Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 1 Agustus 2021 21:13
Perpanjangan PPKM, Riau Tunggu Aturan Resmi Pemerintah Pusat

Ahad, 1 Agustus 2021 21:04
KPBD Inhu Berhasil Padamkan Karhutla di Lima Lokasi Berbeda

Ahad, 1 Agustus 2021 20:12
Kasus Positif Covid-19 di Riau Masih Diatas Seribu Orang

Ahad, 1 Agustus 2021 19:18
Terjerat, BBKSDA Evakuasi Beruang Madu di Inhu

Ahad, 1 Agustus 2021 16:16
2 Hasil Swab Reaktif, 18 Orang Terjaring Operasi PPKM di Kuansing

Ahad, 1 Agustus 2021 15:13
Covid-19 di Bengkalis Tembus 6.411 Kasus, Meninggal Dunia 231 Kasus

Ahad, 1 Agustus 2021 13:05
Menyimak Agenda DPRD Riau di Akhir Juli 2021

Ahad, 1 Agustus 2021 12:55
Menuju Sekolah Favorit, Sekolah Tunas Bangsa Pekanbaru Giat Berbenah

Ahad, 1 Agustus 2021 10:05
Pasien Positif di Kuansing Bertambah 51, Sembuh 7 dan Meninggal 7

Sabtu, 31 Juli 2021 21:27
Aklamasi, Afrizal Sintong Jadi Ketua DPD II Parta Golkar Rohil


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 Nopember 2020 09:31
Dugaan Korupsi Proyek DIC Bengkalis,
Kontraktor Penyedia Bahan Sebut Jaksa "Salah Alamat"


Usai menjalani pemeriksaan sekitar enam jam terkait dugaan korupsi Proyek DIC, kontraktor penyedia bahan menyebutkan Tim Penyidik Kejari Bengkalis "salah alamat".

Riauterkini-BENGKALIS- Hendri alias Along selaku pelaksana teknis lapangan proyek Duri Islamic Center (DIC), Kabupaten Bengkalis menjalani pemeriksaan secara intensif oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Selasa (17/11/20).

Pemeriksaan tersebut menyusul dugaan terjadinya tindak pidana korupsi Proyek DIC yang merugikan daerah sebesar Rp1,8 miliar dari nilai kontrak pembangunan proyek itu senilai Rp38 miliar lebih pada tahun anggaran 2019 lalu.

Hendri alias Along mengenakan baju batik motif didominasi warna merah dan celana panjang hitam diperiksa Penyidik dari sekitar pukul 11.00 WIB dan keluar sekitar pukul 16.00 WIB atau kurang lebih enam jam di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari, Jalan Pertanian.

Ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan, pria yang akrab disapa Along ini mengaku menerima tujuh pertanyaan dari Penyidik terkait proyek DIC tersebut.

Along juga menjelaskan bahwa keterkaitan proyek itu, dirinya hanya sebagai pelaksana penyedia material. Dia menilai, pemeriksaan yang dilakukan Penyidik terhadap dirinya merupakan "salah alamat".

"Saya menilai penyidik "salah alamat" telah memeriksa saya, karena dalam proyek itu, saya hanya sebagai pelaksana bidang pengadaan material. Coba tanyakan saja ke Penyidik-nya," tantang Along.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Bengkalis terus mendalami adanya dugaan tindak pidana korupsi pembangunan DIC yang bergulir pada tahun 2019 lalu.

Total pembangunan mega proyek tersebut dikucurkan anggaran APBD pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan total anggaran Rp38 miliar dan dihitung selesai 100 persen serta telah dibayarkan seluruhnya ke rekanan.

Namun, berdasarkan dari audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pembangunan DIC ini ditemukan kerugian negara sekitar Rp1,8 miliar karena diduga adanya kelebihan bayar.

"BPK menilai proyek itu belum selesai sehingga terjadi kelebihan bayar sebesar Rp1,8 miliar. Kelebihan bayar ini baru dikembalikan rekanan Rp800 juta, sisanya sebesar Rp1 miliar yang belum," ungkap Kepala Kejari Bengkalis Nanik Kushartanti, S.H, M.H melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Jufrizal, S.H beberapa waktu lalu.***(dik)

Foto : Hendri alias Along, Kontraktor Penyedia Bahan Proyek DIC

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Belum Penuhi Komitmen Terkait Adat, LAM Riau Somasi Pertamina
- Razman A Nasution Duga Ada Bujuk Rayu Hingga Kasus H Pertama Akan Dihentikan
- Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis
- Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh
- Perempuan Mengapung di Pantai Pasir Andam Dewi Bengkalis Meninggal Dunia
- Geger, Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Taman Pasir Andam Dewi Bengkalis
- Teman Berujung Aib, Gadis 13 Tahun di Bengkalis Korban Pencabulan
- Maling Tabung Gas di Bengkalis Menyerah di Tangan Warga
- Satu Unit Rumah Terbakar di Jao Kuansing
- Polda Riau Musnahkan 145,58 Kilogram Sabu
- Cari Uang Belanja, Warga Rupat Utara Obrak-abrik Kotak Infak Masjid
- Perkara Korupsi Bappeda Siak, Mantan Sekda Riau Divonis 3 Tahun Penjara
- Naudzubillah! Istri Kerja di Pekanbaru, Ayah di Bengkalis Gagahi Anak Kandung
- Pacari Gadis 14 Tahun Sejak 2019, Kakek di Rohul ini Dilaporkan ke Polisi
- Kebakaran di Delima 11, Pekanbaru Diduga Akibat Hubungan Arus Pendek
- 6 Bangunan di Jalan Delima Pekanbaru Terbakar
- Sat-Narkoba Polres Inhil Ringkus Dua Tersangka Narkoba di Tembilahan Hulu
- Diduga Tilap Anggaran, Ketua PABBSI Bengkalis Dora Yandra Ditetapkan sebagai Tersangka
- Polres Bengkalis Ringkus "Pemain" Ganja Kering
- Pengedar Sabu Antar Desa di Bengkalis Diringkus Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com