Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 31 Oktober 2020 14:51
Polres Bengkalis Ringkus Dua Kurir Sabu di Pinggir

Sabtu, 31 Oktober 2020 12:50
Lewat Bank Sampah dan Ketahanan Pangan,
SKK Migas – PT CPI Berdayakan Ekonomi Empat Desa di Bengkalis


Sabtu, 31 Oktober 2020 06:54
Kampanye untuk AMAN, Syamsurizal Janji Boyong APBN untuk Bengkalis

Jum’at, 30 Oktober 2020 20:21
Polsek Tembilahan Ringkus Pelaku Narkoba

Jum’at, 30 Oktober 2020 19:21
Dugaan Politik Uang Pupuk, Bawaslu Bengkalis Lanjutkan ke Penyelidikan

Jum’at, 30 Oktober 2020 19:12
Dugaan Politik Uang Pupuk, Bawaslu Bengkalis Lanjutkan ke Penyelidikan

Jum’at, 30 Oktober 2020 19:00
Sempena Sumpah Pemuda dan HUT Partai, NasDem Milenial Riau Bagikan MasKer dan Nasi

Jum’at, 30 Oktober 2020 18:57
1 Pasien Positif, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh

Jum’at, 30 Oktober 2020 18:05
16 Orang Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru Positif Covid-19

Jum’at, 30 Oktober 2020 18:00
263 CPNS Pemprov Riau Dinyatakan Lulus SKD-SKB


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 September 2020 11:14
YKMNMT Klaim Konflik Lahan di Riau Berawal dari Konflik Tanah Ulayat

Konflik lahan menurutnya telah ada di seluruh kabupaten di Riau. Pangkal penguasaan secara sepihak oleh perangkat adat, tokoh masyarakat yang dibekingi orang-orang tertentu lalu dijual ke pihak lain.

Riauterkini-PEKANBARU-Provinsi Riau saat ini disibukkan dengan kejadian pertikaian antara perusahaan dan masyarakat karena penguasaan lahan. Bahkan, issue tersebut saat ini menjadi issue nasional karena telah disampaikan secara terbukan oleh anggota DPR RI Dapil Riau Syahrul Aidi Maazat di hadapan pimpinan dan seluruh anggota DPR RI dalam sebuah rapat beberapa waktu yang lalu.

Salah seorang penggiat perjuangan hak tanah masyarakat tempatan melalui Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus, DR Khairil Anwar mengapresiasi langkah dari Syahrul Aidi tersebut. Karena menurutnya apa yang disampaikan oleh Syahrul Aidi merupakan suara hati masyarakat Riau saat ini. Konflik lahan menurutnya telah ada di seluruh kabupaten di Riau. Penyebabnya pun bermacam-macam.

DR Khairil menyampaikan akar persoalan dari konflik lahan ini berawal dari konflik tanah ulayat milik masyarakat adat. Konflik ini dimulai dari dikuasainya oleh perseorangan atas tanah ulayat dan diperjualbelikan secara sepihak baik kepada badan usaha atau pribadi. Sehingga ketika tanah tersebut telah dikuasai oleh orang lain muncullah konflik sosial di tengah masyarakat karena masyarakat yang notabene adalah anak kemanakan dari suatu persukuan tidak menerima atas hal itu.

"Berdasarkan advokasi dari Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara, konflik tanah ulayat ini telah ada di seluruh daerah di Riau. Pangkal persoalannya sama, yaitu penguasaan sepihak oleh seseorang baik itu perangkat adat, tokoh masyarakat, yang kemudian dibekingi oleh orang-orang tertentu dan dijual ke pihak lain. Dan itu tanpa sepengatahuan anak kemanakan atau tokoh lainnya. Sehingga hal itu saat ini jadi persoalan," terang DR Khairil saat dihubungi pada Rabu (23/9/20).

Dia mencontohkan salah satu tanah ulayat yang diperjuangkan oleh yayasan yang dia pimpin adalah tanah ulayat yang ada di kawasan Batu Langka Kecamatan Kuok, Kampar. Persukuan Bendang desa ini memiliki lahan seluas 4.800 hektar yang saat ini dikuasai oleh orang-orang tertentu dan perusahaan. Bahkan ada salah seorang yang menguasai lahan tersebut sampai 500 hektar.

"Bahkan ada yang menguasai 500 hektar tanah ulayat di Batu Langka secara pribadi. Tentu ini miris ketika para anak kemanakan Persukuan Bendang yang kesusahan mencari kehidupan sehari-hari. Kita tidak ingin ini akan jadi bom waktu ke depannya." tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa tanah ulayat itu pada dasarnya baik dilihat dari hukum adat atau hukum negara, itu tidak boleh diperjualbelikan. Secara hukum negara, tertuang dalam Undang-Undang Pokok Agraria nomor 4 tahun 1960. Sedangkan dalam adat istiadat di Riau khususnya, adat akan kehilangan ruhnya ketika tanah ulayat tidak ada lagi.

Dia sepakat kalau konflik lahan yang ada di Riau saat ini jadi issue nasional. Negara harus hadir dan membela kepentingan masyarakat Riau. Dan Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus mendukung langkah upaya Syahrul Aidi untuk memperjuangkan di gedung senayan. *(H-we)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Bengkalis Ringkus Dua Kurir Sabu di Pinggir
- Polsek Tembilahan Ringkus Pelaku Narkoba
- Sempat Ditolak, Tim Polda Riau Bisa Periksa Napi LP Pekanbaru Diduga Bandar 16 KG Sabu
- Tim Polda Riau Ditolak Masuk Lapas Saat Hendak Periksa Napi
- Operasi Zebra Lancang Kuning 2020, Polres Kuansing Kedepankan Tindakan Simpatik
- Tabrakan Hebat Antara Bus Hino vs Dump Truck Hino di Kuansing, 3 Orang Luka-luka
- Penjual Es Keliling Ditemukan Tewas di Ruko Pasar Modren Sorek, Pelalawan
- Berita dan Video,
Presma STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Bantah Demonya Ditunggangi

- Satlantas Polresta Pekanbaru Sosialisasikan Ops Zebra Lancang Kuning 2020 ke Penumpang Transmetro
- Saksi Dugaan Korupsi di BUMD, Sekda Pelallawan Diperiksa Jaksa
- Berita dan Video,
Pemotor Asal Rohil Nekad Angkut 19 KG Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi

- Forkompimda Musnahkan 1 Kg Sabu dan 47 Ekstasi Sitaan Polres Inhil
- Tertabrak Mobil Operasional Subkon Chevron, Istri dan Anak Eks Kades Bumbung, Bengkalis Tewas
- Edar 16 Kg Sabu, Kompol IZZ Ditembak dan Bakal Dipecat
- Polda Riau Ungkap 36 Kg Sabu dan Amankan 5 Tersangka
- Jambret Handphone Mahasiswi, Pemuda di Rohul Diciduk Polisi
- Modus Maling Ternak di Kuansing Jinakan Target Pakai Bius
- Berita dan Video,
Dua Bandar Narkoba Diringkus Polisi di Tengah Jalan Soetta Pekanbaru

- Polda Riau Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Tipikor Dana Covid-19 Diskes Pekanbaru
- Berita dan Video,
Kebakaran Hebat Terjadi di Palika Rohil



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com