Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Januari 2021 11:04
Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo Positif Covid-19

Jum’at, 22 Januari 2021 21:13
Rangkaian HPN, 10 Desa Direncanakan Terima PWI Inhil Award 2021

Jum’at, 22 Januari 2021 20:29
BB Chip Judi High Domino Hilang, Polres Meranti Indentifikasi Pelaku

Jum’at, 22 Januari 2021 19:33
1 Sembuh, Penambahan Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Tidak Ada

Jum’at, 22 Januari 2021 19:27
Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Terkonfirmasi

Jum’at, 22 Januari 2021 17:35
Pemkab Inhil Terima Bantuan CSR PT. Bank Riau Kepri

Jum’at, 22 Januari 2021 17:22
1 Dasawarsa, Penduduk Riau Nambah 855.720 Jiwa

Jum’at, 22 Januari 2021 16:30
Polda Riau Pertimbangkan Panggil Wako Firdaus Dalam Kasus Sampah

Jum’at, 22 Januari 2021 16:24
Wagub Ingin PKS Sejalan Wujudkan Riau Lebih Baik

Jum’at, 22 Januari 2021 14:02
Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Januari 2021 16:33
Peras Korban Pakai Video Call Seks, Warga Jambi Dibekuk Polda Riau

Seorang warga Jambi ditangkap Polda Riau. Ia memeras dengan modus mengancam menyebarkan video call seks korban.

Riauterkini - PEKANBARU - Pemuda asal Sarolangun, Jambi, Ahmad Tantowi (24) kini harus berurusan dengan Ditreskrimsus Polda Riau. Ia ditangkap lantaran melakukan pemerasan menggunakan video call seks kepada RS yang merupakan warga Pekanbaru.

Pelaku berhasil diringkus petugas pada Rabu (07/01/21) sekitar pukul 17.30 wib di desanya Pemusiran Mandi Angin yang terletak di Sarolangun Jambi.

"Pelaku ditangkap atas penyebaran konten asusila dan atau pemerasan," terang Direktur Ditreskrimsus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadi, Senin (11/01/21).

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya itu. Dimana AT melakukan pemerasan menggunakan sebuah akun media sosial palsu dengan profil perempuan tanpa busana.

"Pelaku mengambil foto perempuan tersebut dari internet," jelasnya.

Cerita Andri, setelah membuat akun palsu tersebut, Ia lantas mencari korban secara acak dengan melakukan chatting terlebih dahulu. Modusnya agar korban mau melakukan video call seks. Sementara sebelumnya, pelaku juga telah menyiapkan video porno di salah satu handpone lainnya.

"Pelaku disini menggunakan dua handphone. Handphone pertama untuk melakukan video call dan handphone yang kedua untuk memutar video porno yang kemudian di arahkan ke kamera handphone pertama," tuturnya.

Setelah mendapatkan korban dan mau diajak video call, pelaku lantas merekam layar secara bersamaan. Video tersebutlah digunakan pelaku untuk mengancam korban dan meminta kiriman pulsa dan sejumlah uang.

Jika tak diberi maka pelaku mengancam akan menyebar luaskan video tadi. "Pelaku mengancam akan menyebarkan ke facebook korban," kata Andri.

Dalam kasus ini, korban RS sempat mengirimkan uang sebanyak Rp7 juta. Kemudian, pelaku kembali meminta mengirimkan uang sebesar Rp13 juta. Merasa diperas, korban kemudian melaporkan ke Polda Riau pada Selasa (29/12/20) lalu.

Selain pelaku, petugas juga berhasil menyita 2 buah handphone, 1 buku tabungan BRI, ATM dan KTP milik pelaku. Atas perbuatanya, pelaku diancam UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.***(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- BB Chip Judi High Domino Hilang, Polres Meranti Indentifikasi Pelaku
- Polda Riau Pertimbangkan Panggil Wako Firdaus Dalam Kasus Sampah
- Tersingung Dipanggil "Ganteng", Perantau Asal Sumut Bunuh Sesama Perantau di Siak
- Sedang Merekap Angka, Diduga Jurtul Togel Ditangkap Polsek Ujung Batu
- Barang Bukti Polres Meranti, Chip Tersangka Judi Higgs Domino Hilang 7 Billion
- Sejak 2015, Kebun Sawit Ilegal Tak Tersentuh Hukum
- Minta Segera Tetapkan Indra Gunawan Eet Sebagai Tersangka, AMMK Geruduk Kejati Riau
- Terduga Pengedar Sabu di Desa Tali Kumain Ditangkap Polisi Rohul di Kebun Sawit
- Jurtul Togel di Bangun Purba Diciduk Polsek Rambah Saat Merekap Nomor di Warung
- H Permata dan Anak Buah Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Kepala BC Tembilahan
- Dituntut 54 Bulan Penjara, Terdakwa Pelanggar Pilkada Inhu Dibebaskan Hakim PN Rengat
- Satu Ditembak Polisi, 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Sepasang Kekasih di Pekanbaru Dibekuk
- Jalur Dua Muara Rumbai Rusak Lagi, Warga Rohul Desak PUPR Riau Segera Perbaiki
- Karyawan PT. IPB Desa Kota Intan Menemukan Benda Mirip Granat
- Geger, Diduga Warga Malaysia Ditemukan Tewas di Pantai Pulau Rupat, Bengkalis
- Selain H Permata, Dikabarkan 2 orang Anak Buahnya Juga Turut Ditembak Petugas BC
- Polre Meranti Amankan 3 Pelaku Saat Transaksi Chip "High Domino"
- Perkara Korupsi Disdikpora Kuansing Mulai Disidang Pekan Depan
- Pembagi Uang Jelang Pilkada Inhu Dituntut 4,5 Tahun Penjara
- Tewas Tertembak Petugas BC, Polda Riau Periksa 13 Saksi Kematian H Permata


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com