Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 11 April 2021 17:49
Surati Panglima TNI dan Kapolri, KSP Minta Lindungi Petani Gondai

Ahad, 11 April 2021 16:44
Kadis LHK Riau Panen Madu Kelulut Bersama Masyarakat Kampar

Ahad, 11 April 2021 16:30
Dihadiri Menteri Sandiaga Uno,
Malam ini Dispar Riau Luncurkan Aplikasi Jemari dan Kalender Pariwisata 2021


Ahad, 11 April 2021 14:51
Penegakan Prokes Polsek Kerumutan tak Kenal Hari Libur

Ahad, 11 April 2021 14:44
Polsubsektor Pelalawan Pantau Prokes Jalan Koridor PT RAPP

Ahad, 11 April 2021 14:41
Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon

Ahad, 11 April 2021 14:38
Sambut Ramadhan 1442 H, Pemkab Meranti Gelar Zikir Akbar dan Sholat Subuh Berjamaah

Ahad, 11 April 2021 14:37
Polsek Pangkalan Kuras Tingkatkan Patroli Jalan Raya

Ahad, 11 April 2021 14:28
Polsek Langgam Fokus Patroli C3 dan Prokes

Ahad, 11 April 2021 14:22
Ciptakan Pemuda Modern, Bung Ade Siap Pimpin DPD KNPI Rokan Hulu


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 Pebruari 2021 14:16
BPN, Jurus Baru Lapas Kelas IIA Pekanbaru Perangi Narkoba

Lapas Kelas IIA Pekanbaru komit dan konsisten memerangi peredaran Narkoba. Blok Pengendali Narkoba atau BNP jurus jitu terbarunya.

Riauterkini - PEKANBARU - Blok Pengendali Narkoba (BPN) diresmikan pada 10 februari 2021 lalu, bukti teranyar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru komitmen dan konsisten perang terhadap peredaran dan penyalah-gunaan Narkoba, khususnya di lingkungan Lapas.

Sebelumnya ada 15 orang narapidana yang telah mendekam di fasilitas khusus itu, saat ini jumlahnya bertambah menjadi 16 orang dengan masuknya narapidana berinisial T yang namanya kembali diseret dalam jaringan narkoba yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Kepala Lapas Kelas II A Pekanbaru, Heri Suhasmin saat dikonfirmasi riauterkini.com membenarkan bahwa T merupakan salah satu warga binaan yang kini tengah menjalani masa hukuman dengan kasus narkoba di wilayahnya.

"Kita membantu sepenuhnya pemberantasan narkoba, seperti pengungkapan kasus yang dilakukan oleh BNNK Pekanbaru. Sepekan yang lalu memang ada petugas dari BNNK Pekanbaru datang untuk memeriksa T sebagai saksi," bebernya, Rabu (24/02/21)

"Kemarin pagi datang lagi, pemeriksaan kedua dan statusnya sebagai saksi. Sebab yang menjadi pelaku adalah mantan istri T," imbuhnya.

Keterangan yang diterima Heri, T membatah bahwa Y mengedarkan narkoba atas suruhannya. "Tapi kita akan bantu sepenuhnya BNNK Pekanbaru," paparnya.

Rinci Heri, meski telah menjalani masa hukuman 2 tahun dari 10 tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya, T belum pernah dipindahkan ke fasilitas BPN. Namun, setelah namanya terseret dalam peredaran narkoba sebanyak 499,64 gram yang disita dari tangan mantan istrinya, T langsung dimasukkan dalam fasilitas yang kini digadang-gadang menjadi inovasi yang patut dicontoh oleh Lapas di wilayah lain oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum Ham, Irjen Pol Reynhard SP Silitonga setelah melakukan kunjungan pada Minggu (21/02/21) kemarin.

"Efeknya memang sangat bagus, saat ini kan sudah mulai gelisah (narapidana)," bebernya.

Diinformasikanya, BPN merupakan salah satu langkah untuk memerangi peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas. Sebab, napi yang dinilai masih berpotensi dalam peredaran narkoba dan masuk dalam fasilitas ini akan menjalani masa hukuman selama 3 bulan tanpa komunikasi. Baik dengan keluarga maupun kuasa hukumnya.

