Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Mei 2021 08:28
FKIJK Riau Laksanakan Vaksin Covid-19

Rabu, 12 Mei 2021 08:12
Jelang Idul Fitri, DPW IKA UII Jogja Wilayah Riau Berbagi Sembako

Selasa, 11 Mei 2021 22:24
Berkah Ramadhan, Pengurus Kopertim Kecamatan Tambusai Buka Puasa Bersama

Selasa, 11 Mei 2021 20:47
Serentak, Delapan Pj Kades Dilantik Camat Seberida Inhu

Selasa, 11 Mei 2021 19:03
Jelang Idul Fitri, PGN Pastikan Progres Pembangunan Proyek Infrastruktur Gas Bumi Sesuai Jadwal

Selasa, 11 Mei 2021 17:13
Polsek Pangkalan Lesung Imbau Soal Prokes di Pasar

Selasa, 11 Mei 2021 17:05
Operasi Polsek Ukui dan Tim Yustisi Sasar Pusat Keramaian

Selasa, 11 Mei 2021 16:59
Tzu Chi dan PT PSPI–APP Sinar Mas Region Riau Berbagi di Bulan Ramadhan

Selasa, 11 Mei 2021 16:58
Polsek Bunut Pastikan Masyarakat Terapkan Prokes Saat Beraktivitas

Selasa, 11 Mei 2021 16:36
Polsek Kuala Kampar Kembali Gelar PPKM


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Januari 2021 17:36
Diduga Postingan Palsu, Kasat Reskrim Polres Rohul Mengaku tak ada Penyekapan

Polres Rohul mengaku tidak ada penyekapan perempuan di cafe milik Bakry Dayan di KM 4 Pasirpengaraian. Postingan Facebook tersebut diduga palsu.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Sebuah postingan Facebook perempuan inisial HW (21 tahun), dengan akun Tilly B dengan adiknya berisi pesan ia disekap di cafe milik Bakry Dayan, di Kilometer 4 Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), diduga palsu.

Dari penyelidikan polisi terungkap, HW yang merupakan perempuan asal Klumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) merasa tidak nyaman bekerja di cafe Bakry Dayan, diduga karena persaingan kerja.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, melalui Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Rainly L, mengatakan awalnya Kepolisian mendapat laporan dari masyarakat, diduga ada penyekapan perempuan berusia di bawah umur di cafe Putri Tunggal Bakry milik Bakry Dayan.

Pada chatingan tersebut, HW mengaku ke adiknya bahwa dirinya minta dijemput karena bila tidak di jemput akan dijual ke laki-laki hidung belang.

Mendapat informasi tersebut, kata AKP Rainly, Kepolisian segera menindaklanjuti. Tim gabungan dari Satreskrim, terdiri dari unit Opsnal Polres, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta beberapa personel dari Sabhara Polres Rokan Hulu langsung turun ke lokasi pada Sabtu 09 Januari sekira pukul 03.00 WIB.

Polisi sempat mengamankan HW, pemilik cafe Bakry, serta saksi yang memasukkan HW bekerja inisial Ff, serta sejumlah saksi lain termasuk kasir cafe, dan mereka dibawa ke Mapolres Rokan Hulu.

"Saat dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi terkait postingan chatting di Messanger Facebook dikatakan HW ke adiknya, ternyata tidak benar dan postingannya palsu. Karena sama sekali tidak ada penyekapan," ungkap AKP Rainly.

Perempuan yang mengaku berusia di bawah umur juga tidak benar, karena sudah berusia 21 tahun dan sudah berkeluarga di kampung halamannya.

Sedangkan postingan yang sempat menghebohkan karena mengaku disekap, dibuat HW agar pihak keluarga menjemputnya karena tidak mau bekerja lagi, karena ada perselisihan dengan rekan kerjanya.

"HW sudah mengakui chattingan yang dibuatnya mengaku disekap agar keluarganya mau menjemputnya pulang. Dirinya bekerja di cafe juga diakuinya atas kemauan sendiri dan tak ada paksaan dari pihak manapun," ungkap AKP Rainly.

"HW selama bekerja diperlakukan baik oleh pemilik cafe. HW bekerja di cafe Bakry meminta kerja ke rekannya (inisial Ff) yang sudah bekerja lama sebagai pelayan cafe milik Bakry," tambah Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu, masih didampingi Kanit PPA dan KBO Reskrim.

AKP Rainly menjelaskan ke penyidik HW takut berhenti bekerja di cafe Bakry sehingga dirinya membuat chatting di messengger Facebook dengan adiknya seolah-olah dirinya disekap.

"Jadi dari penyelidikan yang kita lakukan tidak ada penyekapan oleh pemilik cafe, termasuk ada informasi HW dijual. Kepada pemilik cafe saat ini di terapkan agar wajib lapor dua kali seminggu," kata Kasat Reskrim.

"Kesimpulannya, perkara ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh Unit PPA Polres Rohul. HW dan rekannya (Ff) telah dititipkan di Rumah Sosial Aman di Pekanbaru," terangnya.

AKP Rainly mengaku saat ini HW dan Ff masih menunggu keluarganya yang akan menjemputnya. Keduanya dibolehkan pulang setelah ada ada bukti data diri dari pihak keluarga.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Viral di TikTok, Pria Mengaku Warga Pekanbaru 'Caruti' Al-Quran
- 857 Warga Binaan di Lapas Klas IIA Pekanbaru Dapat Remisi Idul Fitri 2021
- Angkut Prmudik, Truk Fuso Ditilang Aparat di Kuansing
- Cari Warga Tenggelam, KPBD Inhu Susuri Sungai Indragiri
- Seorang Pekerja PT. IIS Meningal Dunia Dalam Waduk Perusahaan
- Dua Senpi Disita Polda Riau dari 4 Rampok Jaringan Jambi
- PH PT PIR Puji DPRD Riau Singgung Hutang RAL di paripurna LKPJ Gubri
- Masih Diperiksa Polisi, Pemukul Imam Sholat Subuh Kabarnya Gila
- Berita dan Video,
Imam Dipukuli, Sholat Subuh di Masjid Baitul Arsy Pekanbaru Bubar

- Kemenkumham Bantah Data BPS Soal 12 Turis Asing ke Riau
- Hasil Autopsi, Anak Berumur 2 Tahun di Bengkalis Tewas Karena Dianiaya
- Polres Bengkalis Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 2 Kilogram Sabu
- Disaksikan 15 Tersangka, Polda Riau Musnahkan 26,83 Kg Sabu
- Dua Bocah Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Tewas
- Penyekatan Arus Mudik, Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Siakkecil
- Laka Tunggal, Mobil Pemkab Kuansing, Menabrak Pagar Rumah Warga
- Polres Inhil Berhasilkan Tangkap Perampokan Speed Boad Dzaky Harlan
- Diduga Pesta Seks 3 Vs 1, Empat Remaja Diamankan dari Hotel Sabrina 81
- Pembunuh dan Menggorok Ibu Muda di Meranti Tertangkap
- Tak Terima Dihina, Warga Kuansing Molotov Rumah Tetangga


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com