Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 7 Maret 2021 18:31
700 Persil Lahan Pemprov Belum Bersertefikat, KPK Minta Sebelum 2024 Tuntas

Ahad, 7 Maret 2021 15:12
Fuad Santoso Pimpin KNPI Riau Secara Aklamasi

Sabtu, 6 Maret 2021 19:16
Warga Hulu Kuantan Laporkan Alat Berat Kembali Beroperasi PETI di Sungai Alah

Sabtu, 6 Maret 2021 14:37
Syamsuar Paparkan Kondisi Riau Akibat Covid-19 di Hadapan Petinggi Golkar

Sabtu, 6 Maret 2021 14:24
Rumah Diteror Potongan Kepala Anjing, Pejabat Kejati Riau Lapor Polisi.

Sabtu, 6 Maret 2021 11:16
5 Rumah di Jakan Panger Pekanbaru Terbekar

Jum’at, 5 Maret 2021 22:35
Personel Satlantas Polres Rohul Bantu Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa di Kaiti

Jum’at, 5 Maret 2021 21:32
Cegah Karhutla Dengan Berdayakan Kelompok Tani Peduli Api

Jum’at, 5 Maret 2021 17:28
Kecamatan Binawidya, Pekanbaru Segeral Gelar MTQ Tingkat Kelurahan

Jum’at, 5 Maret 2021 17:24
Bupati Meranti Buka dan Ikuti Musrenbang Tebing Tinggi Barat


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Januari 2021 20:29
BB Chip Judi High Domino Hilang, Polres Meranti Indentifikasi Pelaku

Polres Meranti sudah mengidentifikasi pengambil chip tersangka judi High Domimo. Barang bukti tak boleh hilang.

Riauterkini-MERANTI, - Kasus perjudian online (Higgs Domino Island) yang ditangani pihak kepolisian Polres Kepulauan Meranti terus bergulir.

Selain tiga tersangka, jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kepulauan Meranti juga berhasil melacak pelaku yang telah mengambil (mencuri, red) chip dari akun "Tina Andespa".

Kepala Satuan Reserse (Reskrim) Polres Kepulauan Meranti, AKP Prihadi Tri Saputra SH MH menegaskan bahwa, jajarannya telah menemukan siapa dalang atau orang yang dengan sengaja melakukan tindakan pencurian chip yang saat ini menjadi alat bukti dalam perkara tersebut.

"Kita sudah tau siapa orang yang mengambil chip itu. Tapi untuk identitas lengkapnya belum bisa saya jabarkan, sepertinya orang itu koleganya," ungkap AKP Prihadi, Jumat (22/01/2021) sore.

Dijelaskannya, terkait pencegahan tindak perjudian pada aplikasi Higgs Domino merupakan sinergitas pihaknya dengan jajaran Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti.

Hal itu dikarenakan pengguna aplikasi Higgs Domino di Kepulauan Meranti berada pada peringkat tertinggi di Provinsi Riau.

Ironisnya, jelas Prihadi, tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) melonjak tinggi dari akhir hingga awal tahun 2021. Ditambah lagi kasus pencurian sepeda motor pejabat diinstansi terkait yang dilakukan oleh seorang remaja di Kampung Baru beberapa waktu lalu.

"Kondisi motornya itu dipotong-potong lalu dijual terpisah dengan harga ratusan ribu. Saat kita tanya untuk apa uangnya dia jawab untuk membeli chip. Nah, dinamika ini kita tangkap sebagai fenomena yang tidak baik. Bahkan pada Oktober lalu, kita telah menerima surat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam surat itu kita diminta melakukan penindakan karena penyalahgunaan game itu sudah meresahkan," jelasnya.

Menurutnya, peristiwa itu lantas membuat jajarannya mengambil tindakan guna meminimalisir Harkamtibmas ditengah masyarakat.

Untuk itu, pihaknya melakukan penangkapan pada tiga orang berinisial BH alias Budi (32), YD alias Iyan (35) dan BR selaku orang yang menjual Chip kepada BH dan YD.

"Jadi perlu saya jelaskan game itu tidak salah, yang salah itu penggunaanya mengarah pada keuntungan. Rumusan Pasal 303 ayat (3) kena pada mereka bertiga," tegasnya.

Dijabarkannya, untuk barang bukti berupa telpon genggam telah tertuang dalam surat perintah penyitaan (SP2), berita acara penyitaan (BAP) serta penetapan pengadilan terkait penyitaan.

"Dalam berita acara penyitaan secara rinci kita jabarkan, jadi penyitaan itu tidak sembarangan. Saya kuatkan dengan segala administrasinya. Jadi kalau itu hilang, ya penyidiknya bisa bahaya. Tapi saya pastikan tim saya tidak ada yang terlibat. Lagi pula kita tidak tau kata sandinya," tegasnya lagi.

"Memang permasalahan ini masih baru. Kendalanya kita tidak mengetahui apakah akun itu bisa digunakan ditelpon lain atau tidak, kita sudah pastikan ke pemilik ada berapa akun dan jumlah keseluruhan chip mereka. Lalu, kita tuangkan dalam BAP," sambungnya mengakhiri.***(cem).

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Rumah Diteror Potongan Kepala Anjing, Pejabat Kejati Riau Lapor Polisi.
- 5 Rumah di Jakan Panger Pekanbaru Terbekar
- Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polda Riau Sita 40 Kg Sabu dan 50.000 Butir Ekstasi
- Langgar Ketentuan Penyaluran JBKP, 5 SPBU di Pekanbaru Dijatuhi Sanksi
- Polres Inhil Berhasil Ringkus 3 Pelaku Perampokan di Perairan Palongan GAS
- Pencabulan dan Kekerasan Anak Marak, Kadinsos Rohul Sarankan Belajar Tatap Muka Diaktifkan
- Mantan Camat Tenayan Raya Terjerat Korupsi Dana PMB-RW Diadili
- Gara-gara Anak Main Api, Dua Rumah di Marpoyan Pekanbaru Ludes Terbakar
- Modus Baru Pelaku PETI di Kuansing Menggunakan Alat Berat
- Ajak Warga Ikut Membasmi, Wako Firdaus Akui Pelacuran Marak di Jondul
- Rampas Uang Rp80 Juta di Muara Jaya, 4 Perampok Bersenpi Ditangkap Polres Rohul
- Kurangi Antrean di Satpas, Satlantas Polres Rohil Luncurkan Aplikasi I-Link
- Masyarakat Gunung Toar Akui PETI Masih Marak di Wilayahnya
- Tewas Saat Kontak Senjata dengan Terduga Teroris di Poso, Prajurit TNI Dimakamkan di Pekanbaru
- Pria di Pinggir, Bengkalis Ini "Siap" di Penjara Paling Singkat Empat Tahun
- Cabuli Anak Usia 14 Tahun Sampai Hamil 6 Bulan, 2 Pemuda di Kepenuhan Dipolisikan
- Demo Anti UU Ciptaker Rusuh, Dua Perusak Mobil Polisi Divonis Beda
- Kanwil Kemenkumham Riau Publikasikan Akreditasi Pemberi Bantuan Hukum
- Aktifis Mahasiswa Minta Aparat tak Sekedar Menindak PETI Kelas Teri
- Remaja 15 Tahun di Kunto Darusallam Jadi Budak Seks Ayah Kandung Selama 5 Bulan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com