"Selama tiga bulan putus semua komunikasi dengan dunia luar bahkan juga dengan keluarga. Tujuannya kan baik, putus dulu lah (komunikasi)," terangnya.

Setelah tiga bulan, Heri menegaskan akan kembali melakukan evaluasi untuk melihat apakah ada perubahan dalam perilaku para napi tersebut. Jika ada perubahan, napi kemudian akan dimasukkan ke ruangan penyaringan.

"Setelah tiga bulan kita tidak langsung baurkan dengan napi lain. Kita masukan ke blok penyaringan. Nah di blok ini, keluarga dapat berkomunikasi dengan keluarga dan bisa menerima titipan makanan," jelasnya.

Namun, jika telah menjalani masa evaluasi di BPN dan tidak menunjukkan perilaku yang baik, pihaknya akan mengambil langkah untuk memindahkan napi tersebut ke Nusakambangan seperti beberapa waktu lalu.

"Jika memang tidak bisa dibina kita kirim ke Nusakambangan. Mudah-mudahan dengan BPN tidak ada peredaran dan pengendalian narkoba dari dalam lapas. Kita juga tegaskan akan terus berkoordinasi penuh dengan pihak BNN dalam memberantas narkoba ini," bebernya.

Untuk diketahui, fasilitas BPN ini dilengkapi dengan CCTV untuk memantau setiap gerak gerik yang dilakukan oleh warga binaan penghuni BPN. Sedangkan petugas jaga dan ruangan juga telah menjalani sejumlah assessment sehingga kompetensi dan integritasnya tidak diragukan lagi.

Petugas juga tidak dibenarkan mendekati fasilitas ini, kecuali mengantarkan makanan. Hal itu juga turut mempersempit interaksi antara petugas dan warga binaan. Sehingga dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan.***(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Surati Panglima TNI dan Kapolri, KSP Minta Lindungi Petani Gondai
- Diduga Tenggak Miras Oplosan Buruh Bangunan di Kampar Meregang Nyawa
- Satu Pelaku Narkoba di Sungai Laut, Inhil Diringkus Polisi
- Maling Sepeda Motor di Mandau Ditangkap Warga
- Geruduk Kejati Riau, AMMK Kembali Minta Segera Tetapkan Indra Gunawan Sebagai Tersangka
- Minta Dugaan Penggelapan Dana UPP diusut Hingga Tuntas, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Pekanbaru
- Polres Rohul Dalami Dugaan Penimbunan BBM Premium di Desa Rambah Tengah Utara
- Esepsi Ditolak, Yan Prana Bakal Dituntut di Perkara Korupsi
- Spanduk Hujat Kajari Kuansing Berserak di Empat Lokasi
- Razia Ruang Tahanan, Petugas Sita Barang-barang Ancam Keamanan di Lapas Bengkalis
- Kalah Prapid Tersangkakan Pejabat, Muncul Spanduk Usir Kajari Kuansing
- Rusuh Penertiban Galian C di Kampar, Dua Mobil Dibakar dan Dua Ditenggelamkan
- Tiga Tersangka Narkoba Ditangkap Polres Bengkalis di Duri
- 6 Bulan Terakhir, Tiga Perwira Polda Riau Terlibat Kasus Narkoba
- Terlibat Narkoba, Ketua Partai Gerindra Bengkalis Diamankan Polisi
- Jelang Ramadhan, Satpol PP Kuansing Jaring 4 Pasangan Mesum di Hotel
- PSU, Anggaran Pengamanan Kodim 0302 Dititipkan Pada Satpol PP Inhu
- Polda Riau Bongkar Dua Sindikat Narkoba, 18 Kilogram Sabu Diamankan
- Gunakan Narkoba, Mantan Kasat Narkoba Pekanbaru Ditetapkan Sebagai Tersangka
- PH Hendra, AP Ingatkan Kajari Kuansing Tak Asal Keluarkan Sprindik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com