Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Januari 2021 21:29
4 Sembuh, Pasien Covid-19 di Kuansing Bertambah 8 Orang

Jum’at, 15 Januari 2021 21:02
Tunaikan Kewajiban Demokrasi, Ketua KPU Bengkalis Ikut Nyoblos Anggota BPD

Jum’at, 15 Januari 2021 19:39
Gerebek Warung di PT SJI, Lima Pria Digelandang ke Polsek Kunto Darussalam

Jum’at, 15 Januari 2021 18:13
Tahun Anggaran Berakhir, Proyek Jalur Dua Airmolek Inhu Tetap Dikerjakan

Jum’at, 15 Januari 2021 18:03
Polda Riau Periksa 13 Saksi Terkait Sampah di Pekanbaru

Jum’at, 15 Januari 2021 17:44
Bertambah 170, Total Kasus Covid-19 di Riau Tembus 27 Ribu Lebih

Jum’at, 15 Januari 2021 17:17
H Permata Tewas Ditembak Petugas, Kepala BC Tebilahan Mengaku Belum Mengetahui

Jum’at, 15 Januari 2021 17:16
Mulai Hari Ini APBD Bengkalis 2021 Sudah Bisa Digunakan

Jum’at, 15 Januari 2021 17:03
Polisi Bekuk Jambret Anak Pejabat Tinggi Polda Riau

Jum’at, 15 Januari 2021 11:01
Iwan Patah Sebut Banjir Menahun di Pekanbaru Akibat tak Punya Master Plan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Agustus 2020 20:42
Putusan Inkrah, Kejari Pekanbaru Eksekusi Terpidana Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri

Kejari Pekanbaru eksekusi Dosen UR Zulfikar Jauhari terpidana korupsi pembangunan gedung Fisipol. Setelah menerima putusan kasasi MA hari ini.

Riauterkini-PEKANBARU - Zulfikar Jauhari, seorang dosen Universitas Riau (Unri) yang dihukum satu tahun penjara berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Hari ini Kamis (13/8/20) dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Zulfikar yang mendapat pengalihan penahanan dengan status tahanan kota pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru tahun 2019 lalu itu, ditahan selama 1 tahun kedepan di Rutan Kelas 1 Pekanbaru.

Berdasarkan putusan kasasi MA dengan nomor putusan : 616/K/Pid.Sus/2020. Majelis hakim menguatkan putusan di tingkat banding dengan vonis hukuman selama 1 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

" Hari ini baru dieksekusi, karena kita barusan menerima putusannya," ucap Kepala Kejari Pekanbaru Andi Suharlis melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yunius Zega, kepada wartawan di Kejari Pekanbaru.

Yunius juga mengatakan, sebelum dieksekusi, kita melakukan protokol kesehatan Covid-19 dengan melakukan rapid test terhadap terpidana dan hasilnya nonreaktif

Dalam perkara ini, Zulfikar selaku anggota tim teknis pada proyek pembangunan gedung itu tidaklah sendirian. Ia turut diadili bersama Benny Johan, Direktur CV Reka Cipta Konsultan sebagai konsultan perencana dan pengawas proyek tersebut. Benny Johan sendiri telah dieksekusi dan saat ini tengah menjalani hukuman. Dia dihukum 1,5 tahun kurungan, dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara.

Untuk diketahui, pada persidangan tipikor di PN Pekanbaru yang diketuai majelis hakim Dahlia Panjaitan. Terdakwa Zulfikar dan Benny Johan divonis masing masing selama 2 tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim PN Pekanbaru tersebut, Kejari Pekanbaru menyatakan banding. Karena vonis kedua terdakwa tersebut lebih ringan dari tuntutan mereka. Dimana sebelumnya, Zulfikara Jauhari dituntut dengan pidana penjara selama 3 tahun. Sementara Benny Johan, dituntut pidana penjara 3,5 tahun. Keduanya juga dikenakan denda masing-masing Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, jaksa juga menuntut Benny Johan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp43.200.000 subsider 1 tahun 10 bulan.

Namun ditingkat banding di Pengadilan Tinggi Pekanbaru, kedua terdakwa dihukum selama 1 tahun untuk Zulfikar dan 1 tahun 6 bulan untuk terdakwa Benny Johan.

Pengerjaan proyek pembangunan gedung pascasarjana Fisipol Unri dianggarkan dari APBN tahun 2012 dengan nilai Rp9 miliar. Penyimpangan dalam proyek ini, terlihat dari awal pelaksanaan proses lelang.

Saat itu, proses lelang diketahui gagal hingga 2 kali. Akibatnya, panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.

Selain itu, dalam pengerjaannya, diakhir Desember 2012 tidak selesai dan hanya rampung sekitar 60 persen. Walaupun hanya rampung 60 persen tetapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Diduga terjadi kongkalikong antara tim teknis yang menyatakan jika pengerjaan kegiatan sudah 100 persen rampung.***(har).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gerebek Warung di PT SJI, Lima Pria Digelandang ke Polsek Kunto Darussalam
- H Permata Tewas Ditembak Petugas, Kepala BC Tebilahan Mengaku Belum Mengetahui
- Polisi Bekuk Jambret Anak Pejabat Tinggi Polda Riau
- Polres Bengkalis Bekuk Tujuh Pelaku Judi Ikan-ikan
- Diduga Arus Pendek Listrik, 4 Ruko dan 1 Rumah di Duri Barat Terbakar
- Kajari Pimpin Sertijab Kasi Intel Kejari Kuansing
- Warga Tandun Tangkap Pencuri Sapi, 2 Pelaku Kabur dan Sopir Dibawa ke Polsek
- 4 Kilogram Sabu Berhasil Digagalkan, 8 Orang Pelaku Turut Dibekuk Petugas
- Datangi Polda Riau, GMRB Minta Polisi Serius Tangani Dugaan Perambahan Hutan Sihol Pangaribuan
- Gerebek Rumah di Ngaso, Satresnarkoba Polres Rohul Sita Sabu 2,97 Gram
- Polsek Mandau Ringkus Lima Pengedar Sabu dan Ekstasi
- Agen dan Pemain Judi Togel di Mandau Diringkus Polisi
- Oknum Bendahara Desa di Pelalawan Ditahan Jaksa
- Diduga Postingan Palsu, Kasat Reskrim Polres Rohul Mengaku tak ada Penyekapan
- Peras Korban Pakai Video Call Seks, Warga Jambi Dibekuk Polda Riau
- Polsek Tembilahan Ringkus Tersangka Narkoba di Jalan R Soebrantas
- Pialang Judi Togel di Bathin Solapan Diringkus Polisi
- Pembunuh Mertua di Palembang Ditangkap di Kuansing
- Sekap dan Paksa Pekerja jadi Wanita Penghibur, Pemilik Penginapan di Rohul Ditangkap
- Paman Diduga Hamili Ponakan di Pinggir, Bengkalis Dijebloskan ke Penjara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com