kepulauan Riau.

Sementara dari keterangan pelaku, pelaku telah melakukan 6 kali pengiriman menggunakan ekspedisi seperti itu. Yakni tujuan Bali sebanyak 2 kg, Bekasi 12 kg dengan tiga kali pengiriman, Lampung 5 kg, dan Batam 1kg. Dimana sebagian berhasil digagalkan dan belum sempat terkirim, sebagian lagi tidak termonitor petugas.

" Dia ini kurir sekaligus gudang. Sebelumnya dia mengaku telah mengambil 20 paket besar ganja di wilayah Jalan Manunggal tepatnya depan Kampus UIN. Dia dikendalikan oleh SIS yang berada di dalam lapas Bukit Tinggi. Ini juga sedang kita selidiki dengan berkoordinasi dengan petugas di wilayah itu," bebernya.

Dalam setiap aksinya, FA mendapat upah Rp500 ribu perkilogramnya. Kini Ia dijerat Pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 Undang - undang nomor 35 tahun 2009 ttg Narkotika.***(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Peras 64 Kepala SMPN se-Inhu, 5 Jaksa dan 1 Pegawai TU Diusulkan Sanksi Berat
- Bunuh Gajah, Dua Ditangkap dan Seorang Diburu Polres Inhu
- Korsleting Listrik, Rumah Warga Duri Nyaris Ludes
- 4 Oknum Polisi Diamankan Diduga Terlibat Narkoba dan Pemerasan
- 5 Hari Ops Lancang Kuning Jaring 966 Pelanggar di Pekanbaru
- Diduga Terlibat Perambahan Kawasan Hutan, Polda Riau Panggil Sihol Pangaribuan
- Dapat Lapotan Warga Pelalawan Hilang, Basarnas Kirim Tim ke Sungai Kampar
- Diisolasi, Tersangka Penculik Minta Tebusan Rp50 Juta di Rohil Reaktif Corona
- Lukai Dua Polisi Pakai Samurai, Buronan Pencurian di Pekanbaru Tewas Ditembak Mati
- Miliki Senjata Api Tanpa Izin, Seorang Warga Pekanbaru Diciduk Polisi
- Seorang Juru Parkir Ditemukan TewasTenggelam di Pelabuhan Kuala Enok
- Kajari Pelalawan Ingatkan Kades Hati-hati Gunakan Dana Desa
- Kejati Riau Enggan Tanggapi Kejari Siak Dituding Kriminalisasi dan Pemerasan
- MPC PP Desak Kejaksaan Tuntaskan Dugaan Mark Up Ganti Rugi Lahan Perkantoran Tenayan Raya
- Sekali Sapu, Polres Bengkalis Ringkus Pemakai, Kurir dan Bandar Sabu
- Pengacara Kasmarni Minta Kasus Hukum Suaminya tak dikaitkan dengan Politik
- KPK Perkirakan Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Jalan Bengkalis
- Ngantar Sabu, Warga Dumai Dijebloskan ke Lokap
- Dua Pengedar Sabu di Mandau Diringkus Polres Bengkalis
- Polisi Tangkap Pembuang Bayi di Hulu Kuantan, Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com