Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 September 2020 20:20
Satgas Turun ke Jalan Cek Warga Bengkalis Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Selasa, 22 September 2020 19:23
5.701 Kasus, Lemahnya Kesadaran Protokol Kesehatan Sebabkan Kasus Cobid Meningkat

Selasa, 22 September 2020 19:09
Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas

Selasa, 22 September 2020 18:51
Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker

Selasa, 22 September 2020 18:03
Ratusan Pekerja PT Padasa Enam Utama Dirikan Tenda di Disnakertran Riau

Selasa, 22 September 2020 17:29
Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras

Selasa, 22 September 2020 17:25
Disdukcapil Pelalawan Tutup, 4 Pegawai Terpapar Covid-19

Selasa, 22 September 2020 17:06
Cegah Covid-19 Meluas, BPBD Rohul Kembali Bagikan Ribuan Masker Gratis

Selasa, 22 September 2020 16:40
Jalan Penghubung Tiga Desa di Siakkecil, Bengkalis Belumpow

Selasa, 22 September 2020 16:35
Semua Ornamen Melayu Fly Over Dicopot, Diganti Dengan Cat


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 Agustus 2020 09:57
Bersaksi di Sidang, Ajudan Amril Seret Nama Kaderismanto

Mantan ajudan Amril Mukminin bersaksi di persidangan. Ia menyebut Kaderismanto sebagai juru runding ke PT CGA.

Riauterkini - PEKANBARU - Mantan ajudan Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin, Azrul Nur Manurung menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi jalan Bengkalis, Kamis (13/08/20) kemarin. Dia dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa terkait aliran dana dari PT Citra Gading Asritama (CGA).  

Dalam kesaksiannya, Azrul menjelaskan bahwa dalam perjalanan proyek itu, Kaderismanto yang merupakan politikus PDI Perjuangan disebut sebagai juru runding dalam pertemuan antara dewan dengan PT CGA. Bahkan, Indra Gunawan Eet juga disebut mengambil uang dari perusahaan itu ke Surabaya.  

Dalam perjalan sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Lilin Herlina itu, jaksa KPK sempat bertanya kepada Azrul mengenai intervensi dari seseorang, pasca penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Bengkalis pada tahun 2018, tepatnya bulan puasa.  

"Saat itu Triyanto menghubungi saya. Dia mengatakan saat itu baru diperiksa KPK. Dia tidak mengaku kepada penyidik KPK terkait ada pemberian uang itu. Saat itu saya diminta untuk tidak mengaku juga. Dia bilang, karena yang tahu kita berdua dengan Tuhan," ujarnya dihadapan majelis hakim.  

Ia menerangkan, Triyanto memberikan informasi kepadanya terkuat sejumlah nama pimpinan DPRD Bengkalis yang menerima aliran dana dari PT CGA sebagai bentuk fee proyek jalan tersebut. Namun, hanya satu pimpinan yang menolak pemberian uang itu.  

"Karena yang menerima uang (dari PT CGA) itu tidak hanya Amril. Ada juga anggota Dewan. Seperti pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis, Ketuanya Abdul Kadir, Wakilnya Eet (Indra Gunawan) dan Kaderismanto. Yang menolak dari Wakil DPRD Bengkalis cuma Zulhelmi. Eet katanya ngambil uang itu di Surabaya. Itu kata Triyanto ke saya," bebernya.  

Sejumlah nama itu, sekarang ini juga masih menjabat sebagai wakil rakyat. Seperti Indra Gunawan Eet sekarang duduk sebagai Ketua DPRD Riau dari partai Golkar. Sedangkan Kaderismanto masih menjabat Wakil Ketua DPRD Bengkalis priode 2019-2024.

Selama bekerja dengan Amril, Azrul menyebut Amril memiliki usaha kebun sawit. Hanya saja, Azrul tak pernah diajak untuk bertemu dengan sejumlah petinggi perusahaan sawit di Bengkalis.  

"Oleh ibu Kasmarni (isteri Amril) tidak pernah juga, saya pernah jadi supirnya ketika Buk Kasmarni jadi camat," kata Azrul.  

Selama menjadi ajudan, Azrul menyebut Amril selalu melihat kebaikan kepada mantan bosnya itu. Amril disebut sering menyantuni anak yatim dan janda-janda di daerahnya.  

Sementara itu, saksi kedua dalam sidang itu adalah pemilik PT CGA, Ichsan. Ia juga beberapa kali ditanya jaksa soal pemberian uang kepada Amril. Meski dia mengakui, tapi dia menyebutkan, terdakwa Amril tidak pernah meminta kepadanya dan tidak pernah menjanjikan sesuatu.  

“Saya tidak pernah menugaskan Triyanto ke Pekanbaru, Amril tidak pernah meminta,” kata Ichsan.

Dalam sidang sebelumnya, Amril Mukminin didakwa Jaksa KPK dalam perkara dugaan gratifikasi. Jumlahnya beragam. Ada yang Rp5,2 miliar, dan ada juga sebanyak Rp23,6 miliar lebih.

Atas perbuatannya, Amril dijerat dalam Pasal 12 huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto, Pasal 64 ayat (1) KUHP.***(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas
- Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker
- Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras
- Korupsi Alih Fungsi Lahan, KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Manager PT Duta Palma
- Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru Sumpah 26 Advokat Ferari
- Warga Teluk Binjai Resah Adanya Aktivitas Illegal Logging
- Keluarga Akui Mayat di Siak adalah M Alhadar
- Sesosok Mayat Laki-laki Ditemukan Tertelungkup dalam Sumur di Siak
- Tiga "Tukang Becak" Diamankan, Polres dan BC Bengkalis Ungkap Peredaran Sabu 10 Kg
- Tim Polsek Kateman Ringkus Pengedar Sabu di Guntung
- Tim Polres Inhil Berhasil Ringkus 2 Pelaku Narkoba
- Sakit Hati di Hina, Pemuda di Inhil Nekat Bacok Teman Hingga Tewas
- Memet Edar Sabu di Bathin Solapan, Bengkalis Diringkus Polisi
- Jamaah Masjid Al-Huda Tembilahan Sempat Panik, Seorang OTK Membawa Sebilah Pisau ke Dalam Mesjid
- Polda Riau Periksa PT DSI Sebagai Tersangka Karhutla
- Diduga Edar Sabu, Oknum Honorer di Bengkalis Diringkus Polisi
- Mahasiswa Minta Kejati Riau Usut Penyimpangan Dana Covid -19
- Rp5,2 Milar Dikembalikan ke KPK, Amril Tegaskan Uang Rp1,9 Milar Hasil Usaha
- Diduga Main Mata Dengan Legal PT. DPN,
Mujahid Law Office Bakal Laporkan Kasi Pidum ke Jamwas Kejagung

- Miliki 5 Butir Inek, 3 Karyawan Grand Central Hotel Diamankan Polda Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com