Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 20:22
Koordinasi dengan KPU Pelalawan, KPID Riau Siap Sukseskan Pilkada Serentak di 9 Kabupaten Kota

Rabu, 5 Agustus 2020 20:14
Sektor Jasa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau

Rabu, 5 Agustus 2020 18:15
Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat

Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Juli 2020 16:36
Sidang Perdana Karhutla PT Adei, Jaksa Bacakan Dakwaan

PN Pelalawan gelar sidang perdana perkara Karlahut PT Adei. Sidang yang dijadwalkan pekan lalu sempat gagal karena perwakilan perusahaan tidak hadir.

Riauterkini-Pelalawan– Sidang kasus kebakaran lahan PT Adei Plantation & Indusri kembali digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan, Rabu (15/7/20) dengan agenda pembacaan dakwaan. Dimana sebelumnya Rabu (8/7/20) sidang sempat batal digelar karena tidak ada perwakilan dari perusahaan yang hadir dalam persidangan.

Diawal mulai persidangan ketua Majlis Hakim yang memimpin jalan persidangan sempat menegur pihak korporasi PT Adei atas ketidak hadirannya di panggilan sidang awal.

"Saudara (Goh Keng Eeh, red) sebagai perwakilan dari perusahaan, maka hingga akhir sidang kasus ini berakhir saudara harus hadir dalam setiap persidangan, jika berhalangan silahkan hubungi Jaksa Penuntut Umum (JPU), kalau tidak hadir tanpa kabar, maka akan kami panggil secara paksa,” tegas Bambang Setyawan SH MH selaku Ketua Majlis.

Diketahui Goh Keng Eeh, merupakan perwakilan perusahaan Kewarganegaraan Malaysia yang berdomisili di Mess PT Adei Plantation & Industri di Pekanbaru, menggantikan Thomas Thomas sebagai presiden Direktur PT Adei Plantation.

Ketua tim JPU, Nophy T Suoth saat membacakan dakwaan menyebutkan bahwa perusahaan dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup yang akhirnya berdampak pada kebakaran lahan.

Tidak sampai disitu saja, fakta yang ditemukan di lokasi kebakaran lahan milik perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan sawit tersebut ditemukan hanya satu menara pemantau api dan tidak sesuai dengan standar yang diatur dalam perundang-undangan.

Dalam pemeriksaan di lokasi kebakaran lahan, ditemukan bukti-bukti bahwa daerah tersebut sudah terbakar dan sempat diolah pihak perusahaan dengan alat berat guna menghilangkan bukti bahwa lahan itu sudah terbakar. Bahwa kebakaran di lahan PT Adei Plantation & Industri berdasarkan penelitian yang dilakukan sudah mencemari lingkungan.

“PT Adei Plantation & Industri sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, karena berdasarkan fakta yang ditemukan dilapangan perusahaan tidak memiliki peralatan yang lengkap untuk Karhutla,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui PT Adei diduga melakukan tindak pidana karhutla pada hari Sabtu tanggal 7 September 2019 seluas kurang lebih 4,16 Ha di areal perkebunan dalam perizinan perusahaan. Tepatnya di Blok 34 Divisi II Kebun Nilo Barat Desa Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Perusahaan asal Malaysia itu diduga melanggar Primair Pasal 98 ayat (1) Jo. Pasal 116 ayat (1) huruf a UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Subsidiair Pasal 99 ayat (1) Jo. Pasal 116 ayat (1) huruf a UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Disisi lain, Kuasa Hukum PT Adei Plantation & Industri, Muhammad Sitepu menyatakan keberatan dengan dakwaan yang dibacakan JPU tersebut, mengenai hal itu dalam sidang selanjutnya alan mengajukan eksepsi. “Dakwaan tadi kita coba ajukan eksepsi atau keberatan, hal – hal apa yang dituduhkan kepada klien kita akan kita bukti dalam persidangan,” ujarnya.

Sementara itu, Hakim Ketua memutuskan untuk melanjutkan sidang pada Selasa (21/7) pekan depan untuk agenda pembacaan eksepsi atau keberatan dari terdakwa dalam hal ini PT Adei Plantation & Industri. (Cho)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang
- Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis

- Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis
- Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg
- Bertahun Beroperasi, PT SIPP di Duri Belum Miliki Sejumlah Izin 
- Diduga Arus Pendek, Rumah Warga Balai Raja, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Dikendalikan Napi dari Jakarta, 3 Kurir Asal Sukabumi Diringkus Saat Menjemput Sabu di Pekanbaru
- Sampai Awal Agustus 2020, Polda Riau Tangani 53 Kasus Karhutla
- Jaksa Banding Atas Vonis Ringan Terdakwa Korupsi Kredit Macet PT PER
- Peras 64 Kepala SMPN se-Inhu, 5 Jaksa dan 1 Pegawai TU Diusulkan Sanksi Berat
- Bunuh Gajah, Dua Ditangkap dan Seorang Diburu Polres Inhu
- Korsleting Listrik, Rumah Warga Duri Nyaris Ludes
- 4 Oknum Polisi Diamankan Diduga Terlibat Narkoba dan Pemerasan
- 5 Hari Ops Lancang Kuning Jaring 966 Pelanggar di Pekanbaru
- Diduga Terlibat Perambahan Kawasan Hutan, Polda Riau Panggil Sihol Pangaribuan
- Dapat Lapotan Warga Pelalawan Hilang, Basarnas Kirim Tim ke Sungai Kampar
- Diisolasi, Tersangka Penculik Minta Tebusan Rp50 Juta di Rohil Reaktif Corona
- Lukai Dua Polisi Pakai Samurai, Buronan Pencurian di Pekanbaru Tewas Ditembak Mati
- Miliki Senjata Api Tanpa Izin, Seorang Warga Pekanbaru Diciduk Polisi
- Seorang Juru Parkir Ditemukan TewasTenggelam di Pelabuhan Kuala Enok


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com