Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 31 Oktober 2020 12:50
Lewat Bank Sampah dan Ketahanan Pangan,
SKK Migas – PT CPI Berdayakan Ekonomi Empat Desa di Bengkalis


Sabtu, 31 Oktober 2020 06:54
Kampanye untuk AMAN, Syamsurizal Janji Boyong APBN untuk Bengkalis

Jum’at, 30 Oktober 2020 20:21
Polsek Tembilahan Ringkus Pelaku Narkoba

Jum’at, 30 Oktober 2020 19:21
Dugaan Politik Uang Pupuk, Bawaslu Bengkalis Lanjutkan ke Penyelidikan

Jum’at, 30 Oktober 2020 19:12
Dugaan Politik Uang Pupuk, Bawaslu Bengkalis Lanjutkan ke Penyelidikan

Jum’at, 30 Oktober 2020 19:00
Sempena Sumpah Pemuda dan HUT Partai, NasDem Milenial Riau Bagikan MasKer dan Nasi

Jum’at, 30 Oktober 2020 18:57
1 Pasien Positif, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh

Jum’at, 30 Oktober 2020 18:05
16 Orang Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru Positif Covid-19

Jum’at, 30 Oktober 2020 18:00
263 CPNS Pemprov Riau Dinyatakan Lulus SKD-SKB

Jum’at, 30 Oktober 2020 17:48
Sektor Perkebunan, Perikanan Hingga Pariwisata Berpeluang Dikembangkan Investor


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 28 September 2020 20:45
Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan

Jajaran Ditreskrimsus Polda Riau mendalami dugaan perambahan hutan dan pencucian uang mantan Anggota DPRD Bengkalis Sihol Pangaribuan. LSM GTB juga telah melayangkan surat ke Polda.

Riauterkini - PEKANBARU - Ditreskrimsus Polda Riau masih terus mendalami dugaan perambahan hutan dan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh mantan Anggota DPRD Bengkalis periode 2014-2019, Sihol Pangaribuan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Riau, Andri Sudarmadi saat dikonfirmasi riauterkini.com, Senin (28/09/20).

"Masih kita dalami," terangnya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah disurati oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerhana Tunas Bangsa (GTB). Dimana dalam surat yang dikirimkan tanggal 25 September 2020 pihak GTB memohon agar Polda Riau menindak lanjuti laporan dugaan perambahan hutan dan pencucian uang yang diduga dilakukan Sihol Pangaribuan tersebut.

Andri pun tak menyangkal pihaknya telah menerima tersebut. Ia hanya menerangkan bahwa saat ini pihaknya masih mendalami dugaan tersebut.

Sebagai pengingat, penyidik sebelumnya juga telah memanggio dan memintai keterangan terhadap Sihol Pangaribuan pada Rabu (09/09/20) lalu.

Kala itu Andri menjelaskan bahwa Sihol diperiksa penyidik terkait dugaan melakukan kegiatan perkebunan dalam kawasan hutan. "Bukan perambahan hutan," tuturnya.

Pemeriksaan itu sendiri sejatinya telah dijadwalkan pada Selasa (08/09/20) kemarin. Namun diterangkan Andri, Sihol mengkonfirmasi bahwa Ia belum dapat hadir dan meminta dijadwalkan ulang hari ini. Itu juga merupakan pemanggilan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya penyidik telah melayangkan pemanggilan sebanyak dua kali. Namun, saat itu Sihol berhalangan hadir lantaran sedang ada acara.

Andri juga menjelaskan pihaknya sejauh ini telah memeriksa 4 orang saksi termasuk Sihol Pangaribuan. "Sudah 4 orang saksi termasuk yang bersangkutan," terangnya.

Sihol Pangaribuan sendiri dilaporkan dengan dugaan telah melakukan tindak pidana perambahan kawasan hutan seluas 500 hektar di wilayah Desa Petani, Kecamatan Mandau yang kini masuk di kawasan Desa Buluh Manis, Kecamatan Batin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Lahan tersebut diduga dijadikan Sihol sebagai perkebunan kelapa sawit dengan umur tanaman saat ini telah berusia 8 tahun. Perkebunan ini diduga juga tak mengantongi izin dari menteri. Selain itu, Ia juga dilaporkan dugaan telah melakukan pencucian uang.

Dengan dugaan tersebut, maka terlapor diduga telah melanggar Pasal 17 ayat (2) huruf a, b, c dan d Jo. pasal 92 ayat (1) huruf a jo. pasal 93 ayat (1) huruf a dan hurufb Undang undang 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Kemudian Passl 2 ayat (l) huruf w Jo. Pasal 3 UU No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polsek Tembilahan Ringkus Pelaku Narkoba
- Sempat Ditolak, Tim Polda Riau Bisa Periksa Napi LP Pekanbaru Diduga Bandar 16 KG Sabu
- Tim Polda Riau Ditolak Masuk Lapas Saat Hendak Periksa Napi
- Operasi Zebra Lancang Kuning 2020, Polres Kuansing Kedepankan Tindakan Simpatik
- Tabrakan Hebat Antara Bus Hino vs Dump Truck Hino di Kuansing, 3 Orang Luka-luka
- Penjual Es Keliling Ditemukan Tewas di Ruko Pasar Modren Sorek, Pelalawan
- Berita dan Video,
Presma STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Bantah Demonya Ditunggangi

- Satlantas Polresta Pekanbaru Sosialisasikan Ops Zebra Lancang Kuning 2020 ke Penumpang Transmetro
- Saksi Dugaan Korupsi di BUMD, Sekda Pelallawan Diperiksa Jaksa
- Berita dan Video,
Pemotor Asal Rohil Nekad Angkut 19 KG Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi

- Forkompimda Musnahkan 1 Kg Sabu dan 47 Ekstasi Sitaan Polres Inhil
- Tertabrak Mobil Operasional Subkon Chevron, Istri dan Anak Eks Kades Bumbung, Bengkalis Tewas
- Edar 16 Kg Sabu, Kompol IZZ Ditembak dan Bakal Dipecat
- Polda Riau Ungkap 36 Kg Sabu dan Amankan 5 Tersangka
- Jambret Handphone Mahasiswi, Pemuda di Rohul Diciduk Polisi
- Modus Maling Ternak di Kuansing Jinakan Target Pakai Bius
- Berita dan Video,
Dua Bandar Narkoba Diringkus Polisi di Tengah Jalan Soetta Pekanbaru

- Polda Riau Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Tipikor Dana Covid-19 Diskes Pekanbaru
- Berita dan Video,
Kebakaran Hebat Terjadi di Palika Rohil

- Kejari Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi di Disdik Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com