Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 1 Agustus 2021 21:13
Perpanjangan PPKM, Riau Tunggu Aturan Resmi Pemerintah Pusat

Ahad, 1 Agustus 2021 21:04
KPBD Inhu Berhasil Padamkan Karhutla di Lima Lokasi Berbeda

Ahad, 1 Agustus 2021 20:12
Kasus Positif Covid-19 di Riau Masih Diatas Seribu Orang

Ahad, 1 Agustus 2021 19:18
Terjerat, BBKSDA Evakuasi Beruang Madu di Inhu

Ahad, 1 Agustus 2021 16:16
2 Hasil Swab Reaktif, 18 Orang Terjaring Operasi PPKM di Kuansing

Ahad, 1 Agustus 2021 15:13
Covid-19 di Bengkalis Tembus 6.411 Kasus, Meninggal Dunia 231 Kasus

Ahad, 1 Agustus 2021 13:05
Menyimak Agenda DPRD Riau di Akhir Juli 2021

Ahad, 1 Agustus 2021 12:55
Menuju Sekolah Favorit, Sekolah Tunas Bangsa Pekanbaru Giat Berbenah

Ahad, 1 Agustus 2021 10:05
Pasien Positif di Kuansing Bertambah 51, Sembuh 7 dan Meninggal 7

Sabtu, 31 Juli 2021 21:27
Aklamasi, Afrizal Sintong Jadi Ketua DPD II Parta Golkar Rohil


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Juli 2020 16:36
Sidang Perdana Karhutla PT Adei, Jaksa Bacakan Dakwaan

PN Pelalawan gelar sidang perdana perkara Karlahut PT Adei. Sidang yang dijadwalkan pekan lalu sempat gagal karena perwakilan perusahaan tidak hadir.

Riauterkini-Pelalawan– Sidang kasus kebakaran lahan PT Adei Plantation & Indusri kembali digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan, Rabu (15/7/20) dengan agenda pembacaan dakwaan. Dimana sebelumnya Rabu (8/7/20) sidang sempat batal digelar karena tidak ada perwakilan dari perusahaan yang hadir dalam persidangan.

Diawal mulai persidangan ketua Majlis Hakim yang memimpin jalan persidangan sempat menegur pihak korporasi PT Adei atas ketidak hadirannya di panggilan sidang awal.

"Saudara (Goh Keng Eeh, red) sebagai perwakilan dari perusahaan, maka hingga akhir sidang kasus ini berakhir saudara harus hadir dalam setiap persidangan, jika berhalangan silahkan hubungi Jaksa Penuntut Umum (JPU), kalau tidak hadir tanpa kabar, maka akan kami panggil secara paksa,” tegas Bambang Setyawan SH MH selaku Ketua Majlis.

Diketahui Goh Keng Eeh, merupakan perwakilan perusahaan Kewarganegaraan Malaysia yang berdomisili di Mess PT Adei Plantation & Industri di Pekanbaru, menggantikan Thomas Thomas sebagai presiden Direktur PT Adei Plantation.

Ketua tim JPU, Nophy T Suoth saat membacakan dakwaan menyebutkan bahwa perusahaan dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup yang akhirnya berdampak pada kebakaran lahan.

Tidak sampai disitu saja, fakta yang ditemukan di lokasi kebakaran lahan milik perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan sawit tersebut ditemukan hanya satu menara pemantau api dan tidak sesuai dengan standar yang diatur dalam perundang-undangan.

Dalam pemeriksaan di lokasi kebakaran lahan, ditemukan bukti-bukti bahwa daerah tersebut sudah terbakar dan sempat diolah pihak perusahaan dengan alat berat guna menghilangkan bukti bahwa lahan itu sudah terbakar. Bahwa kebakaran di lahan PT Adei Plantation & Industri berdasarkan penelitian yang dilakukan sudah mencemari lingkungan.

“PT Adei Plantation & Industri sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, karena berdasarkan fakta yang ditemukan dilapangan perusahaan tidak memiliki peralatan yang lengkap untuk Karhutla,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui PT Adei diduga melakukan tindak pidana karhutla pada hari Sabtu tanggal 7 September 2019 seluas kurang lebih 4,16 Ha di areal perkebunan dalam perizinan perusahaan. Tepatnya di Blok 34 Divisi II Kebun Nilo Barat Desa Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Perusahaan asal Malaysia itu diduga melanggar Primair Pasal 98 ayat (1) Jo. Pasal 116 ayat (1) huruf a UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Subsidiair Pasal 99 ayat (1) Jo. Pasal 116 ayat (1) huruf a UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Disisi lain, Kuasa Hukum PT Adei Plantation & Industri, Muhammad Sitepu menyatakan keberatan dengan dakwaan yang dibacakan JPU tersebut, mengenai hal itu dalam sidang selanjutnya alan mengajukan eksepsi. “Dakwaan tadi kita coba ajukan eksepsi atau keberatan, hal – hal apa yang dituduhkan kepada klien kita akan kita bukti dalam persidangan,” ujarnya.

Sementara itu, Hakim Ketua memutuskan untuk melanjutkan sidang pada Selasa (21/7) pekan depan untuk agenda pembacaan eksepsi atau keberatan dari terdakwa dalam hal ini PT Adei Plantation & Industri. (Cho)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Belum Penuhi Komitmen Terkait Adat, LAM Riau Somasi Pertamina
- Razman A Nasution Duga Ada Bujuk Rayu Hingga Kasus H Pertama Akan Dihentikan
- Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis
- Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh
- Perempuan Mengapung di Pantai Pasir Andam Dewi Bengkalis Meninggal Dunia
- Geger, Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Taman Pasir Andam Dewi Bengkalis
- Teman Berujung Aib, Gadis 13 Tahun di Bengkalis Korban Pencabulan
- Maling Tabung Gas di Bengkalis Menyerah di Tangan Warga
- Satu Unit Rumah Terbakar di Jao Kuansing
- Polda Riau Musnahkan 145,58 Kilogram Sabu
- Cari Uang Belanja, Warga Rupat Utara Obrak-abrik Kotak Infak Masjid
- Perkara Korupsi Bappeda Siak, Mantan Sekda Riau Divonis 3 Tahun Penjara
- Naudzubillah! Istri Kerja di Pekanbaru, Ayah di Bengkalis Gagahi Anak Kandung
- Pacari Gadis 14 Tahun Sejak 2019, Kakek di Rohul ini Dilaporkan ke Polisi
- Kebakaran di Delima 11, Pekanbaru Diduga Akibat Hubungan Arus Pendek
- 6 Bangunan di Jalan Delima Pekanbaru Terbakar
- Sat-Narkoba Polres Inhil Ringkus Dua Tersangka Narkoba di Tembilahan Hulu
- Diduga Tilap Anggaran, Ketua PABBSI Bengkalis Dora Yandra Ditetapkan sebagai Tersangka
- Polres Bengkalis Ringkus "Pemain" Ganja Kering
- Pengedar Sabu Antar Desa di Bengkalis Diringkus Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com