Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 21 Oktober 2020 16:32
Secara Virtual, Agung Toyota Luncurkan New Kijang Innova dan New Fortuner

Rabu, 21 Oktober 2020 16:24
Hari Ini, 11 Penambahan Pasien Positif Corona di Kuansing

Rabu, 21 Oktober 2020 16:05
Diresmikan Pjs Bupati Rohul,
Ponpes Daarul Quran Darussalam Punya Green House Agrowisata Organik Dibantu BI


Rabu, 21 Oktober 2020 16:03
Talkshow Riauter Channel,
Cegah Libur Panjang jadi Klaster Penyeberan Corona


Rabu, 21 Oktober 2020 15:57
Buronan Kasus Korupsi Asal Maluku Ditangkap Jaksa di Pekanbaru.

Rabu, 21 Oktober 2020 14:44
Dampak Covid-19, Program Pembangunan Jalan Desa di Rohul Kena Pangkas

Rabu, 21 Oktober 2020 13:39
Edar Sabu, Seorang Kakek Ditangkap Polres Pelalawan

Rabu, 21 Oktober 2020 12:59
Distanak Pekanbaru Punya Strategi Hadapi Rawan Pangan Saat Pandemi Corona

Rabu, 21 Oktober 2020 12:54
Dandim 0314 Inhil Bagi Sembako untuk Korban Kebakaran di Tembilahan Hulu

Rabu, 21 Oktober 2020 12:45
Pendemi Covid 19, Warga Pekanbaru Sulap Halaman Rumah Jadi Kebun Bunga dan Buah-buahan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 15 Oktober 2020 16:22
Diduga Korupsi Dana Covid-19, Diskes Pekanbaru Dilaporkan ke Polda

Diskes Pekanbaru dilaporkan telah melakukan manipulasi data diduga untuk menapatkan dana covid-19. Keluarga pasien yang dirugikan melaporkan ke Polda Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Sehari dilaporkan atas dugaan memanipulasi data pasien ke Ditreskrimum Polda Riau, Dinas Kesehatan Riau kembali di laporkan pihak keluarga almarhumah Ny W ke Ditreskimsus Polda Riau. Hal ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dana anggaran covid-19, Kamis (15/10/20).

Kuasa Hukum Keluarga Almarhumah Ny W, Suroto menjelaskan laporan ini sebelumnya telah diupayakan dilaporkan bersamaan dengan pelaporan dugaan manipulasi data pasien di Ditreskrimum Polda Riau kemarin, Rabu (14/10/20). Namun, saat itu laporan tidak bisa dilakukan secara bersamaan.

"Hari ini kita laporkan Dinas Kesehatan Pekanbaru atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran dana covid-19," terangnya bersama perwakilan Keluarga Ny W, Zulkardi.

Langkah ini dilakukan agar permasalahan covid-19 di Pekanbaru menimbulkan titik terang. Apalagi sebelumnya, Dinas Kesehatan Pekanbaru diduga melakukan kesalahan dalam mengeluarkan kesalahan data dimana Ny W masuk dalam daftar pasien meninggal dengan terkonfirmasi positif covid-19. Padahal dari hasil swab pasien negatif covid-19.

"Harapannya agar supaya cepat diproses dan terang benderan kenapa ada kesalahan data, apakah itu disengaja atau tidak," bebernya.

Ia juga mengatakan, saat ini tidak mengetahui apakah data yang dipakai Dinas Kesehatan Pekanbaru bersumber dari rumah sakit atau tidak. Sehingga terjadi kesalahan data tersebut.

"Kita akan mengawal proses hukum tersebut hingga selesai," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, almarhumah Ny W kala itu dibawa ke rumah sakit oleh keluarga karena sakit dan tak sadarkan diri. Sesampainya di RS Ibnu Sina almarhumah diperiksa dan divonis mengalami gagal ginjal. Sedangkan saat diperiksa paru- parunya bersih dari gejala Covid-19.

