Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 Nopember 2020 05:57
Bubarkan Paksa Deklarasi Tolak Rizieq Shihab, Ketua FPI Pekanbaru Ditetapkan Jadi Tersangka

Rabu, 25 Nopember 2020 05:47
Innalillahi Wainnalilahi Rojiun, Cawako Dumai Eko Suharjo Wafat

Selasa, 24 Nopember 2020 19:46
Terima vonis Amril Mukminim, Jaksa Banding Istrinya Dinyatakan tak Terlibat

Selasa, 24 Nopember 2020 18:45
Hari Ini, Pasien Covid-19 di Riau Bertambah 138 Kasus

Selasa, 24 Nopember 2020 18:01
Positif Tidak Ada, 6 Pasien Covid-19 Kuansing Sembuh

Selasa, 24 Nopember 2020 17:42
Pilkada Kuansing, Kelompok Tani Pangean Nyatakan Dukungan untuk Pasangan BERMITRA 

Selasa, 24 Nopember 2020 17:09
Pilkada Bengkalis, Bawaslu Minta KPU Lakukan Perbaikan DPT

Selasa, 24 Nopember 2020 16:38
Rektor UIN Suska Pekanbaru Dipecat

Selasa, 24 Nopember 2020 15:25
Berbincang Ekonomi Syariah, Anak Wapres Silaturahim ke LAMR

Selasa, 24 Nopember 2020 14:36
Pengelola BUMDes se Riau diminta Tingkatkan Wawasan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 24 Oktober 2020 18:59
Edar 16 Kg Sabu, Kompol IZZ Ditembak dan Bakal Dipecat

Kapolda Riau sebut Kompol IZZ adalah penghianat bangsa dengan jaringan narkoba. Ia dibekuk dengan tembakan dan bakal dipecat.

Riauterkini - PEKANBARU - Oknum polisi berinisial IZZ dan diketahui merupakan Perwira berpangkat Kompol dibekuk Polda Riau lantaran, terlibat dalam jaringan Narkoba. Tak tanggung-tanggung dari tangan dan rekannya HW polisi berhasil menyita 16 kilogram narkotika jenis sabu.

Keduanya di tangkap di ruas jalan Soekarno-hatta Pekanbaru, Jumat (23/10/20) malam tadi oleh tim Ditresnarkoba Polda Riau. Ia juga dihadiahi timah panas lantaran mencoba melarikan diri saat hendak diamankan petugas.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy dalam konferensi persnya, Sabtu (24/10/20) di halaman Mapolda Riau menyatakan bahwa IZZ adalah penghianat bangsa. Untuk itu, ia tak segan-segan untuk memecat oknum polisi yang diketahui berumur 53 tahun itu.

"Kemarin dia mungkin anggota, tapi hari ini tidak. Makanya saya hanya menyebut nama tidak pangkatnya, karena dia sudah tidak punya pangkat," ujarnya.

Ia memastikan proses hukum bagi yang bersangkutan baik hukuman internal maupun hukum pidananya akan diproses.

“Saya berharap Hakim akan memutuskan hukuman yang layak para pengkhianat bangsa ini," harapnya.

Saat ini, dijelaskan Agung pihaknya juga tengah memburu Heri yang diduga pemilik barang haram seberat 16 kilogram itu. Ia bahkan tak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkan dedengkot narkoba itu.

Untuk itu, ia dengan tegas meminta Heri untuk menyerahkan diri. "Saya tau pasti mereka mendengar konferensi pers ini. Untuk itu, saya sarankan far Heri menyerahkan diri," ujarnya.

Seperti diketahui, kedua pelaku itu ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Kota Pekanbaru pada Jumat (23/10) sore sekitar jam 16.00 wib. Petugas lantas melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan mobil mencurigakan sekitar pukul 19.00 wib.

Mobil tersebut berjenis Opel Blazer warna hitam yang didalamnya terdapat dua orang yang ditengarai membawa narkoba. Petugas lantas mencoba menghentikan mobil berplat nomor BM 1306 VW. Namun pengendara justru mencoba kabur dan memacu mobilnya lebih kencang.

"Kita lakukan tindakan tegas dengan menembak ban mobilnya, namun pengemudi belum mau berhenti. Terpaksa kita berikan peringatan dengan mengarahkan tembakan ke pada dua orang yang ada dalam mobil," bebernya.

Akhirnya setelah menabrak pengendara motor dan mobil petugas, pelaku yang diketahui berjumlah dua orang itu berhasil diringkus di jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru.

" Dari keterangannya, HW ditelpon oleh seorang bernama HR (DPO) untuk mengambil sabu di jalan Parit Indah Pekanbaru. Kemudian tersangka HW menghubungi IZ dan sepakat menjemput barang haram itu di jalan Parit Indah," paparnya.

Dari kedua tersangka, tim mengamankan Barang bukti berupa 16 bungkus besar yang berisikan Narkotika jenis Sabu dan 2 tas ransel warna Hitam dan Coklat, 1 unit Mobil jenis Opel Blazer warna Hitam BM 1306 VW serta 2 Handphone dengan rincian Iphone warna Silver dan Samsung android warna hitam.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun. *(Arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Bubarkan Paksa Deklarasi Tolak Rizieq Shihab, Ketua FPI Pekanbaru Ditetapkan Jadi Tersangka
- Terima vonis Amril Mukminim, Jaksa Banding Istrinya Dinyatakan tak Terlibat
- Tertangkap Cctv Mencuri, Residivis Diamankan Warga
- Kambuh Edar Sabu, Residivis Diringkus Polres Bengkalis
- Jaksa Dibacok Mantan Suami dari Istrinya, Pelaku Diburu Polisi Rohul
- Ungkap Kasus Narkoba, Pemkab Apresiasi Personil Polres Inhil Berprestasi
- Polres Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pembalakan Liar
- Diduga Terima Tamu Bukan Suami Istri, Kasatpol PP Pekanbaru Ingatkan Pengusaha Penginapan
- Tanggapi Aksi Amuk Riau,
KPK Tak Segan Tetapkan Tersangka Sepanjang Ada Bukti

- Hendak Dikirim ke Sulsel, Petugas Bandara SSK II Temukan 6.594 Butir Ekstasi
- Polisi Tahan Dua dari Enam Pelaku Perusakan dan Ancaman Pekerja Tol PKU-Padang
- Kebakaran 4 Kios di Jalan Tuah Karya Pekanbaru Ditaksir Picu Kerugian Rp400 Juta
- Dua Jurtul Togel di Desa Kabun Diciduk Polisi Rohul
- Dua Bandar Narkoba Ditangkap Aparat Polres Inhil di Dua Kecamatan
- Berita dan Video,
Tiga Kios di Jalan Kualu Diamuk Si Jago Merah

- Minta Proyek Bernada Ancaman, 6 Orang Mengaku Anggota SPSI Diringkus Polda Riau
- Kapolres Rohul Cek Kesiapan Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020
- Besok, Mantan Wabup Bengkalis Diadili
- Polsek Tambusai Utara Sita Meja Judi Game Ikan-ikan di Desa Bangun Jaya
- Dugaan Korupsi Proyek DIC Bengkalis,
Kontraktor Penyedia Bahan Sebut Jaksa "Salah Alamat"



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com