Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 29 September 2020 20:38
DPRD Inhu Tolak Pengesahan APBD Perubahan 2020

Selasa, 29 September 2020 20:34
Pijar Melayu Sayangkan Wabup Halim yang Abaikan Keselamatan Publik

Selasa, 29 September 2020 20:10
Pandemi Covid, Ujian SKB CPNS Pemprov Riau Tetap Digelar

Selasa, 29 September 2020 20:07
Pilkada Bengkalis, ES4 Prioritaskan Penidikan dan Kesejahteraan Petani Sawit

Selasa, 29 September 2020 18:54
Bertambah 236, Pekanbaru Masih Terbanyak Kasus Covid-19

Selasa, 29 September 2020 18:43
Buka Rakor Sentra Gakumdu, Kapolda Dukung Keputusan Bawaslu

Selasa, 29 September 2020 16:49
Ditaja Forum Dosen, Gubri dan Sandia Uno akan Jadi Pembicara Acara Seminar Nasional

Selasa, 29 September 2020 16:31
Bawa Senpi dan 13 Kg Sabu, Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polisi di Siak Hulu Kampar

Selasa, 29 September 2020 16:16
BNNP Riau Bongkar Sindikat Narkoba Nasional Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru

Selasa, 29 September 2020 12:37
Bupati Kuansing, Bantu Uang Pembinaan untuk Atlet dan Pelatih Cabor


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 4 Agustus 2020 01:50
Jaksa Banding Atas Vonis Ringan Terdakwa Korupsi Kredit Macet PT PER

Vonis yang diberikan kepada tiga terdakwa korupsi kredit macet di PT PER disebut terlalu ringan. Jaksa akhirya menyatakan banding.

Riauterkini-PEKANBARU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, akhirnya menyatakan banding atas vonis hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Pekanbaru kepada tiga terdakwa korupsi kredit macet di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER).

Putusan pihak pengadilan yang menjatuhkan vonis separuh dari tuntutan jaksa itu, membuat proses hukuman bagi tiga terdakwa, Irwan Saryono, Irfan Helmi dan Rahmiwati belum inkrah.

" Kita sudah menyatakan banding, atas vonis tiga terdakwa korupsi kredit macet tersebut ke pihak Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru," ucap Yusuf Tri Jaya SH, salah satu tim jaksa penuntut yang menghadirkan ketiga terdakwa ke persidangan, kepada riauterkini.com di PN Pekanbaru, Senin (3/8/20).

Sebelumnya, majelis hakim pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu, menjatuhkan vonis hukuman kepada terdakwa Irwan Saryono dan terdakwa Irfan Helmi, masing masing dengan pidana penjara selama 4 tahun denda Rp 200 juta subsider 1 bulan. Dan terdakwa Rahmiwati dihukum dengan pidana penjara selama 5 tahun denda Rp 200 juta 1 bulan. Kerugian negara sebesar Rp 1, 298. 082.000, dibebankan kepada Rahmiwati. Jika kerugian negara tidak dibayar, maka dapat diganti (subsider) selama 1 tahun.

Vonis hukuman majelis hakim tersebut, dinilai sangat ringan oleh jaksa penuntut. Dimana sebelumnya jaksa menuntut terdakwa Irwan Saryono dengan pidana penjara selama 5 tahun dan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan bagi terdakwa Irfan Helmi. Keduanya juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 300 juta subsider 5 bulan.

Rahmiwati dituntut hukuman pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan denda Rp300 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Rahmiwati juga harus membayar uang kerugian negara sebesar Rp 1, 298. 082.000. Jika tidak dibayar dapat diganti (subsider) selama 3 tahun 3 bulan kurungan.

Ketiga terdakwa diadili atas perkara korupsi kredit macet di perusahaan tempat mereka bekerja. Perbuatan ketiganya iti dilakukan dalam rentang waktu tahun, 2013 hingga 2017.

Dimana, Irfan Helmi selaku Direktur PT PER, Rahmiwati selaku Analis Pemasaran PT PER serta Irawan Saryono Ketua Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selaku penerima dana kredit dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau. Secara bersama sama telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam hal pencairan dana kredit UMKM. Bertempat di kantor cabang utama PT PER.

Ketiganya melakukan penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Penyimpangan pemberian tiga fasilitas kredit baru kepada dua mitra usaha yang dilakukan ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet. Penggunaan fasilitas kredit yang diterima tiga mitra usaha itu tidak disalurkan ke anggota mitra usaha.

Kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER yang seharusnya digunakan untuk membayar angsuran fasilitas kredit sebelumnya. Audit BPKP perwakilan Riau menemukan kerugian negara sebesar Rp 1.298.082.000.*(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Bawa Senpi dan 13 Kg Sabu, Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polisi di Siak Hulu Kampar
- Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru, Polres Dumai Tangkap 2 Kurir 14 Kilogram Sabu
- Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan
- Polisi Buru Dua Buronan Pembunuh Pengusaha Rental Mobil
- Polisi Tangkap Dua dari Empat Pembunuh Supir Rental Mobil di Siak
- Seorang Penambang Emas di Kuansing Tewas Tertimbun
- Diduga Konsleting Listrik, Rumah Permanen di Duri, Bengkalis Terbakar
- Niat Berenang, Seorang Bocah Tenggelam di Sungai Dumai
- Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi
- Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis
- Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil
- Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam
- Penyidik Bea Cukai Serahkan Dua Tersangka Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari Pekanbaru
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli
- BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi
- Serbu BRI Bathin Solapan Jelang Tengah Hari, 4 Rampok Larikan Ratusan Juta Rupiah
- Pesantren Tahfis Qur'an di Bathin Solapan Terbakar Saat Hujan dan Petir
- Polres Bengkalis Amankan Kapal Muatan 692 Batang Kayu Balak Tujuan Batam
- Diikat Dipukuli, Perampok Gasak Perhiasan Milik Nenek 81 Tahun di Bengkalis
- YKMNMT Klaim Konflik Lahan di Riau Berawal dari Konflik Tanah Ulayat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com