Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 26 September 2020 13:57
Gubri Resmi Lantik Pj dan Pjs Empat Daerah Penyelenggara Pilkada

Sabtu, 26 September 2020 12:39
Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi

Sabtu, 26 September 2020 12:25
Buka Perdana, Gubri Pesan Lewat Tol Jangan Ngebut, Maksimal 80 Km

Sabtu, 26 September 2020 09:40
Cegah Virus Corona, PKS PT. PCR Sebar Masker Gratis ke Sejumlah Tempat Ibadah di Mandau

Sabtu, 26 September 2020 09:00
Gubri Minta Pj dan Pjs Dilantik Siang Ini Jaga Neteralitas

Sabtu, 26 September 2020 08:18
Siang Ini Gubri Lantik Satu Pj dan Empat Pjs

Sabtu, 26 September 2020 07:21
Pilkada Pelalawan, Pasangan Ridi- Habibi Bersyukur Dapat Nomor Urut 1

Jum’at, 25 September 2020 21:08
Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis

Jum’at, 25 September 2020 19:55
Pilkada Bengkalis, Nomor "2" Sesuai Harapan AMAN

Jum’at, 25 September 2020 17:38
Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Agustus 2020 20:37
Saksi Sebut Eet Jemput Uang PT CGA ke Surabaya

Pengadilan Tipikor Pekanbaru kembali sidangkan perkara korupsi proyek jalan di Bengkalis. Terungkap Eet menerima uang fee di Surabaya.

Riauterkini - PEKANBARU - Sidang Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin, kembali di gelar, Kamis (14/08/20). Dalam sidang itu, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Azrul Nur Manurung yang merupakan mantan ajudan Amril Mukminin untuk diperiksa terkait aliran dana dari PT Citra Gading Asritama (CGA).  

Dalam perjalan sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Lilin Herlina itu, jaksa KPK sempat bertanya kepada Azrul mengenai intervensi dari seseorang, pasca penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Bengkalis pada tahun 2018, tepatnya bulan puasa.  

"Saat itu Triyanto menghubungi saya. Dia mengatakan saat itu baru diperiksa KPK. Dia tidak mengaku kepada penyidik KPK terkait ada pemberian uang itu. Saat itu saya diminta untuk tidak mengaku juga. Dia bilang, karena yang tahu kita berdua dengan Tuhan," ujarnya dihadapan majelis hakim.  

Ia menerangkan, Triyanto memberikan informasi kepadanya terkuat sejumlah nama pimpinan DPRD Bengkalis yang menerima aliran dana dari PT CGA sebagai bentuk fee proyek jalan tersebut. Namun, hanya satu pimpinan yang menolak pemberian uang itu.  

"Karena yang menerima uang (dari PT CGA) itu tidak hanya Amril. Ada juga anggota Dewan. Seperti pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis, Ketuanya Abdul Kadir, Wakilnya Eet (Indra Gunawan) dan Kaderismanto. Yang menolak dari Wakil DPRD Bengkalis cuma Zulhelmi. Eet katanya ngambil uang itu di Surabaya. Itu kata Triyanto ke saya," bebernya.  

Sejumlah nama itu, sekarang ini juga masih menjabat sebagai wakil rakyat. Seperti Indra Gunawan Eet sekarang duduk sebagai Ketua DPRD Riau dari partai Golkar. Sedangkan Kaderismanto masih menjabat Wakil Ketua DPRD Bengkalis priode 2019-2024.

Selama bekerja dengan Amril, Azrul menyebut Amril memiliki usaha kebun sawit. Hanya saja, Azrul tak pernah diajak untuk bertemu dengan sejumlah petinggi perusahaan sawit di Bengkalis.  

"Oleh ibu Kasmarni (isteri Amril) tidak pernah juga, saya pernah jadi supirnya ketika Buk Kasmarni jadi camat," kata Azrul.  

Selama menjadi ajudan, Azrul menyebut Amril selalu melihat kebaikan kepada mantan bosnya itu. Amril disebut sering menyantuni anak yatim dan janda-janda di daerahnya.  

Sementara itu, saksi kedua dalam sidang itu adalah pemilik PT CGA, Ichsan. Ia juga beberapa kali ditanya jaksa soal pemberian uang kepada Amril. Meski dia mengakui, tapi dia menyebutkan, terdakwa Amril tidak pernah meminta kepadanya dan tidak pernah menjanjikan sesuatu.  

“Saya tidak pernah menugaskan Triyanto ke Pekanbaru, Amril tidak pernah meminta,” kata Ichsan.

Dalam sidang sebelumnya, Amril Mukminin didakwa Jaksa KPK dalam perkara dugaan gratifikasi. Jumlahnya beragam. Ada yang Rp5,2 miliar, dan ada juga sebanyak Rp23,6 miliar lebih.

Atas perbuatannya, Amril dijerat dalam Pasal 12 huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto, Pasal 64 ayat (1) KUHP.***(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi
- Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis
- Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil
- Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam
- Penyidik Bea Cukai Serahkan Dua Tersangka Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari Pekanbaru
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli
- BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi
- Serbu BRI Bathin Solapan Jelang Tengah Hari, 4 Rampok Larikan Ratusan Juta Rupiah
- Pesantren Tahfis Qur'an di Bathin Solapan Terbakar Saat Hujan dan Petir
- Polres Bengkalis Amankan Kapal Muatan 692 Batang Kayu Balak Tujuan Batam
- Diikat Dipukuli, Perampok Gasak Perhiasan Milik Nenek 81 Tahun di Bengkalis
- YKMNMT Klaim Konflik Lahan di Riau Berawal dari Konflik Tanah Ulayat
- Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas
- Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker
- Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras
- Korupsi Alih Fungsi Lahan, KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Manager PT Duta Palma
- Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru Sumpah 26 Advokat Ferari
- Warga Teluk Binjai Resah Adanya Aktivitas Illegal Logging
- Keluarga Akui Mayat di Siak adalah M Alhadar
- Sesosok Mayat Laki-laki Ditemukan Tertelungkup dalam Sumur di Siak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com