Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 25 September 2020 09:28
Basarnas Pekanbaru dan Jambi Laksanakan Public Safety Diver 2020

Jum’at, 25 September 2020 08:39
Diajukan ke DPRD, RAPBD - P Kuansing 2020 Fokus Penanganan Covid - 19

Jum’at, 25 September 2020 07:41
Bupati Inhil Resmikan Kampong Inggris AHRA ke-10

Kamis, 24 September 2020 20:09
Cegah Penyebaran Covid 19, Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Kembali Gelar Patroli

Kamis, 24 September 2020 19:57
KPU Dumai Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada Serentak

Kamis, 24 September 2020 18:58
Mandiri Syariah Raih Penghargaan The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2020

Kamis, 24 September 2020 18:52
Kasdim 0314/Inhil Hadiri Gerakan Kegiatan Tanam Bersama Dinas PTPHP

Kamis, 24 September 2020 17:39
Ini Pendapat Tiga Paslon Bupati dan Wabup Rohul dengan Nomor Urutnya

Kamis, 24 September 2020 17:29
Satu Lagi Dokter di Riau Meninggal Karena Covid-19

Kamis, 24 September 2020 17:03
Ketua FKS Inhil Menginstruksikan Para Pengurus Mematangkan Program


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Agustus 2020 20:42
Putusan Inkrah, Kejari Pekanbaru Eksekusi Terpidana Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri

Kejari Pekanbaru eksekusi Dosen UR Zulfikar Jauhari terpidana korupsi pembangunan gedung Fisipol. Setelah menerima putusan kasasi MA hari ini.

Riauterkini-PEKANBARU - Zulfikar Jauhari, seorang dosen Universitas Riau (Unri) yang dihukum satu tahun penjara berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Hari ini Kamis (13/8/20) dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Zulfikar yang mendapat pengalihan penahanan dengan status tahanan kota pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru tahun 2019 lalu itu, ditahan selama 1 tahun kedepan di Rutan Kelas 1 Pekanbaru.

Berdasarkan putusan kasasi MA dengan nomor putusan : 616/K/Pid.Sus/2020. Majelis hakim menguatkan putusan di tingkat banding dengan vonis hukuman selama 1 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

" Hari ini baru dieksekusi, karena kita barusan menerima putusannya," ucap Kepala Kejari Pekanbaru Andi Suharlis melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yunius Zega, kepada wartawan di Kejari Pekanbaru.

Yunius juga mengatakan, sebelum dieksekusi, kita melakukan protokol kesehatan Covid-19 dengan melakukan rapid test terhadap terpidana dan hasilnya nonreaktif

Dalam perkara ini, Zulfikar selaku anggota tim teknis pada proyek pembangunan gedung itu tidaklah sendirian. Ia turut diadili bersama Benny Johan, Direktur CV Reka Cipta Konsultan sebagai konsultan perencana dan pengawas proyek tersebut. Benny Johan sendiri telah dieksekusi dan saat ini tengah menjalani hukuman. Dia dihukum 1,5 tahun kurungan, dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara.

Untuk diketahui, pada persidangan tipikor di PN Pekanbaru yang diketuai majelis hakim Dahlia Panjaitan. Terdakwa Zulfikar dan Benny Johan divonis masing masing selama 2 tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim PN Pekanbaru tersebut, Kejari Pekanbaru menyatakan banding. Karena vonis kedua terdakwa tersebut lebih ringan dari tuntutan mereka. Dimana sebelumnya, Zulfikara Jauhari dituntut dengan pidana penjara selama 3 tahun. Sementara Benny Johan, dituntut pidana penjara 3,5 tahun. Keduanya juga dikenakan denda masing-masing Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, jaksa juga menuntut Benny Johan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp43.200.000 subsider 1 tahun 10 bulan.

Namun ditingkat banding di Pengadilan Tinggi Pekanbaru, kedua terdakwa dihukum selama 1 tahun untuk Zulfikar dan 1 tahun 6 bulan untuk terdakwa Benny Johan.

Pengerjaan proyek pembangunan gedung pascasarjana Fisipol Unri dianggarkan dari APBN tahun 2012 dengan nilai Rp9 miliar. Penyimpangan dalam proyek ini, terlihat dari awal pelaksanaan proses lelang.

Saat itu, proses lelang diketahui gagal hingga 2 kali. Akibatnya, panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.

Selain itu, dalam pengerjaannya, diakhir Desember 2012 tidak selesai dan hanya rampung sekitar 60 persen. Walaupun hanya rampung 60 persen tetapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Diduga terjadi kongkalikong antara tim teknis yang menyatakan jika pengerjaan kegiatan sudah 100 persen rampung.***(har).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli
- BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi
- Serbu BRI Bathin Solapan Jelang Tengah Hari, 4 Rampok Larikan Ratusan Juta Rupiah
- Pesantren Tahfis Qur'an di Bathin Solapan Terbakar Saat Hujan dan Petir
- Polres Bengkalis Amankan Kapal Muatan 692 Batang Kayu Balak Tujuan Batam
- Diikat Dipukuli, Perampok Gasak Perhiasan Milik Nenek 81 Tahun di Bengkalis
- YKMNMT Klaim Konflik Lahan di Riau Berawal dari Konflik Tanah Ulayat
- Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas
- Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker
- Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras
- Korupsi Alih Fungsi Lahan, KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Manager PT Duta Palma
- Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru Sumpah 26 Advokat Ferari
- Warga Teluk Binjai Resah Adanya Aktivitas Illegal Logging
- Keluarga Akui Mayat di Siak adalah M Alhadar
- Sesosok Mayat Laki-laki Ditemukan Tertelungkup dalam Sumur di Siak
- Tiga "Tukang Becak" Diamankan, Polres dan BC Bengkalis Ungkap Peredaran Sabu 10 Kg
- Tim Polsek Kateman Ringkus Pengedar Sabu di Guntung
- Tim Polres Inhil Berhasil Ringkus 2 Pelaku Narkoba
- Sakit Hati di Hina, Pemuda di Inhil Nekat Bacok Teman Hingga Tewas
- Memet Edar Sabu di Bathin Solapan, Bengkalis Diringkus Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com