Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 25 September 2020 10:28
Gubri Harap Tol Permai Dapat Bermanfaat Bagi Pelaku Usaha

Jum’at, 25 September 2020 09:28
Basarnas Pekanbaru dan Jambi Laksanakan Public Safety Diver 2020

Jum’at, 25 September 2020 08:39
Diajukan ke DPRD, RAPBD - P Kuansing 2020 Fokus Penanganan Covid - 19

Jum’at, 25 September 2020 07:41
Bupati Inhil Resmikan Kampong Inggris AHRA ke-10

Kamis, 24 September 2020 20:09
Cegah Penyebaran Covid 19, Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Kembali Gelar Patroli

Kamis, 24 September 2020 19:57
KPU Dumai Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada Serentak

Kamis, 24 September 2020 18:58
Mandiri Syariah Raih Penghargaan The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2020

Kamis, 24 September 2020 18:52
Kasdim 0314/Inhil Hadiri Gerakan Kegiatan Tanam Bersama Dinas PTPHP

Kamis, 24 September 2020 17:39
Ini Pendapat Tiga Paslon Bupati dan Wabup Rohul dengan Nomor Urutnya

Kamis, 24 September 2020 17:29
Satu Lagi Dokter di Riau Meninggal Karena Covid-19


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 September 2020 13:19
Bentrok Warga Gondai, Pelalawan Vs Security PT NWR Kembali Pecah

Sengketa lahan kembali memicu konflik di Pelalawan. Ratusan warga Gondai, Langgam lawan keamanan PT NWR bentrok lagi sejak kemarin.

Riauterkini- PELALAWAN - Bentrok antara seratusan warga dan sekuriti PT Nusa Wahana Raya (NWR), kembali terjadi di Dusun Mahmahan Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Senin (14/9/2020).

Berdasarkan informasi bentrokan ini dipicu akibat kesalahpahaman antara dua kelompok tersebut, akibat peristiwa ini sejumlah orang terluka.

Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020) membenarkan adanya bentrok antara masyarakat dengan sekuriti perusahaan. Insiden itu mengakibatkan timbulnya korban luka-luka dari kedua pihak.

Mendapat info bentrokan Kapolres beserta jajaran dan para personel langsung turun ke lokasi untuk mengamankan konflik yang terjadi.

"Memang terjadi sedikit gesekan di lokasi. Ada yang luka-luka. Sekarang kondisinya sudah aman dan terkendali," tutur Kapolres.

Indra menyebutkan, bentrok terjadi akibat kesalahpahaman antar kedua pihak. Saat itu PT NWR sedang membuat parit besar atau parit gajah di sekitar areal HTI miliknya, sebagai batas antar lahan perusahaan dengan warga.

Hal itu merupakan kegiatan rutin dari perusahaan untuk mengamankan arealnya, namun tidak berkoordinasi dengan masyarakat pemilik lahan yang terletak di sempadan.

Alhasil bentrok tak terhindarkan lantaran warga tidak terima dengan kegiatan itu dan di satu sisi pihak perusahaan di lokasi dalam kondisi capek. Insiden ini menyebabkan luka-luka ringan baik dari sekuriti maupun masyarakat yang terlibat baku hantam.

"Saya turun langsung dan memberikan pemahaman kepada para pihak agar tidak terprovokasi serta menjaga kondisi tetap aman. Semua masalah bisa diselesaikan," tambah Indra.

Humas PT NWR, Abdul Hadi yang dikonfirmasi menjelaskan sebelum insiden terjadi sedang berlangsung pembuatan batas konsesi oleh PT.NWR, kebetulan saat ini masuk ke perbatasan konsesi arah Desa Mamahan.

Sebelum melakukan pembuatan batas, tim dari NWR sudah sosialisasi melalui kepala dusun setempat untuk menunjukan batas-batas konsesi yang akan dibuat. Saat itu sudah tidak ada masalah karena memang tidak ada bersentuhan dengan lahan atau kebun masyarakat.

"Kemarin pagi saat alat dan petugas sudah sampai di lokasi pekerjaan, datang sekelompok masyarakat mengahampiri alat berat beserta tim yang bekerja," ucapnya.

Setelah diberi penjelasan dan dihadiri perangkat dusun, situasi kondusif karena kepala dusun sudah menjelaskan bahwa itu batas konsesi NWR dan mempersilahkan terus bekerja.

Namun tiba-tiba ada seseorang yang berteriak memprovikasi warga, hingga terjadi penyerangan secara membabi buta kepada pekerja dan security PT NWR. Kemudian merusak kendaraan milik security serta mengeroyok beberapa petugas keamanan tersebut. Satu unit alat berat turut disandra dan peralatannya dijarah.

"Sekarang kejadian ini sudah kita laporkan ke pihak berwajib, para korban sudah divisum dan aparat kepolisian sudah mendatangi TKP serta mengamankan barang bukti. Semoga pihak kepolisian bisa segera mengungkap kasus ini segera. Sekarang situasi sudah kondusif," pungkasnya.***(Cho)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tewas di Hotel di Pekanbaru, Wanita Asal Pelalawan Dibunuh karena Menolak Digauli
- BNNP Riau Musnahkan 11,8 Kilogram Sabu dan 498 Butir Ekstasi
- Serbu BRI Bathin Solapan Jelang Tengah Hari, 4 Rampok Larikan Ratusan Juta Rupiah
- Pesantren Tahfis Qur'an di Bathin Solapan Terbakar Saat Hujan dan Petir
- Polres Bengkalis Amankan Kapal Muatan 692 Batang Kayu Balak Tujuan Batam
- Diikat Dipukuli, Perampok Gasak Perhiasan Milik Nenek 81 Tahun di Bengkalis
- YKMNMT Klaim Konflik Lahan di Riau Berawal dari Konflik Tanah Ulayat
- Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas
- Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker
- Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras
- Korupsi Alih Fungsi Lahan, KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Manager PT Duta Palma
- Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru Sumpah 26 Advokat Ferari
- Warga Teluk Binjai Resah Adanya Aktivitas Illegal Logging
- Keluarga Akui Mayat di Siak adalah M Alhadar
- Sesosok Mayat Laki-laki Ditemukan Tertelungkup dalam Sumur di Siak
- Tiga "Tukang Becak" Diamankan, Polres dan BC Bengkalis Ungkap Peredaran Sabu 10 Kg
- Tim Polsek Kateman Ringkus Pengedar Sabu di Guntung
- Tim Polres Inhil Berhasil Ringkus 2 Pelaku Narkoba
- Sakit Hati di Hina, Pemuda di Inhil Nekat Bacok Teman Hingga Tewas
- Memet Edar Sabu di Bathin Solapan, Bengkalis Diringkus Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com