Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Oktober 2020 18:56
Selama Pandemi Transaksi QRIS Mandiri Syariah Naik 16 Persen

Ahad, 25 Oktober 2020 18:51
Hari Ini, 15 Pasien Positif Corona di Kuanisng dan 6 Sembuh

Ahad, 25 Oktober 2020 18:44
Undian Pemenang Shop and Win Periode XI,
Warga Jalan Riau Pekanbaru Kegirangan Dapat Hadiah Mobil dari Mal SKA


Ahad, 25 Oktober 2020 17:42
Pasien Covid-19 Sembuh Hari Ini Lebih Banyak Dibanding Positif

Ahad, 25 Oktober 2020 15:58
Tingkatkan Imun di Masa Pandemi, Warga Tengkerang Timur Rutin Senam Bersama

Ahad, 25 Oktober 2020 15:54
Jika AMAN Menang Pilkada Bengkalis, Warga Semunai Nantikan Program S1 Gratis

Ahad, 25 Oktober 2020 14:18
Petani Aren di Kaiti Rohul Kesulitan Pemasaran dan Perlu Pembinaan

Ahad, 25 Oktober 2020 13:13
Ketua DPRD Inhil Bersama Personil TNI-Polri dan Masyarakat, Kembali Goro Gali Parit

Ahad, 25 Oktober 2020 13:10
Ornamen Melayu Hilang, Kini Jalan Layang Sekedar Dicat Tiga Warna

Ahad, 25 Oktober 2020 13:07
Buka Jalan Secara Goro, Camat Mandau Komit Perhatikan Warganya


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 September 2020 11:08
Korban Kecewa, Polda Riau Rubah DPO Penipuan Rp40 Miliar jadi Wajib Lapor

Pasutri terlapor penipuan Rp40 miliar jadi buron sejak 2015, namun saat muncul justru Polda Riau merubah statusnya jadi wajib lapor.

Riauterkini - PEKANBARU - Pasangan suami istri yakni HW dan SY dilaporkan Suyanto alias Ayang dalam dugaan penipuan senilai Rp 40 miliar ke Polda Riau. Namun laporan LP/303NII/2015/SPKT/RIAU tertanggal 24 Juli 2015 lalu itu terdapat berbagai kejanggalan.

Tim Advokat Firma Hukum Semua Orang (FHSO) yang merupakan penasehat hukum Suyanto diwakili Suharmansyah mengatakan Pada 05 November 2015, Ditreskrimum Polda Riau yang menangani kasus itu telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap keduanya. Bahkan pada 23 November 2015 pihak kepolisian juga kembali mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap keduanya yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun sejak saat itu kasus ini justru seperti jalan ditempat. Alih-alih menangkap pelaku, pihak kepolisian justru merubah status DPO menjadi wajib Iapor.

" Untuk itu kita pertanyakan profesionalisme aparat penegak hukum dalam hal ini Ditreskrimum Polda Riau dalam menangani perkara ini," terangnya Rabu (30/09/20).

"Bagaimana mungkin seorang yang telah diberikan surat perintah penangkapan dan telah kabur kurang Iebih dalam waktu 5 tahun kemudian setelah muncul hanya dikenakan wajib Iapor," tambahnya.

FHSO meminta kepada pihak penyidik yang menangani perkara itu segera menahan kedua tersangka tersebut karena telah nyata tidak memiliki itikad baik dengan cara menghilangkan diri selama 5 tahun proses penanganan perkara pidana itu. Hal ini tentu menghambat semua proses penyidikan yang telah berjalan.

"Kita meminta tersangka ditahan kalau tidak ditahan juga kita akan melaporkan hal ini ke Mabes Polri," tegasnya.

Katanya, penahanan terhadap tersangka tidak lain untuk melancarkan proses hukum. Di samping itu, untuk mengantisipasi kemungkinan tersangka menghilangkan barang bukti, apalagi melarikan diri.

"Kita juga minta petugas menolak terhadap semua upaya penangguhan penahanan yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut, demi transparansi dan profesionalisme penanganan perkara bagi pihak Penegak Hukum," tandasnya.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Edar 16 Kg Sabu, Kompol IZZ Ditembak dan Bakal Dipecat
- Polda Riau Ungkap 36 Kg Sabu dan Amankan 5 Tersangka
- Jambret Handphone Mahasiswi, Pemuda di Rohul Diciduk Polisi
- Modus Maling Ternak di Kuansing Jinakan Target Pakai Bius
- Berita dan Video,
Dua Bandar Narkoba Diringkus Polisi di Tengah Jalan Soetta Pekanbaru

- Polda Riau Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Tipikor Dana Covid-19 Diskes Pekanbaru
- Berita dan Video,
Kebakaran Hebat Terjadi di Palika Rohil

- Kejari Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi di Disdik Kuansing
- Digugat Calon BPD, Bupati Kuansing Menang di PTUN
- Wartawan dan LSM Bersatu Geruduk Kantor ATR/BPN Kantah Kabupaten Rokan Hulu
- Edar Sabu, Pria 60 Tahun Asal Rupat, Bengkalis Dijebloskan ke Penjara
- Kapolres Inhil Pimpin Penggagalan Pengiriman 50 Kg Sabu di Kerintang
- Jawab Replik dari Jaksa Penuntut, Begini Isi Duplik Dari Amrik Mukminin Selaku Terdakwa Dugaan Tipikor
- Warga XIII Koto Kampar Hanyut Saat Cari Ikan
- Tuntut Penuntasan Kasus Korupsi, LAR Demo Kejari Pelalawan
- Buronan Kasus Korupsi Asal Maluku Ditangkap Jaksa di Pekanbaru.
- Edar Sabu, Seorang Kakek Ditangkap Polres Pelalawan
- Gelapkan Sepeda Motor Teman, Pria Pengangguran di Rohul ini Dipolisikan
- Polres Inhil Ringkus Lagi Pelaku Narkoba di Kateman
- Polres Kampar Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com