Dengan diagnosa itu almarhumah diharuskan untuk melakukan pencucian darah. Namun upaya itu gagal dilakukan karena darah pasien telah menggumpal sehingga menganggu sejumlah organ lainnya, termasuk paru-paru.

Selanjutnya, petugas medis kembali melakukan pemeriksaan paru-paru pasien dan ditemukan bercak sehingga pasien dipindahkan untuk dirawat di ruang isolasi dan dilakukan uji swab karena ada indikasi covid-19.

Upaya cuci darah dilakukan kembali namun kala itu pasien koma dan nahas pasien menghembuskan nafas terakhirnya kala itu. Namun sebelum meninggal dunia, hasil swab pertama keluar dengan hasil negatif. Sehingga keluarga meminta almarhum di bawa pulang dan makamkan secara normal. Namun permintaan keluarga itu tidak mendapat izin dari pihak RS dengan alasan swab kedua belum keluar hasilnya.

Namun karena hasil swab kedua tak kunjung keluar, maka pihak keluarga mengikhlaskan pasien dimakamkan sesuai dengan protokol covid-19. Tak lama hasil swab kedua pun keluar dengan hasil negatif.

Namun, pada 30 September 2020, keluarga pasien mendapatkan laporan bahwa pasien masuk dalam daftar pasien covid-19 yang meninggal dunia dengan umur 62 tahun, padahal umur pasien 66 tahun. Keluarga juga menemukan kejanggalan lain yakni pasien dinyatakan meninggal pada 26 Septermber 2020 oleh Diskes Pekanbaru, padahal meninggal pada 28 September. Bahkan diberitakan meninggal tanggal 30 oleh media gugus tugas covid-19.

Keluarga juga telah mengkonfirmasi hal ini pada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, rumah sakit. Dan hasilnya pasien memang masuk dalam daftar pasien covid-19 yang meninggal dunia.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Buronan Kasus Korupsi Asal Maluku Ditangkap Jaksa di Pekanbaru.
- Edar Sabu, Seorang Kakek Ditangkap Polres Pelalawan
- Gelapkan Sepeda Motor Teman, Pria Pengangguran di Rohul ini Dipolisikan
- Polres Inhil Ringkus Lagi Pelaku Narkoba di Kateman
- Polres Kampar Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni
- Polres Kampar Tengah Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni
- Jenguk Anak Sakit, Rumah Warga Aliantan Dibobol Maling
- Polda Riau Panggil Calon Wabup Bengkalis Terkait Dugaan Perambahan Hutan
- KPP Pratama Bengkalis Sita Aset Penunggak Pajak
- Lima Mobil dan Bengkel Ekspedisi Tunas Harapan Pekanbaru Ludes Terbakar
- Kabel PT. CPI di Duri, Bengkalis Bernilai Miliaran Digondol Maling
- Diduga Cabuli Bocah 15 Tahun Tiga Kali, Pemuda di Bonai Darussalam Dipolisikan
- Polisi Rohil Dianiaya di Kedai Tuak
- Ditenangkan Saat Kalap di Kedai Tuak, Petani di Rohil Malah Aniaya Polisi
- BeAT Versus KLX di Kota Lama, Seorang Pelajar Meninggal dan Dua Lainnya Terluka
- Polres Inhil Kembali Ringkus 2 Tersangka Narkoba
- Diajak Jalan-jalan, Gadis di Tambusai Malah Diperkosa di Tribun Lapangan Bola
- 13 Ruangan SMPN 1 Rambah Ludes Terbakar, Kepsek Melapor ke Polisi
- Laporkan Temuan Penyalahgunaan Beras PKH, Dua PNS Pelalawan Malah Jadi Tersangka Pilkada
- Dua Pengedar Antar Provinsi Diringkus Polisi Rohul, 1,2 Kg Ganja Disita


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com