Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 1 Oktober 2020 06:50
RT dan RW Duri Timur Kembalikan SK, Dewan Baru Tau Ada Pemotongan Insentif

Kamis, 1 Oktober 2020 06:40
Dua Kasi Berganti, Kajari Pekanbaru Minta Tingkatkan WBBM

Rabu, 30 September 2020 20:43
Bertambah 352, Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini Tersebar Seluruh Daerah di Riau

Rabu, 30 September 2020 20:25
Polres Inhil Beri Siraman Rohani dan Pembinaan Mental Tahanan

Rabu, 30 September 2020 20:21
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila,
Indonesia Alami Deviasi, Distorsi dan Disorientasi


Rabu, 30 September 2020 20:19
Bupati Inhil Gelar Diskusi Permasalahan Kegiatan Ibadah Jemaat HKBP di Tembilahan

Rabu, 30 September 2020 20:07
Peduli Cicurug, Mapala Poltek Bengkalis Galang Dana

Rabu, 30 September 2020 18:44
Sempat Kabur, Pemilik Dompeng PETI Maut di Kuansing Berhasil Diringkus Polisi

Rabu, 30 September 2020 18:40
Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil Goro Massal Bersihkan Parit

Rabu, 30 September 2020 16:34
Kampanye Dialogis di Pinggir, ESA Prioritaskan Komoditas Singkong


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 September 2020 15:58
Selewengkan Dana Desa, Ketua UED-SP Rupat Utara, Bengkalis Diadili

Ketua UED-SP Rupat Utara duduk sebagai terdakwa. Ia diadili dalam perkara penyelewengan dana desa.

Riauterkini-PEKANBARU- Sri Nurnaningsih, Ketua Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Mekar Maju, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Senin (14/9/20) siang diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Sri Numaningsih yang didakwa telah merugikan negara sebesar Rp733 juta. Dijerat Pasal 2 dan 3 ayat (1) junto Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Iwan Irawan SH secara daring tersebut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doli Novaisal SH mengatakan, dugaan korupsi dana UED-SP yang dilakukan terdakwa ini terjadi sekitar bulan Juli tahun 2012 hingga bulan Oktober tahun 2014. Dimana terdakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan Negara.

Berawal ketika UED-SP Mekar Maju yang dipimpin terdakwa mendapatkan bantuan Pemerintah Kabupaten Bengkalis setiap tahunnya dana unit usaha desa simpan pinjam sebesar Rp1 miliar. Tujuannya, memberikan pinjaman kepada masyarakat desa, dengan kriteria dan prosedur penyaluran yang tercantum didalam Peraturan Bupati Nomor 13 tahun 2012 tentang Program Pemberdayaan Desa.

Kemudian sekitat bulan Juli 2012 sampai dengan bulan Oktober 2014, telah melakukan 8 (delapan) kali perguliran/pencairan. Total dana yang dicairkan sebesar Rp2.528.000.000.

Terdakwa menggunakan nama-nama masyarakat desa, seolah-olah bertindak sebagai peminjam, dan uangnya tidak diberikan kepada peminjam yang dicantumkan namanya.

" Dari total 18 peminjam, 6(enam) orangnya diyakini adalah peminjam fiktif. Sedangkan 12 orang lagi diyakini benar mengajukan peminjaman. Namun, ketika sudah pencairan uangnya tidak diberikan kepada peminjam tetapi digunakan oleh terdakwa sendiri," terang jaksa.

Selain perbuatan Terdakwa melakukan peminjaman fiktif tersebut, Terdakwa juga dalam periode waktu 2012 sampai dengan 2014 mengambil setoran-setoran dari para peminjam yang tidak diteruskan kepada UED-SP untuk mengurangi nilai pinjaman dari masing-masing peminjam, tanpa diketahui oleh peminjamnya, sehingga ketika dilakukan audit di akhir masa jabatan Terdakwa sebagai Ketua Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Mekar Maju, terdapat ketidak sesuaian laporan keuangan yang dibuat oleh Terdakwa dengan fisik uang yang terdapat didalam rekening UED-SP Mekar Maju.

" Dari hasil audit inspektorat pemerintah Kabupaten Bengkalis. Ditemukan kerugian negara sebesar Rp 733.172.000,00 (tujuh ratus tiga puluh tiga juta seratus tujuh puluh dua ribu rupiah)," sambung Doli.

Setelah dakwaan dibacakan, terdkawa berencana akan mengajukan eksepsi (bantahan) dari dakwaan jaksa tersebut. ***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Kasi Berganti, Kajari Pekanbaru Minta Tingkatkan WBBM
- Rekor lagi, Kasus Corona di Riau Tambah 352 Orang
- Tak Sesuai PKPU, Bawaslu Tertibkan Baliho Peserta Pilkada Inhu
- Korban Kecewa, Polda Riau Rubah DPO Penipuan Rp40 Miliar jadi Wajib Lapor
- Aniaya dan Buang Anak Kandung, Warga Pelalawan Serahkan Diri ke Polisi
- Rugikan Negara Rp50 M, Dua Petinggi PT WIKA dalam Morupsi Jembatan Bangkinang
- Bawa Senpi dan 13 Kg Sabu, Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polisi di Siak Hulu Kampar
- Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru, Polres Dumai Tangkap 2 Kurir 14 Kilogram Sabu
- Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan
- Polisi Buru Dua Buronan Pembunuh Pengusaha Rental Mobil
- Polisi Tangkap Dua dari Empat Pembunuh Supir Rental Mobil di Siak
- Seorang Penambang Emas di Kuansing Tewas Tertimbun
- Diduga Konsleting Listrik, Rumah Permanen di Duri, Bengkalis Terbakar
- Niat Berenang, Seorang Bocah Tenggelam di Sungai Dumai
- Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi
- Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis
- Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil
- Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam
- Penyidik Bea Cukai Serahkan Dua Tersangka Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari Pekanbaru
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com