Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 5 Desember 2020 19:00
Jumlah Pasien Sehat Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Positif

Sabtu, 5 Desember 2020 15:28
Pasien Positif Covid-19 di Kuansing Hari ini Kembali Nihil

Sabtu, 5 Desember 2020 15:27
Ibunda Pj. Bupati Tutup Usia, Dandim 0303/Bengkalis Sampaikan Belasungkawa

Sabtu, 5 Desember 2020 15:06
Pilkada, Bawaslu Bengkalis Ingatkan Paslon Patuhi Aturan

Sabtu, 5 Desember 2020 14:51
726 Lulusan Umri Diwisuda, Acrom Casani Tampil sebagai Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 5 Desember 2020 13:25
Optimis Menangi Pilkada Pelalawan, Tim HT Fokus Kawal Pencoblosan 9 Desember

Sabtu, 5 Desember 2020 12:44
Polres Inhil Gelar Pengamanan Perlintasan Persepeda di Tembilahan

Sabtu, 5 Desember 2020 12:41
Kabur ke Sumbar, Polda Riau Tangkap Pelaku Penganiaya Guru Ngaji Pesantren TDM

Sabtu, 5 Desember 2020 10:24
Utusan Riau Juara III Seleksi Abdiyasa Teladan Tingkat Nasional

Sabtu, 5 Desember 2020 08:12
Merasa Difitnah, Hendri Along Bersiap Lapor ke Polisi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 Nopember 2020 09:31
Dugaan Korupsi Proyek DIC Bengkalis,
Kontraktor Penyedia Bahan Sebut Jaksa "Salah Alamat"


Usai menjalani pemeriksaan sekitar enam jam terkait dugaan korupsi Proyek DIC, kontraktor penyedia bahan menyebutkan Tim Penyidik Kejari Bengkalis "salah alamat".

Riauterkini-BENGKALIS- Hendri alias Along selaku pelaksana teknis lapangan proyek Duri Islamic Center (DIC), Kabupaten Bengkalis menjalani pemeriksaan secara intensif oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Selasa (17/11/20).

Pemeriksaan tersebut menyusul dugaan terjadinya tindak pidana korupsi Proyek DIC yang merugikan daerah sebesar Rp1,8 miliar dari nilai kontrak pembangunan proyek itu senilai Rp38 miliar lebih pada tahun anggaran 2019 lalu.

Hendri alias Along mengenakan baju batik motif didominasi warna merah dan celana panjang hitam diperiksa Penyidik dari sekitar pukul 11.00 WIB dan keluar sekitar pukul 16.00 WIB atau kurang lebih enam jam di ruang Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari, Jalan Pertanian.

Ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan, pria yang akrab disapa Along ini mengaku menerima tujuh pertanyaan dari Penyidik terkait proyek DIC tersebut.

Along juga menjelaskan bahwa keterkaitan proyek itu, dirinya hanya sebagai pelaksana penyedia material. Dia menilai, pemeriksaan yang dilakukan Penyidik terhadap dirinya merupakan "salah alamat".

"Saya menilai penyidik "salah alamat" telah memeriksa saya, karena dalam proyek itu, saya hanya sebagai pelaksana bidang pengadaan material. Coba tanyakan saja ke Penyidik-nya," tantang Along.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Bengkalis terus mendalami adanya dugaan tindak pidana korupsi pembangunan DIC yang bergulir pada tahun 2019 lalu.

Total pembangunan mega proyek tersebut dikucurkan anggaran APBD pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan total anggaran Rp38 miliar dan dihitung selesai 100 persen serta telah dibayarkan seluruhnya ke rekanan.

Namun, berdasarkan dari audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pembangunan DIC ini ditemukan kerugian negara sekitar Rp1,8 miliar karena diduga adanya kelebihan bayar.

"BPK menilai proyek itu belum selesai sehingga terjadi kelebihan bayar sebesar Rp1,8 miliar. Kelebihan bayar ini baru dikembalikan rekanan Rp800 juta, sisanya sebesar Rp1 miliar yang belum," ungkap Kepala Kejari Bengkalis Nanik Kushartanti, S.H, M.H melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Jufrizal, S.H beberapa waktu lalu.***(dik)

Foto : Hendri alias Along, Kontraktor Penyedia Bahan Proyek DIC

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Inhil Gelar Pengamanan Perlintasan Persepeda di Tembilahan
- Kabur ke Sumbar, Polda Riau Tangkap Pelaku Penganiaya Guru Ngaji Pesantren TDM
- Merasa Difitnah, Hendri Along Bersiap Lapor ke Polisi
- Diduga Ungkapan SARA, Timses AMAN Diperiksa Polda Riau
- Dugaan Gratifikasi, Bupati Kepulauan Meranti Dilaporkan ke KPK
- Tersangka Pidana Pilkada, Besok Berkas Simon Siahaan Dilimpahkan Kejari Pelalawan
- BB 2 Kasus Narkoba,
Polres Inhil Musnahkan Sejumlah Narkoba Berbagai Jenis

- Polda-Abujapi Riau Gelar Sosialisasi Perpol nomor 4/2020
- Bacok Petani di Kaiti, Warga Menaming Ditangkap Polisi Rohul
- Berita dan Video,
Polres Bengkalis Ringkus Lima Sindikat Pengedar Sabu

- BNNP Riau Bekuk Pengirim 6.594 Butir Ekstasi Lewat Jasa Ekspedisi
- Abaikan Peringatan Bawaslu, ASN Pelalawan Divonis 4 Bulan Penjara
- Rugikan Seorang Janda Hingga Ratusan Juta,
WN Nigeria dan 4 WNI Pelaku Penipuan Online di Inhil Diringkus Polisi

- Berita dan Video,
Cetak Upal untuk Beli Sabu, Dua Pelaku Diringkus Polres Bengkalis

- Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Illegal Hasil Penindakan Senilai 18.7 Miliar
- Terima vonis Amril Mukminim, Jaksa Banding Istrinya Dinyatakan tak Terlibat
- Kambuh Edar Sabu, Residivis Diringkus Polres Bengkalis
- Jaksa Dibacok Mantan Suami dari Istrinya, Pelaku Diburu Polisi Rohul
- Ungkap Kasus Narkoba, Pemkab Apresiasi Personil Polres Inhil Berprestasi
- Polres Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pembalakan Liar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com