Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Maret 2021 11:26
Petugas Kesulitan Air Padamkan Karla di Bengkalis

Jum’at, 5 Maret 2021 11:09
Aksesbilitas Transportasi di Riau Masih Rendah

Jum’at, 5 Maret 2021 11:07
Gelar Konsolidasi, Ketua DPC PKB Kuansing, Ajak Masyarakat Bergabung

Jum’at, 5 Maret 2021 10:20
Berita dan Video,
Wabup Bengkalis Panen Padi di Penangkaran Benih Sungai Siput


Jum’at, 5 Maret 2021 09:57
Sekda Rohul: Rakor Bersama KPK Sinergikan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

Jum’at, 5 Maret 2021 09:18
Wujudkan Kampung Tanguh, Desa Suka Maju Dibantu Bibit Ikan Nila dan Bibit Semangka

Kamis, 4 Maret 2021 22:10
Sekda Rohul Sebut Vaksinasi Bisa Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Kamis, 4 Maret 2021 21:09
Berdiri Ditengah Pemukiman, Tower Operator Selular di Duri Bikin Khawatir Warga

Kamis, 4 Maret 2021 20:19
Dibuka Bupati Bengkalis, Insfrastruktur dan Taman Kota Jadi Prioritas Musrenbang di Mandau

Kamis, 4 Maret 2021 19:56
TPBML-BMR Selenggarakan Penilaian Buku Mulok


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Januari 2021 17:41
Selain H Permata, Dikabarkan 2 orang Anak Buahnya Juga Turut Ditembak Petugas BC

Polda Riau terus dalami kasus penembakan H Permata oleh petugas BC Tembilahan. Dua anak buah korban disebut ikut tertembak.

Riauterkini - PEKANBARU - Setelah resmi dilimpahkan ke Polda Riau pada Senin (18/01/21) kemarin oleh Polda Kepri, kini kasus peyelundupan rokok ilegal yang menewaskan H Permata salah seorang pengusaha asal Batam resmi di ambil alih Polda Riau. Sementara selain H Permata, terdapat dua orang anak buahnya yang turut tertembak oleh petugas Bea Cukai Tembilahan.

Dikatakan Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan menjelaskan dua orang itu adalah Daeng dan Bahar yang satu kapal dengan H Permata saat kejadian.

"Sejauh ini ada tiga orang, salah satunya adalah Haji Permata yang tertembak. Ini sedang kami dalami," terang Selasa (19/01/21).

Pihaknya juga telah melakukan olah TKP. Bahkan sudah ada 13 orang saksi yang dimintai keterangan.

"Masih terus kita gali keterangan-keterangan lain," jelasnya.

Meski sudah ada 13 orang yang diperiksa, namun belum ada saksi dari pihak Bea Cukai yang datang memenuhi panggilan untuk diperiksa dalam kasus penembakan terhadap di pengusaha asal Batam itu. Terang perwira menengah jebolan Akpol 1999 itu, seluruh saksi yang diperiksa berasal dari masyarakat.

Teddy tak ingin berspekulasi terkait kematian Haji Permata. Karena, Teddy mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana kronologi tewasnya korban di atas kapal dengan 3 luka tembak di dadanya.

Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) sebelumnya mengaku telah menggagalkan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal pada Jumat (15/01/21). Haji Permata tewas tertembak dalam kejadian itu. Sedangkan rombongannya yang lain selamat.

Keluarga H Pertama justru tidak terima dengan tewasnya korban hingga melaporkan itu ke pihak Polda Kepri.

Menanggapi insiden itu, pengamat hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Riau, Raja Desril SH MH menilai, penembakan terhadap seseorang yang diduga melakukan kejahatan merupakan upaya terakhir. Meski demikian, penembakan tidak boleh pada titik yang mematikan seperti di dada.

"Penembakan mestinya di titik-titik bagian tubuh yang tidak mematikan. Ketika yang diduga melakukan kejahatan tidak melakukan perlawanan yang dapat mengancam nyawa penegak hukum, maka penggunaan senjata api bagi penegak hukum tersebut patut diproses secara hukum," kata Desril.

Ia mengingatkan, aparat penegak hukum agar tidak melupakan hukum dalam menjalankan tugasnya. Artinya, jika hal itu dilakukan, maka aparat tersebut bisa dikatakan melanggar hukum.

Apalagi kejahatan yang dilakukan terduga pelaku bukanlah extraordinary crime (kejahatan luar biasa). "Jangan menegakan hukum dengan mengenyampingkan hukum itu sendiri. apalagi kasus yang diduga dilakukan seseorang tersebut bukanlah kasus extraordinary crime," bebernya.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Langgar Ketentuan Penyaluran JBKP, 5 SPBU di Pekanbaru Dijatuhi Sanksi
- Polres Inhil Berhasil Ringkus 3 Pelaku Perampokan di Perairan Palongan GAS
- Pencabulan dan Kekerasan Anak Marak, Kadinsos Rohul Sarankan Belajar Tatap Muka Diaktifkan
- Mantan Camat Tenayan Raya Terjerat Korupsi Dana PMB-RW Diadili
- Gara-gara Anak Main Api, Dua Rumah di Marpoyan Pekanbaru Ludes Terbakar
- Modus Baru Pelaku PETI di Kuansing Menggunakan Alat Berat
- Ajak Warga Ikut Membasmi, Wako Firdaus Akui Pelacuran Marak di Jondul
- Rampas Uang Rp80 Juta di Muara Jaya, 4 Perampok Bersenpi Ditangkap Polres Rohul
- Kurangi Antrean di Satpas, Satlantas Polres Rohil Luncurkan Aplikasi I-Link
- Masyarakat Gunung Toar Akui PETI Masih Marak di Wilayahnya
- Tewas Saat Kontak Senjata dengan Terduga Teroris di Poso, Prajurit TNI Dimakamkan di Pekanbaru
- Pria di Pinggir, Bengkalis Ini "Siap" di Penjara Paling Singkat Empat Tahun
- Cabuli Anak Usia 14 Tahun Sampai Hamil 6 Bulan, 2 Pemuda di Kepenuhan Dipolisikan
- Demo Anti UU Ciptaker Rusuh, Dua Perusak Mobil Polisi Divonis Beda
- Kanwil Kemenkumham Riau Publikasikan Akreditasi Pemberi Bantuan Hukum
- Aktifis Mahasiswa Minta Aparat tak Sekedar Menindak PETI Kelas Teri
- Remaja 15 Tahun di Kunto Darusallam Jadi Budak Seks Ayah Kandung Selama 5 Bulan
- Oknum Perwira Polisi Polda Riau Kurir Sabu 16 Kg Diadili
- Soal Vonis Bebas Terdakwa Bandar Narkoba, PN Rengat tak Risau Opini Masyarakat
- Bocah Korban Penculikan di Rohul Meninggal, Pelaku Diduga Gantung Diri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com